Oleh: Bejo Daroini
Nafasku tersekat saksikan itu badan masih dengan nyawanya atau bukan.Ditarik,tergencet,terinjak rekat sesama nasibnya di kubangan zakat.
Mata,telinga dijejali berita orang meregang nyawa
hati meringis
melihat mustahiq mau zakat diberi hujan tangis
Mata,telinga, nurani sedih amat
melihat duapuluhsatu mayat,purna sekarat untuk 'berkah' zakat.
Itu anak cucu mereka minta makan enak buka puasa
belum lagi sahur,lebaran baju baru sedang uang belanja tak kuat lagi menjulur.
Memilukan!Nafas tersumpat untuk zakat
Aneh!Umur mampat dipembagian zakat.
Tak disangka berduyun rimbun di undang Tuan dermawan
ternyata menyetor nyawa untuk tigapuluhribuan.
Itu di Pasuruan
bagi-bagi zakat terbuka
15 September di bulan Ramadhan.
Selasa, 23 September 2008
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar