BROSUR PMC Cell - Klik Gambar di Bawah Ini

BROSUR PMC Cell - Klik Gambar di Bawah Ini
PMC Cell - Master Pulsa Electric

Menggapai Kemuliaan Muslimah dengan Bimbingan Salaful Ummah

Tampilkan postingan dengan label klub poligami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label klub poligami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2009

Ada Poligami di Hati Lelaki

Bicara masalah Poligami, ternyata tidak akan pernah ada habisnya. Banyak hal yang perlu dikupas dan dikaji lebih mendalam lagi, sehingga seseorang itu paham dan mengerti arti sebenarnya dari Poligami. Tidak sekedar tahu cerita, baik itu senang maupun susahnya.

Padahal, jika dikaji lebih jauh, Poligami lebih menguntungkan pihak wanita. Kenapa demikian, karena dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yang sebegitu banyak, belum lagi mengurus anak, maka dengan adanya lebih dari satu wanita (sebagai istri -red) maka beban yang banyak itu akan terasa ringan jika dikerjakan dengan pembagian itu.

Itulah kenapa dalam Islam diperbolehkan seorang laki-laki itu memiliki istri lebih dari satu. Setidaknya, ada yang bagian menyapu, memasak, mencuci baju, dan seterusnya. Tapi jika tidak, maka pekerjaan sebanyak itu hanya dikerjakan sendiri, dan ujung-ujungnya lelah dan berakhir dengan kericuhan dalam rumah tangga. Tidak hanya itu, istri pun tidak sempat bersolek untuk suaminya, karena sibuk dengan pekerjaan rumah tangga.

Dari sinilah, maka akan timbul yang namanya perselingkuhan. Bahasa perselingkuhan, merupakan perhalusan bahasa dari kata perzinahan. Meski selingkuh, itu pun tidak ubahnya seorang lelaki yang pergi ke lokalisasi. Ujung-ujungnya juga perbuatan zina. Hal ini terjadi, sebenarnya tidak hanya pihak suami yang disalahkan. Tapi dari pihak istri pun juga memberikan 'peluang' kepada suami untuk berbuat yang demikian.

Lho kok bisa? Tentu bisa, soalnya saat di rumah si istri jarang -bahkan nyaris tidak pernah- bersolek. Jika pun pernah, sebagian besar hanya untuk keperluan ke luar rumah. Misalnya ke pengajian, arisan, ke mall, ke pasar dan sebagainya. Sedangkan saat di rumah, yang ada si istri sudah bau trasi, atau bau asap dari api elpiji.

Wanita Penyebab Suami Selingkuh
Tidak jarang kita mendengar istilah selingkuh -bukan Selingan Indah Keluarga Utuh lho!- Istilah yang kini lagi ngetren, tidak hanya dikalangan orang biasa, PNS, pejabat, atau bahkan anggota dewan pun ada yang terjangkiti 'virus' ini.

Istilah halusnya memiliki WIL (wanita idaman lain). Kenapa hal itu terjadi? Ini bukan untuk menghakimi wanita yang selalu disalahkan, tapi mengungkap fakta dibalik kejadian yang sebenarnya. Suami melakukan selingkuh atau ke lokalisasi, karena mereka merasa takut akan mengungkapkan untuk ijin ber-Poligami. Soalnya, sebagian besar wanita beranggapan bahwa Poligami itu tabu untuk dibicarakan apalagi dilaksanakan.

Nah! Disinilah peran istri juga menentukan, kenapa suami suka selingkuh atau ke lokalisasi. Ini juga peran istri untuk membuka api neraka dalam keluarga. Lho kok bisa? Jelas bisa, pasalnya si istri tidak mau suaminya nikah lagi alias melaksanakan Poligami. Padahal, jika si istri mengijinkan, kemungkinan suami untuk selingkuh atau 'jajan' di luar dapat dicegah.

Tapi hingga kini belum ada keikhlasan istri untuk 'berbagi' cinta (baca: suami) dengan wanita lain. Padahal, dalam Islam sudah dijelaskan agar kita ummat Islam untuk memperbanyak ummat.

Untuk itu, bagi para istri, renungkanlah! Jangan karena kecintaan dunia membuat mata hati buta akan keberadaan akhirat yang telah dijanjikan oleh Allah. Jannah (surga) telah disiapkan, bagi mereka yang menurut pada suami, selama itu tidak melanggar norma-norma agama. Dan Istri yang baik adalah istri yang sholihah.

Rabu, 28 Oktober 2009

Inayah, Perusak Keharmonisan Rumah Tangga

Jangan salah persepsi dulu! Inayah di sini bukan seorang gadis penggoda, juga bukan gadis cantik nan seksi. Juga bukan (maaf) janda cantik nan genit yang lama tidak merasakan sentuhan tangan seorang lelaki. Tapi Inayah di sini adalah sebuah judul sinetron yang ditayangkan di televisi swasta, Indosiar.

Sebelumnya, judul sinetron ini adalah 'Hareem', karena mendapat teguran dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan beberapa tokoh agama, akhirnya judulnya diganti dengan Inayah. Meski demikian, tayangannya tidak berubah. Selain itu, ceritanya mulek (baca: membingungkan). Kenapa membingungkan? Karena yang isinya meluluh pertengkaran, iri, dengki, bahkan mengajari perbuatan yang tercela seperti meracuni atau bahkan mencelakai anggota keluarga sendiri.

Salah satunya, saat adegan pemotongan slang (pipa) LPG. Bagaimana sinetron ini 'meracuni' pemirsanya untuk selalu debat kusir, saling cemburu, dan menyingkirkan satu dengan yang lainnya.

Jelas di sini adanya unsur pemutarbalikan fakta. Maksud saya, dalam agama manapun dan dalam kitab manapun, yang namanya hidup berumah tangga adalah untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga, saling berbagi, saling pengertian, saling menjaga perasaan, atau pun saling tolong-menolong dalam kehidupan berumah tangga.

Jadi jelaslah, dalam sinetron Inayah itu, ada semacam 'pencekokan' nilai-nilai kebencian di dalam rumah tangga. Ini tidak dapat disangkal lagi, pasalnya apa yang menjadi tontonan dan kehiduapn disekitarnya akan sedikit banya mempengaruhi prilaku seseorang. Jelas pula sinetron Inayah tidak mendidik, tidak memberikan bimbingan yang positif.

Alangkah baiknya jika sang sutradara memperhatikan itu. Disamping itu, alangkah bijaksananya jika para pemain (artis/aktor) sinetron itu memperhatikan bobot dan alur cerita sebelum teken kontrak. Bukan sekedar hanya memburu honor (HR) yang gedhe tanpa memperhatikan norma dan efek yang ditimbulkan dari sinetron tersebut.

Dari beberapa episode sinetron Inayah, tampak jelas tujuannya adalah menyoroti salah satu persoalan yang saat ini menjadi perbincangan orang banyak, yakni isu POLIGAMI. Tapi mengapa di sinetron itu digambarkan, dalam rumah tangga yang suaminya lebih dari satu itu penuh konflik. Tidakkah kita dapat mengaca pada kehidupan yang lebih positif. Coba potren kehidupan poligaminya Puspo Wardoyo, yang sukses dengan mengembangkan warung Ayam Bakar Wong Solo.

Bahkan di Kertosono, Jawa Timur, juga ada seseorang yang sebelumnya memiliki satu istri kehidupannya biasa-biasa saja. Tapi saat ia memutuskan untuk menambah istri satu lagi, kehidupannya semakin baik. Dan akhirnya istri pun menyetujui jika suaminya beristri empat (Poligami). Ini tidak pernah diekspos, tidak pernah diangkat dalam sebuah sinetron yang berdasarkan kisah nyata.

Sayangnya, sinetron hanya mengambil sisi negatifnya dan itu hanya berupa rekayasa belaka. Jika mau jujur, setiap lelaki pasti ingin memiliki lebih dari satu istri. Jika mau sadar, saat ini perselingkuhan dimana-mana, prostitusi pun merajalela. Jika itu terus dibiarkan, semua pun akan menerima akibatnya.

Sinetron Inayah, merupakan 'penghinaan' kepada Islam, yang notabene memperbolehkan poligami. Sinetron Inayah, perupakan ajang untukmengadu domba diantara anggota keluarga. Sadar atau tidak, yang saban hari berada di depan televisi menyaksikan sinetron ini, langsung atau tidak langsung, lambat laun akan terpengaruh juga dengan kebencian dan pembodohan terhadap masyarakat.

Sadarlah bagi sutradaranya, pemainnya dan seluruh pihak yang terlibat didalamnya. Jika sampai ada keluarga yang berantakan gara-gara melihat sinetron Inayah, Saudara juga menanggung dosanya yang akan Anda dipertanggungjawabkan kelak.

Sebelum terlambat, kepada masyarakat .... saya hanya bisa menghimbau untuk tidakm melihat tayangan sinetron ini, jika tidak ingin keluarga Anda berantakan.

Saya juga mohon maaf, jika dalam tulisan ini ada yang salah.