BROSUR PMC Cell - Klik Gambar di Bawah Ini

BROSUR PMC Cell - Klik Gambar di Bawah Ini
PMC Cell - Master Pulsa Electric

Menggapai Kemuliaan Muslimah dengan Bimbingan Salaful Ummah

Sabtu, 08 November 2008

Jangan Ada Sayang Diantara Kita


Indahnya pacaran tak seindah persaudaraan. Indahnya kencan tak seindah persahabatan. Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Hanya slogan semu di kalangan remaja, istilah kerenya ‘cinta monyet’.


PERNYATAAN di atas dalam kaca mata Islam, seharusnya bukan untuk ditujukan pada remaja yang lagi kasmaran. Jika hal itu terjadi, maka ‘kiamat’ bagi kaum Hawa. Tidak hanya sekedar menyesal, bisa jadi lebih dari, ia ditinggal pacarnya setelah ‘madu’-nya habis diambilnya.

Itulah gaya pacaran remaja saat ini. Motto-motto yang tidak tepat pun dipakai ’senjata’ untuk menaklukkan wanita. Sejuta ’jurus’ rayuan gombal pun diucapkan dengan manisnya. Siapa yang rugi? Tentu lebih banyak di pihak wanitanya. Kenapa demikian? Karena mereka akan kehilangan ’kehormatan’ yang selama ini dijaganya, yang selama ini dibentengi hanya akan ’dipersembahkan’ pada lelaki yang nantinya menikahinya. Jika kemudian hal itu terjadi, lalu hamil, siapa yang rugi?

Motto di atas, lebih tepatnya ditunjukan pada peningkatan rasa nasionalis atau untuk meningkatkan silaturrahmi. Bagaimana seseorang itu lebih mengenal Islam, kemudian mendalami dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika tak kenal maka ia tak akan sayang pada Indonesia, jika tak sayang pada Indonesia, tentu tak cinta. Demikian juga dengan soal agama. Orang Islam sendiri aja nggak peduli sama Islam, bagaimana orang lain yang diluar Islam akan peduli dan simpati.

Untuk itu, bagi remaja, mari kita bersama-sama membuat gerakan ’Jangan Ada Sayang Diantara Kita!’ kalau itu hanya dilambari kepentingan dunia dan hanya nafsu belaka. Karena jika hal itu dilakukan, Insya Allah tidak akan bertahan lama. Karena cinta karena gincu akan segera layu, cinta karena harta akan segera musnah. Gincu dan harta tidak ada yang kekal. Semua akan berganti, seiring dengan perputaran sang waktu. Dari detik ke menit, lalu jam. Dari hari ke minggu, bulan, dan tahun. Semuanya ada masanya sendiri-sendiri.

Jika hanya cinta dan nafsu yang bergelora, maka keindahan masa pacaran, akan musnah saat saudara telah memasuki jenjang pernikahan. Sebagaimana hilanganya masa-masa pacaran yang telah dilaluinya.

Sebenarnya, ada satu hal yang akan melekatkan kelanggengan dalam urusan cinta. Niatkan segalanya karena untuk ibadah pada sang Kholiq, Allah SWT. Tidak hanya dalam urusan cinta, tapi dalam segala tindakan, seperti belajar, bekerja, menolong orang, atau sekedar membantu orang kesusahan. Bahkan yang terkecil, saat tangan Saudara sedang menari-nari di atas keyboard. Niatkan untuk ibadah, sehingga hati dan pikiran kita dapat terjaga dari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah.

Semua perlu usaha, semua perlu do’a, semua perlu semangat. Yang terpenting, kita tingkatkan tali silaturahmi, mari kita saling bahu membahu, tolong menolong kepada sesama. Kita tidak harus mengenal seseorang terlebih dahulu dalam menolong, jika kita menyadari ’Semua Muslim adalah Saudara’. Untuk itu jangan ada ’sayang’ diantara kita, kalau hanya membawa mala petaka, tapi yang ada adalah persaudaraan, ukhuwah Islamiyah.

Karena sayang dan cinta, merupakan satu paket yang akan membawa mala petaka jika tidak pandai-pandai dalam menjalankannya. Sebagaimana kita tahu, sudah berapa ribu bayi yang lahir menjadi ’yatim-piatu’ tanpa ayah dan ibu, karena mereka lari dari tanggung jawab. Bagaimanapun, cinta dan sayang tak dapat dikendalikan jika nafsu sudah ikut ambil bagian.

Bagaimana menurut Saudara?

Tidak ada komentar: