<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570</id><updated>2012-01-22T23:46:57.177-08:00</updated><category term='Bagaimana Menulis di Surat Kabar'/><category term='ShOrT MaSsAGe SerViCE (SMS) cOlleCtiOn'/><category term='Siapa Yang Salah?'/><category term='sekolah'/><category term='pesta buku'/><category term='kejahatan perang'/><category term='Kegiatan KPJ dimuat di Radar Minggu'/><category term='kemaksiatan merajalela'/><category term='Pahlawan Keadilan'/><category term='namru'/><category term='Siapa Bilang Menulis Itu Susah Bag III'/><category term='sinetron'/><category term='Judi Para Profesionalisme'/><category term='Siapa Bilang Menulis Itu Susah Bag IV'/><category term='OPINI ISLAM-Bangkitnya Entrepreneur Islami'/><category term='pameran buku'/><category term='antasari azhar'/><category term='penulis'/><category term='Hakikat Puasa'/><category term='Banten'/><category term='kiamat 2012'/><category term='Janji Palsu Para Kadal'/><category term='Indonesia'/><category term='Jangan Ada Sayang Diantara Kita'/><category term='Hemat Energi atau Pemborosan?'/><category term='keluarga sakinah'/><category term='Menulis Cerpen: Bukan Sekadar Memaparkan Informasi'/><category term='Pesta Dibalik Derita'/><category term='Dibalik Perbedaan Ada Hikmah'/><category term='Kata Siapa?'/><category term='bursa buku murah'/><category term='amerika serikat'/><category term='Demo Haji'/><category term='siswa sd'/><category term='Selamat Idul Fitri'/><category term='SMS Ucapan Selamat Idul Fitri (Lebaran)'/><category term='pemilihan bupati'/><category term='donut'/><category term='rekaman telpon'/><category term='soal uts'/><category term='ayam bakar wong solo'/><category term='Entrepreneur'/><category term='Opini-Catatan Akhir Tahun 2006'/><category term='Kisah Kejamnya Amerika'/><category term='undar'/><category term='Kota Santri Vs Prostitusi'/><category term='Pilih - Koruptor atau Teroris'/><category term='kejahatan di dunia maya'/><category term='nasib'/><category term='Tragedi Gembok'/><category term='Kiamat 2010'/><category term='Lagu'/><category term='Tradisi Yang (mulai) Hilang'/><category term='polri'/><category term='Tragedi Zakat'/><category term='Jangan Adu Rakyatku'/><category term='opini-Cermin Berbagai Macam Tayangan TV'/><category term='Amrozi Cs ‘Pahlawan’ Islam'/><category term='Menulis Cerpen Bagi Pemula'/><category term='Siapa Bilang Menulis Itu Susah Bag II'/><category term='perusahaan'/><category term='Swasembada Beras'/><category term='Keadilan'/><category term='Amrozi CS Pahlawan Islam'/><category term='cybercrime'/><category term='Pitutur Mbok Darmi-Maraknya Prostitusi'/><category term='NYANYIAN BURUH'/><category term='Jerry D Gray'/><category term='Buku ’Tragedi Ryan’ Best Seller'/><category term='Jombang'/><category term='anggodo widjojo'/><category term='JOMBANG BICARA KETIKA CINTA BERTASBIH'/><category term='Aku Malu ‘Mengaku’ Islam'/><category term='Kota Santri'/><category term='Bencana'/><category term='Kemenangan Bagi Kejahatan'/><category term='Siapa Bilang Menulis Itu Susah Bag I'/><category term='AKAR KELANA'/><category term='Pitutur Mbok Darmi Pilih Koruptor atau Teroris'/><category term='Ponari Jombang'/><category term='Remaja Gaul Bicara Tentang Puasa'/><category term='kpk'/><category term='PATAH'/><category term='kerusuhan'/><category term='KPI Tak Mampu Stop Sinetron Inayah'/><category term='Mbok Darmi'/><category term='Pitutur Mbok Darmi Wartawan Juga Buruh'/><category term='Harta'/><category term='NEGERI BASA-BASI'/><category term='AKU DATANG PESONA'/><category term='pemilihan gubernur'/><category term='Dialog Hanya 30 Menit'/><category term='Opini Prostitusiku Sayang'/><category term='pendidikan'/><category term='UCAPAN  TERIMA  KASIH'/><category term='Empat Kejanggalan Bom Bali II'/><category term='Membongkar Kejahatan AS (4)'/><category term='klub poligami'/><category term='Opini Potret Keliru Tentang Poligami'/><category term='ZAKAT MAWUT'/><category term='komuntas penulis'/><category term='Membela Yang Bayar'/><category term='Poligamiku Malang'/><category term='Video Ngabuburit di Pasar Ramadhan Jombang'/><category term='pengusaha'/><category term='alun-alun'/><category term='Benarkah?'/><category term='Warning Dari Allah'/><category term='Kiat Menulis Artikel Iptek di Media'/><category term='Opini Selingkuh di Indonesia'/><category term='kontroversi kiamat film 2012'/><category term='Malaysia Rampok Khasanah Kebudayaan Indonesia'/><category term='kuliner'/><category term='Ayah Juang'/><category term='Pasar Ramadhan'/><category term='bibit waluyo'/><category term='Kencan Dengan Allah'/><category term='Maafkan Kami'/><category term='Semarak HUT RI ke-63'/><category term='rumah tangga'/><category term='CEROBONG  KEMUNAFIKAN'/><category term='sMs PUISI Spesial Ucapan Idul Fitri'/><category term='dan Wanita'/><category term='waktu'/><category term='SEMANGAT PANTANG MUNDUR'/><category term='Caleg = Calone Gendeng'/><category term='OPINI ISLAM-Sinetron Religi Yang Tak Religius'/><category term='internet'/><category term='Catatan Pinggir Idul Fitri 1429 H'/><category term='Indonesia Bisa'/><category term='Cerita'/><category term='Prita Mulya Sari'/><category term='Three GProduction'/><category term='Balada Ryan dan 106 Terpidana Mati Menunggu Eksekusi'/><category term='Ngabuburit di Pasar Ramadhan Jombang'/><category term='Siapa Bilang Menulis Itu Susah Bag V'/><category term='Gus Dur Wafat'/><category term='Kupatan'/><category term='bacaan porno'/><category term='Batu Ajaib'/><category term='ringin contong'/><category term='pergerakan pemuda'/><category term='Cara Jitu Menulis Cerpen (2)'/><category term='televisi'/><category term='inayah'/><category term='kesehatan'/><category term='opini-Potret Buram Kampus Para Praja'/><category term='Cara Jitu Menulis Cerpen (1)'/><category term='Membongkar Kejahatan AS Dalam Bidang Kesehatan (3)'/><category term='donat'/><category term='puspo wardoyo'/><category term='manik-manik'/><category term='sumpah pemuda'/><category term='RS OMNI International'/><category term='bumi berputar'/><category term='roboh'/><category term='Gerakan Malu se-Dunia'/><category term='Nulis Cerpen Tidak Semudah Menulis Artikel'/><category term='Amrozy CS Tidak Pernah Mati'/><category term='Forum Lingkar Pena Mencetak Penulis Muda'/><category term='KAJIAN ISLAM-Mendiskusikan Jilbab di Pusat Studi Al-Qur’an'/><category term='SBY Ingin Tiru Orde Baru'/><category term='ORGANISASI KITA SEHARUSNYA BELAJAR DARI PERGERAKAN MASA HINDIA-BELANDA'/><category term='Heboh Statement Kadiv Humas Mabes Polri'/><category term='Opini Catatan Awal Tahun 2007'/><category term='63 Tahun Indonesia Merdeka'/><category term='buku'/><category term='Ngabuburit di Muat di Radar Minggu'/><category term='kiamat sudah dekat'/><category term='Membongkar Kejahatan  AS'/><category term='pilpres'/><category term='Rayuan Untuk Tuhan'/><category term='Pitutur Mbok Darmi Republik Pemimpi'/><category term='jombang komunitas penulis jombang'/><category term='Penjajahan Moral Mengintai'/><category term='Tahta'/><category term='Upin Ipin'/><category term='nULiS DaPAt bUku grAtiS'/><category term='Si Unyil'/><category term='mak erot'/><category term='Poligami'/><category term='SmS Pantun Spesial Ucapan Idul Fitri'/><category term='Pengrajin Manik-manik Kecewa'/><title type='text'>Selamat Datang di Komunitas Penulis Jombang</title><subtitle type='html'>Blog ini kami persembahkan kepada semua netter, terutama alumni SDN Mejoyolosari, SMPN Gudo Jombang, SMAN Ngoro Jombang, dan Alumni FE Undar Jombang. Juga Khususnya Alumni Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) tingkat SLTA se-Jatim yang diadakan oleh Forum Kreatifitas Kaum Muda (FKKM) di Islamic Center Surabaya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>120</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-3866901428173528569</id><published>2010-02-22T06:43:00.001-08:00</published><updated>2010-02-22T08:31:51.036-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pameran buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesta buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Three GProduction'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bursa buku murah'/><title type='text'>Jombang Pesta Sejuta Buku</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/S4Kk4BpijtI/AAAAAAAAAOQ/Yk7Fc48evMU/s1600-h/LOGO+THREE+PRODUCTION.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 288px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/S4Kk4BpijtI/AAAAAAAAAOQ/Yk7Fc48evMU/s320/LOGO+THREE+PRODUCTION.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441092582239276754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMYCOMP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan bermottokan Pesta Jombang Sejuta Buku, Dengan Buku Genggam Dunia, Three GP_roduction Yogyakarta menggelar Pesta Sejuta Buku di GOR Merdeka Jombang, Jum’at – Kamis (12 – 18 Maret 2010). Pesta buku dibuka mulai jam 09.00 – 21.00 WIB.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Selain itu, dalam Pesta Jombang Sejuta Buku ini juga memberikan diskon hingga 80 %, dengan menghadirkan 200 penerbit nasional yang menjual buku dengan harga yang super murah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Acara ini juga memberikan kuis bagi pengunjung, temu penulis, talkshow, A Tribute To Gus Dur (Malam Puisi dan Seni, Titip Salam Untuk Gus Dur), da berbagai perlombaan yang tentunya diharapkan dapat mencuri perhatian masyarakat Jombang.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-3866901428173528569?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/3866901428173528569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=3866901428173528569&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/3866901428173528569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/3866901428173528569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2010/02/jombang-pesta-sejuta-buku.html' title='Jombang Pesta Sejuta Buku'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/S4Kk4BpijtI/AAAAAAAAAOQ/Yk7Fc48evMU/s72-c/LOGO+THREE+PRODUCTION.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-6647036917787016177</id><published>2009-12-30T07:46:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T07:55:16.808-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gus Dur Wafat'/><title type='text'>Gus Dur Wafat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Szt2fb4ahWI/AAAAAAAAAOA/MjqIYZ2lq1g/s1600-h/gusdurdlm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 225px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Szt2fb4ahWI/AAAAAAAAAOA/MjqIYZ2lq1g/s320/gusdurdlm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421056858902922594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMUNITAS PENULIS JOMBANG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[K P J]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengucapkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innalillahi wainna ilaihi rojiun&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;Turut Berduka Atas Meninggalnya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KH. Abdurrahman Wachid &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Gus Dur)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di RSCM Jakarta&lt;br /&gt;Rabu, 30 Desember 2009 Jam 18.45 WIB&lt;br /&gt;Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan Segala Kesalahannya diampuni Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-6647036917787016177?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/6647036917787016177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=6647036917787016177&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/6647036917787016177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/6647036917787016177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/12/gus-dur-wafat.html' title='Gus Dur Wafat'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Szt2fb4ahWI/AAAAAAAAAOA/MjqIYZ2lq1g/s72-c/gusdurdlm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-7362125904440348179</id><published>2009-12-17T19:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-17T20:02:17.136-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='televisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Si Unyil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Upin Ipin'/><title type='text'>Upin-Ipin, Ide Kreatif Berdampak Positif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika selama ini anak-anak kita disuguhi dengan tayangan yang penuh dengan adegan kekerasan, berbau pornografi semacam Power Ranger, Boneka Shin Chan, dan sejenisnya. Kini tampil si tengah-tengah kita kelucuan yang sekaligus mendidik, Upin dan Ipin. Kartun ini, bisa jadi akan menggeser 'kartun' asal Indonesia Si-Unyil. Padahal, jika dilihat, hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski produk tersebut berasal dari tangan-tangan kreatif negeri Jiran, Malaysia tapi patut dijadikan tontonan bagi anak-anak di Indonesia. Tidak hanya pesan-pesan religius yang ditonjolkan di sini. Padahal, sebelum Upin dan Ipin muncul, Indonesia telah terlebih dahulu memiliki film sejenis, yakni Si Unyil. Sayangnya, film yang sempat mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia, saat masih tayang di TVRI itu, tidak dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, dari segi setting dan sejenisnya monoton. Seandainya film itu dikemas dalam kepingan VCD pasti masih mendapat tempat. Karena saat ini, orang tua sudah mulai memikirkan tayangan yang pas dan cocok dengan usia mereka, sehingga tidak terjebak pada film-film yang mengumbar kekerasan yang ujung-ujungnya anak melakukan 'perlawanan' terhadap apa yang dikatakan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah, siapa yang sedang berkecimpung di film tersebut diharapkan dapat memberikan muatan-muatan yang mendidik dan dikemas dengan kondisi yang terjadi saat ini. Harapannya anak tidak bosan dan dapat menerima apa yang dimaksud dalam cerita tersebut. Jika tidak, maka anak-anak yang sebagai generasi penerus akan 'dicekoki' dengan tayangan-tayangan yang berbau pornografi dan tayangan kekerasan setiap jamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan tantangan dari produser untuk lebih kreatif lagi dalam membuat suatu tayangan yang berbasis anak-anak, yang sekaligus menggabungkan antara kesenangan, pendidikan, hiburan, dan pesan-pesan moral yang ada dalam setiap episode-nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-7362125904440348179?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/7362125904440348179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=7362125904440348179&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7362125904440348179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7362125904440348179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/12/upin-ipin-ide-kreatif-berdampak-positif.html' title='Upin-Ipin, Ide Kreatif Berdampak Positif'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-3909770609162381321</id><published>2009-12-16T01:42:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T01:49:20.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membongkar Kejahatan AS (4)'/><title type='text'>Membongkar Kejahatan AS (4)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMYCOMP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:15pt;"&gt;ANTHRAX JUGA BUATAN AS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Mau tahu “&lt;i&gt;penyakit&lt;/i&gt;” apa saja yang diciptakan Amerika ? Ternyata, penyakit anthrax untuk sapi yang bisa menewaskan manusia juga hasil pengembangan AS. Bahkan termasuk penyakit syphilis, &lt;b style=""&gt;Jerry D Gray&lt;/b&gt;, berikut lanjutan tulisan tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pada Awal 1940-an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Amerika Serikat dan Inggris mulai melakukan kerjasama dalam pengembangan &lt;i&gt;“Bom Anthrax”&lt;/i&gt; yang mereka rencanakan untuk dijatuhkan di kota-kota di Jerman. Target potensial termasuk juga &lt;st1:city st="on"&gt;Berlin&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;Hamburg&lt;/st1:state&gt;, Frankfurt, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Aachen&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan Wilhelmshafen.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena Jerman menyerah sebelum bom-bom &lt;i&gt;anthrax &lt;/i&gt;ini diuji pada penduduk Jerman, (target non militer) bom biologis itu kemudian dijatuhkan di pedesaan Gurnard, sebuah pulau di sebelah barat laut Skotlandia. Sebagian besar sapi dan penduduk desa mengidap penyakit parah dan kemudian tewas, dan pulau tersebut tak berpenghuni hingga lebih dari 45 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya merasa bahwa bom-bom tersebut secara khusus diciptakan untuk musuh (Jerman). Jenis manusia seperti apakah yang ingin menghapuskan seluruh penduduk hanya untuk mencoba sejenis bom di akhir perang dunia kedua? Jawabannya sangat mudah. Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris pada saat itu jelas bukanlah manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apakah Anda sudah mulai mendapatkan gambaran yang jelas? Pemimpin kita, yang telah kita pilih untuk menduduki jabatan itu, bukanlah manusia dan tidak memiliki perhatian terhadap kehidupan manusia, hanya bibir mereka yang mengatakan bahwa mereka peduli, sementara tindakan mereka memperlihatkan hal yang berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada akhir masa Perang Dunia II, Amerika Serikat mempekerjakan ratusan dokter-dokter Nazi dan Jepang yang telah melakukan eksperimen-eksperimen yang sadistis dan tidak manusiawi terhadap para tahanan perang. Tentara Amerika adalah diantara yang menjadi korban eksperimen mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Salah satu dokter sadis yang telah melakukan berbagai kejahatan terhadap manusia melalui eksperimen-eksperimennya adalah Direktur Angkatan Bersenjata Kerajaan Jepang unit perang-biologi, Dr. Ishii. Dokter inilah yang memerintahkan penggunaan agen-agen kimia dan biologi terhadap tahanan perang tentara Amerika, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Inggris&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:country-region st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, Rusia, dan Cina.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ishii bereksperimen dengan&lt;i&gt; syphilis, typhoid-laced tomatoes, tetanus, plague-infected fleas, &lt;/i&gt;selain juga bom-bom bibit penyakit yang dijatuhkan ke penduduk sipil dan tahanan yang diikat telanjang di tiang kayu. Mereka yang mampu bertahan dari eksperimen ini kemudian dibedah untuk diteliti tanpa anestesi, oleh Dr. Shiro Ishii yang kejam dan tak berperikemanusiaan. Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dengan semangat mengangkatnya sebagai stafnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Amerika Serikat sangat puas menggunakan keahlian Dr. Shiro. Suatu perjanjian kemudian disusun oleh Jenderal Douglas Macarthur. Ishii kemudian menjadi dosen undangan di Angkatan Darat Amerika Serikat di Pusat Senjata-Biologi di Frederick &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Maryland&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; Amerika Serikat. Angkatan Darat Amerika Serikat juga mendapat lebih dari 10.000 halaman “&lt;i&gt;hasil penemuan&lt;/i&gt;” Ishii. Bukan suatu perjanjian yang buruk bagi seorang penjahat perang. Bergabung dengan lembaga penelitian rahasia Pemerintah Amerika Serikat, dibayar mahal, dan hidup dengan tenang tanpa harus khawatir akan disidangkan sebagai penjahat perang.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;b style=""&gt;bersambung&lt;/b&gt;]&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-3909770609162381321?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/3909770609162381321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=3909770609162381321&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/3909770609162381321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/3909770609162381321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/12/membongkar-kejahatan-as-4.html' title='Membongkar Kejahatan AS (4)'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-7010904025118081768</id><published>2009-12-15T04:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T06:03:42.152-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prita Mulya Sari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keadilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RS OMNI International'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banten'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan Keadilan'/><title type='text'>Prita - Sang Pahlawan Keadilan Pendobrak Kebobrokan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Sungguh sangat tragis kondisi moral bangsa ini, bagaimana tidak, hanya gara-gara 'curhat' lewat dunia maya harus menanggung denda Rp 204 juta. Ini yang lagi 'mendem' yang minta denda atau pengadilan yang memutuskannya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Prita Mulyasari, sekarang bak selebriti, hampir tiap hari muncul di layar televisi kemudian menghiasi berbagai media cetak. Padahal, sebelumnya, tidak ada yang kenal dirinya, kecuali kerabat dan teman dekatnya. Tapi kini, dalam sekejap, gara-gara email senilai Rp 204 juta, hampir seluruh dunia mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan sosok Prita, yang hanya seorang wanita biasa ini patut mendapatkan julukan 'Pahlawan Keadilan'. Ia mampu 'menyihir' pola pikir masyarakat, menggerakan masyarakat hampir seluruh Indonesia untuk menggumpulkan koin peduli 'nasib' Prita. Jika kita boleh berandai-andai, seandainya tidak ada kasus prita, mungkin tidak ada koin peduli, koin keadilan yang merupakan simbol 'perlawanan' rakyat jelata terhadap ketidakadilan yang dialami rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang sangat memalukan kondisi penegak hukum di Indonesia, bahkan lebih tepatnya mencoreng nama lembaga yang selama ini menjadi tempat pencari keadilan. Semuanya seakan telah sirna. Sementara itu, dari pihak RS OMNI pun sudah merasakan perlawanan dari masyarakat yang 'dijajah' haknya dan bersatu melawannya. Sehingga mereka mencabut gugatan perdatanya. Dicabut atau tidak, ini merupakan citra buruk dari RS OMNI itu sendiri. Atau mungkin juga saat ini RS OMNI lagi sepi akibat dari 'luka' yang ditimbulkan oleh ulahnya sendiri, sehingga mereka melakukan pencabutan gugatan perdata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini masyarakat sudah tidak mau dibodohi lagi, rakyat sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang harus dibela dan mana yang harus dicerca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu. Itulah mungkin yang dialami RS OMNI International, yang akhirnya kemudian memutuskan untuk mencabut gugatannya. Ia malu, bagaimana dendanya itu hanya dihargai oleh koin-koin yang dikumpulkan -mungkin juga- di pinggir-pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOIN MENGHILANG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Entah kebetulan atau tidak, semenjak adanya koin peduli Prita, seakan-akan koin yang beredar di masyarakat semakin sedikit jumlahnya alias menghilang. Bahkan banyak pedagang yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan uang recehan (koin) tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ini juga bisa jadi akibat adanya aksi besar-besaran untuk menggalang dukungan terhadap nasib Prita Mulyasari dalam bentuk pengumpulan koin peduli. Masyarakat juga mulai berani menyuarakan kebenaran dan keadilan, meski tidak jarang, mereka harus berhadapan dengan 'bogem' mentah dari aparat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara keadilan dari seorang rakyat jelata jelas menunjukkan akan sangat mengerikan jika rakyat kecil secara bersama-sama (bersatu) melawan penegak hukum untuk mendapatkan keadilan yang selama ini jauh dari kehidupan mereka. Contoh kecil beberapa kasus yang membuat kita tertawa geli, seorang koruptor yang telah menghabiskan uang rakyat hukumannya sangat tidak sesuai dengan apa yang diperbuatnya. Belum lagi tempat penahanannya pun 'sangat istimewa'. Tidak jarang mereka masih bisa membawa handphone, atau menikmati berbagai acara di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak demikian dengan nasib rakyat jelata. Gara-gara sebutir buah kakao, mereka berhadapan dengan penegak hukum, kemudian juga gara-gara mengisi batrei handphone yang berada dalam apartemen yang ditempatinya, penghuni ini diteriaki maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.... begitulah nasib wong cilik, rakyat jelata, atau apalah namanya, yang pasti keadilan di Indonesia belum dapat dikatakan adil yang sebenarnya. Beberapa diantaranya, keadilan itu milik orang kaya, berduit, mobil mewah, dan sejenisnya.      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-7010904025118081768?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/7010904025118081768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=7010904025118081768&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7010904025118081768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7010904025118081768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/12/prita-sang-pahlawan-keadilan-pendobrak.html' title='Prita - Sang Pahlawan Keadilan Pendobrak Kebobrokan'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-6204466776789961400</id><published>2009-12-14T17:36:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T17:44:22.390-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membongkar Kejahatan AS Dalam Bidang Kesehatan (3)'/><title type='text'>Membongkar Kejahatan AS Dalam Bidang Kesehatan (3)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMYCOMP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dunia Dibohongi Terus-Menerus &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dalam upaya mewujudkan tatanan dunia baru, AS tak segan-segan memusnahkan manusia, tak kecuali penduduknya sendiri. Mengapa ? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;JERRY D Gray&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, wartawan, peneliti, penulis buku dan mantan Angkatan &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-style: italic;" st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Udara&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;AS&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ini membeberkan dalam sebuah seminar di Naturaid Agrobisnis Centre Jombang, agar kita semua berhati-hati. Berikut ini lanjutan tulisannya :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Banyak korban eksperimen- eksperimen awal senjata biologi di Amerika adalah orang-orang Amerika sendiri (laboratorium kelinci percobaan putih). Korban-korban dari program biologi ini termasuk juga ribuan tentara Amerika yang terkontaminasi &lt;i&gt;lewisite, phosgene, &lt;/i&gt;dan bom khlor. Uji coba-uji coba ini berhasil dengan baik dan menimbulkan banyak tentara sakit atau tewas. Sebagai dampak langsung dari hal ini, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dan Inggris antara tahun 1916 dan 1918 telah menggunakan 125.000 ton &lt;i&gt;phosgene, mustard gas, &lt;/i&gt;dan khlor dalam proyektil yang digunakan untuk melawan tentara Jerman dan menimbulkan kurang lebih 400.000 tewas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Inggris dan Amerika Serikat sangat senang menggunakan &lt;i&gt;phosgene, &lt;/i&gt;yang memiliki konsentrat yang mematikan 1/8 dari jumlah gas khlor dapat menimbulkan kematian yang hebat. Pertama-tama seorang tentara yang menghirupnya akan batuk beberapa kali, dan kemudian terus tanpa henti. Setelah lebih dari 48 jam, paru-parunya akan mulai pecah dan ia akan menghirup darah dan cairan-cairan tubuhnya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Pada Juni 1916, dalam Perang Somme, kekuatan sekutu menggunakan kombinasi gas phosgene dan khlor sepanjang 17 mil (27,3 km) didepan, yang kemudian menyebar sepanjang 12 mil (19,3 km) di belakang garis pertahanan Jerman membunuh semua orang dan semua hal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Hal yang disukai lainnya adalah gas &lt;i&gt;mustard. &lt;/i&gt;Mulanya, gas &lt;i&gt;mustard, &lt;/i&gt;akan menimbulkan iritasi kecil pada mata dan tenggorokan korban, yang kemudian bertambah parah disertai rasa sakit yang dahsyat. Gas &lt;i&gt;mustard &lt;/i&gt;adalah agen panas yang melepuhkan, dan menimbulkan pendarahan dan luka-luka dikulit juga paru-paru dan mata. Korban akan menjadi buta, dan potongan-potongan besar kulitnya akan berjatuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Sepanjang tahun 1920-an dan 1930-an, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menggunakan gas &lt;i&gt;mustard &lt;/i&gt;terhadap laki-laki, perempuan, dan anak-anak di Filipina dan Puerto Rico yang menentang pendudukan Amerika Serikat. Hal ini terbukti merupakan cara yang sangat efektif untuk mengendalikan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Semprot para demonstran dengan gas &lt;i&gt;mustard &lt;/i&gt;, bunuh mereka semua. Hari berikutnya sudah tidak ada seorangpun yang menentang. Apakah pikiran saya yang sesat, atau hal ini merupakan suatu kasus hak asasi manusia ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Sejak tahun 1738 hingga 1930-an Amerika Serikat telah menyemprotkan gas dan menyebarkan hampir kepada siapa saja yang mereka tidak sukai, atau yang mereka anggap penting bagi pengembangan program persenjataan biologi dan kimia atas nama ilmu dan agresi. Dunia telah dibohongi terus menerus oleh Amerika Serikat dan sekutunya. “Mengapa anda masih memercayai mereka hingga hari ini?” Tanya Jerry D Gray.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Protokol&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1925 (lelucon) disusun untuk melarang penggunaan gas pencekik, beracun, atau lainnya, dan metode-metode perang menggunakan bakteriologi dimaksudkan untuk melindungi kita dari senjata pemusnah massal ini. Tapi kita semua salah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Pada tahun 1925 pada Konferensi Jenewa bagi Pengawasan Lalu Lintas International atas Senjata (Supervision of the International Traffic in Arms), seperti biasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Amerika Serikat mengambil inisiatif untuk melarang ekspor gas-gas bagi penggunaan dalam peperangan. Atas saran Prancis, diputuskan agar disusun suatu protokol dalam hal dilarangnya penggunaan gas-gas beracun. Dan atas saran Polandia, pelarangan diperluas hingga penggunaan senjata biologi. Ditandatangani pada 17 Juni 1925, Protokol Jenewa menyatakan pelarangan yang sebelumnya tertuang dalam pakta &lt;st1:city st="on"&gt;Versailles&lt;/st1:city&gt; dan &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Washington&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;, dan menambah pelarangan dalam hal perang biologi.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Di tahun 1931, Dr. Cornelius Rhoads, seorang agen pemerintah yang dikontrak oleh &lt;i&gt;Rockefeller Institute for Medical Investigation, &lt;/i&gt;mulai menginfeksi laki-laki, perempuan, dan anak-anak dengan sel-sel kanker. Berikutnya, sebagai Ketua Divisi Senjata Biologi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, dan juga sebagai anggota Komisi Energi Atom, &lt;i&gt;Rhoads menjalankan percobaan radiasi rahasia yang dilakukan terhadap ribuan warga AS yang tidak dicurigai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Dalam surat-suratnya untuk Departemen Pertahanan, Rhoads secara gamblang menyebutkan &lt;i&gt;“pembasmian” &lt;/i&gt;para pemberontak dengan menggunakan “&lt;i&gt;Bom Kuman”&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Pada saat ditanya mengenai penduduk Puerto Rico, Dr. Rhoads menulis, “Yang dibutuhkan kepulauan itu bukanlah pekerjaan bagi kesehatan umum, tetapi sebuah ombak pasang,yang dapat menghabiskan seluruh populasi”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Dr. Rhoads lebih lanjut mengatakan, “&lt;i&gt;Orang-orang &lt;st1:place st="on"&gt;Puerto Rico&lt;/st1:place&gt; adalah ras manusia yang paling jorok, paling malas, dan paling berbahaya dan ras pencuri yang pernah hidup dibumi ini. Saya telah melakukan yang terbaik yang saya mampu untuk melakukan proses pemusnahan, dengan melakukan pembunuhan terhadap 8 dan mentransplantasi kanker ke beberapa lagi….Semua ahli kesehatan menerimanya dengan senang hati dalam penyiksaan atas korban yang tak berdaya.”&lt;/i&gt; Dr. Rhoads mengklaim telah menginjeksi ratusan orang &lt;st1:place st="on"&gt;Puerto  Rico&lt;/st1:place&gt; dengan sel kanker.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Dr. Rhoads berasosiasi dengan &lt;i&gt;the Rockefeller Institute&lt;/i&gt;, sebuah institusi yang dikenal telah memberikan ijinnya untuk melakukan pembunuhan massal terhadap ras-ras non kulit putih, dengan secara sengaja dan sadistis menginjeksi kuman-kuman mematikan. Dia bukan satu-satunya dokter yang berada dalam daftar gaji Rockefeller yang dipertanyakan tujuan dan niatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Pada 1931, Pemerintah Amerika Serikat mulai melakukan eksperimen dengan Siphilis. Korban pertama yang dikenal adalah seorang kulit hitam yang tinggal di &lt;st1:city st="on"&gt;Tuskegee&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Alabama&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;. Di tahun 1932, dokter-dokter pada Pelayanan Kesehatan Umum tidak melakukan pengobatan terhadap pasien yang terinfeksi dalam rangka mempelajari perkembangan penyakit tersebut pada subjek hidup. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pasien tidak mengetahui bahwa mereka dijadikan eksperimen pada studi yang diakui secara resmi oleh pemerintah itu. Mereka pikir mereka mendapatkan pengobatan untuk penyakitnya. Padahal, mereka diberi obat-obatan palsu (misalnya gula, &lt;i&gt;baking powder&lt;/i&gt;, dsb)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Sepuluh tahun berikutnya, ribuan warga Amerika terekspos berbagai macam agen biologi dan kimia. Ini termasuk 400 tahanan di penjara &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Chicago&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada tahun 1942. mereka semua terinfeksi malaria dalam rangka memperoleh &lt;i&gt;“profil dari penyakit tersebut&lt;/i&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Pemerintah Amerika Serikat juga memberikan ijin bagi Komisi Energi Amerika untuk secara rahasia menginjeksi pasien-pasien rumah sakit dengan Plutonium agar mendapatkan “&lt;i&gt;profil&lt;/i&gt;” efek jangka panjang. Sebagian besar individu ini menjadi sakit parah dan kemudian meninggal. [&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Bersambung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-6204466776789961400?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/6204466776789961400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=6204466776789961400&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/6204466776789961400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/6204466776789961400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/12/membongkar-kejahatan-as-dalam-bidang.html' title='Membongkar Kejahatan AS Dalam Bidang Kesehatan (3)'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-1751182689943750254</id><published>2009-11-22T15:38:00.001-08:00</published><updated>2009-11-22T15:51:27.023-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kpk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kiamat 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membongkar Kejahatan  AS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Membongkar Kejahatan  AS (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:15;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Upaya Merusak Kesehatan Manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;Upaya Amerika merusak kesehatan manusia, bukan cuma melalui virus flu burung. Tapi bisa juga flu babi yang sempat menggegerkan dunia beberapa waktu lalu. Yang sangat aneh, seperti yang terjadi di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Flu babi cuma menyerang sejumlah santri di Pondok Pesantren besar. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JERRY D Gray&lt;/span&gt;, muallaf warga AS yang kini proses kewarganegaraan RI ini dalam seminar di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Naturaid Agrobisnis Centre&lt;/span&gt;, Jombang mengungkapkan penyebaran virus bisa melalui berbagai cara, termasuk terakhir ini melalui pesawat udara khusus. “&lt;i&gt;Kebiadapan&lt;/i&gt;” AS dalam upaya penyebaran kuman-kuman penyakit kepada manusia, dibeberkan sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEBELUM&lt;/span&gt; Amerika Serikat terbentuk menjadi sebuah Negara, kekuatan yang mengatur dan mengendalikan tanah yang baru tersebut adalah terorisme, pemusnahan massal, dan perang biologi melalui penyebaran kuman-kuman dan penyakit-penyakit terhadap penduduk aslinya. Salah satu penyerangan yang tercatat dalam sejarah adalah yang dilakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh Jenderal Jeffrey Amherst.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa data yang tertuang dalam &lt;i&gt;the Atlas of the North American Indian&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;the Conspiracy of Pontiac and the Indian War after the Conquest of Canada&lt;/i&gt;, menunjukkan bahwa pahlawan militer yang terkenal ini, telah “&lt;i&gt;menyetujui&lt;/i&gt;” pendistribusian selimut dan sapu tangan yang telah terkontaminasi bibit cacar untuk digunakan sebagai alat perang wabah penyakit terhadap Indian Amerika. Bahkan, ada bukti tertulis berupa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang ditulis sendiri oleh Jeffrey Amherst.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam suratnya kepada Kolonel Henry Bouquet, Komandan Angkatan Bersenjata Inggris, Jenderal Amherst bertanya, “&lt;i&gt;Tidak bisakah diatur suatu cara bagi pengiriman bibit campak kepada suku-suku Indian yang tidak menyenangkan itu ? &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam hal ini kita harus menggunakan strategi untuk dapat mengurangi jumlah mereka.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bouquet menjawab, “&lt;i&gt;Saya akan mencoba untuk menularkan penyakit tersebut kepada mereka melalui selimut-selimut yang akan jatuh ke tangan mereka, dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak ikut tertular.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sangat jelas terdokumentasikan dalam catatan milik William Trent, tertanggal 24 Mei 1763, seorang komandan militer lokal dari Pittsburgh. “&lt;i&gt;Kami memberi mereka dua selimut dan sebuah sapu tangan yang kami ambil dari Small Pox Hospital. Saya harap itu akan menimbulkan dampak yang diharapkan.” &lt;/i&gt;Epidemi cacar secara cepat tersebar di antara lelaki, wanita, dan anak-anak suku Pontiac.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jenderal Amherst sangat terkesan atas hasil yang sangat efektif pada perang kuman tersebut. Sehingga dalam suratnya kepada Kolonel Henry Bouquet tertanggal 16 Juli 1763, dia mengesahkan perang biologi sebagai kebijakan resmi Amerika dan memerintahkan penyebaran selimut-selimut yang terinfeksi campak untuk “&lt;i&gt;memusnahkan para Indian&lt;/i&gt;” dan menyarankan agar Bouquet “&lt;i&gt;mencoba metode-metode lain yang dapat memusnahkan ras yang buruk ini.” &lt;/i&gt;Dalam suratnya tertanggal 26 Juli 1763, Bouquet menjawab surat Amherst dan mengonfirmasi bahwa “&lt;i&gt;seluruh petunjuk anda akan kami perhatikan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seratus tahun kemudian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, secara berkala, penggunaan kuman sebagai senjata dalam peperangan telah menjadi kebijakan AS. Secara berkala, sepanjang abad ke-19, angkatan bersenjata AS menyebarkan selimut-selimut dan benda-benda lain yang telah terkontaminasi bibit penyakit kepada suku asli Amerika, termasuk mereka yang telah ditahan di kamp-kamp konsentrasi (Pemerintah secara resmi menyebut lokasi ini sebagai “&lt;i&gt;wilayah reservasi/reservations”). &lt;/i&gt;Tujuan dari serangan biologi ini adalah untuk memusnahkan dan membunuh sebanyak mungkin Indian Amerika, jika tidak menghancurkan mereka semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Agen penyebar penyakit yang digunakan tercatat dalam sejara bukan hanya cacar. Saat ini, merekapun menggunakan &lt;i&gt;Variola&lt;/i&gt;, yang dapat disimpan dalam kondisi kering, juga kolera dan cacar. Metode penyebaran yang mereka pilih masih melalui penyebaran selimut-selimut dan alat-alat lain yang didistribusikan kepada para Indian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Di tahun 1900&lt;/b&gt;, angkatan bersenjata Amerika Serikat mulai bereksperimen dengan berbagai senjata biologi, sebagian diantaranya digunakan pada tahanan perang baik warga Amerika maupun asing. Para korban termasuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; orang tahanan warga Filipina yang tercemar berbagai macam jenis penyakit, dan 29 tahanan yang secara sengaja ditularkan penyakit beri-beri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Di tahun 1915&lt;/b&gt;, agen-agen pemerintah mulai melakukan percobaan dengan racun-racun yang dapat menyerang dan menghancurkan otak dan system syaraf pusat. Dua belas orang Amerika yang di tahan di penjara &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Mississippi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; tercemar &lt;i&gt;pellagra &lt;/i&gt;(kekurangan Vitamin B3 atau niacin).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengembangan atau percobaan-percobaan yang intensif atas senjata kimia dan biologi, telah dilakukan secara rutin di Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dikatakan bahwa sejarah perang biologi dimulai oleh Fritz Haber, seorang ahli kimia terkenal, yang telah mengembangkan gas-gas beracun untuk Jerman selama Perang Dunia Pertama. Sebelumnya, Haber sudah dikenal karena keberhasilannya menemukan proses penyulingan nitrat yang dapat digunakan untuk membuat bahan peledak ataupun pupuk. Selama Perang Dunia Pertama, ia mendedikasikan dirinya bagi pengembangan gas beracun yang dapat dengan mudah membunuh manusia yang bersembunyi di lubang-lubang persembunyian. Gas-gas beracun sudah sangat banyak jumlahnya. Apa yang diusahakan oleh Haver adalah suatu racun yang dapat disebarkan sacara sempurna dalam medan peperangan. Haber melakukan pekerjaannya di Institut Berlin, dan mulai melakukan penyulingan gas khlor, yang tak berapa lama kemudian dilakukan percobaan dalam suatu medan perang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada tahun 1919 dia dianugerahi penghargaan Nobel dalam bidang kimia. Namun demikian, ada bukti sejarah yang menyatakan bahwa Perang Kimia sebenarnya dimulai di Amerika Serikat. Pada tahun 1862, Edwin Stanton, Menteri Peperangan masa Presiden Lincoln, menerima sebuah proposal mengenai Perang Kimia dari Mr. John Doughty dari New York, yang didalamnya digambarkan pula suatu bentuk senjata pengebom. Mr. Doughty menulis , “Diatas ini adalah sebuah proyektil yang telah saya rancang untuk menyerang musuh. Sangat mengerikan apa yang dapat dilakukannya terhadap alat pernafasan, bahkan dalam jumlah yang sangat sedikit saja dapat menimbulkan batuk yang tak terkendali dan tak terhenti. Sebuah proyektil memuat dua atau tiga &lt;i&gt;quart&lt;/i&gt; (1 &lt;i&gt;quart = 0.9463 &lt;/i&gt;liter) cairan khlor berisi berkubik-kubik gas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dia terus menjelaskan panjang lebar menggambarkan potensi dari bom kimianya terhadap kapal-kapal, kota-kota, manusia ditempat persembunyian. “&lt;i&gt;Atas pertanyaan moral yang timbul, saya menemukan jawaban yang agak paradoks, bahwa penggunaannya dapat mengurangi rasa kesukaan atas suatu peperangan dan mengarahkan konflik ke dalam penyelesaian yang lebih tuntas dan berkepastian.” &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;bersambung&lt;/b&gt;]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-1751182689943750254?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/1751182689943750254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=1751182689943750254&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1751182689943750254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1751182689943750254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/11/membongkar-kejahatan-as-2.html' title='Membongkar Kejahatan  AS (2)'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-7902581275282122951</id><published>2009-11-19T03:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T05:06:43.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='namru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jerry D Gray'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amerika serikat'/><title type='text'>Oleh-Oleh Dari Seminar Problematika Dunia Kesehatan (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Membongkar Kejahatan AS Merusak Kesehatan Manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Minggu, 15 November 2009 yang lalu, digelar seminar bertajuk “Problematika Dunia Kesehatan”. Seminar yang diselenggarakan oleh pengobatan herbal Naturaid Centre kerjasama dengan Pemuda Muhammadiyah ini menampilkan &lt;b style=""&gt;Jerry D Gray&lt;/b&gt;, Penulis dan Peneliti dari alumni AU USA. Dihadapan ratusan peserta yang datang dari berbagai daerah di Jatim ini, penulis buku &lt;i style=""&gt;Deadly Mist&lt;/i&gt; membeberkan kejahatan AS dalam bidang kesehatan berikut ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Flu Burung :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Avian Influenza&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt; (flu unggas), biasa dikenal dengan flu burung adalah salah satu virus flu yang paling aneh yang pernah saya tahu atau dengar sepanjang hidup saya. Saya tidak pernah mengetahui adanya suatu virus yang sangat selektif, ia mampu terbang ratusan mil melewati jutaan manusia yang dapat ia tularkan, hanya untuk menularkan pada dua atau tiga orang dan kemudian terbang kembali beberapa ratus mil lagi untuk memangsa korbannya yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Bahkan media internasional melewatkan berita utama –seperti wabah sebagaimana dibahas di bawah ini – dan memberikan prioritas lebih kepada satu atau dua kasus flu burung. Sebagai seorang jurnalis, saya merasa ini sebagai suatu keanehan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;  Selama bulan Januari tahun (2007) saja, lebih dari 4.800 orang Indonesia terinfeksi oleh demam berdarah dan 75 meninggal dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;  Selama tahun 2006, lebih dari 350.000 orang terinfeksi dan sedikitnya 1.500 meninggal dunia karena demam berdarah di seluruh asia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;  Selama setengah tahun pertama tahun 2007 di seluruh Indonesia, tercatat lebih dari 100.000 kasus demam berdarah membunuh 1.100 orang. Pejabat Kesehatan di Jakarta percaya bahwa angka ini akan naik hingga 200.000 pada akhir tahun, bandingkan dengan 114.000 orang yang terinfeksi di tahun 2006. liputan berita internasional mengenai epidemi ini sangat minim. (Catatan kaki 2).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Ini adalah epidemi yang sangat serius, namun sangat kecil sekali liputannya oleh agen berita internasional. Ketika satu atau dua kasus flu burung diangkat ke permukaan, hal ini secara otomatis menjadi berita utama selama dua atau tiga minggu. Ini sangat tidak lazim. Sepertinya ada suatu hubungan antara flu burung dan media internasional. Saya ingin tahu kira-kira hubungan apa itu ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Sebelum saya memulai bab ini, saya ingin menjalaskan bahwa saya bukanlah seorang dokter, komentar-komentar dan kesimpulan- kesimpulan saya didasarkan pada bukti-bukti yang ada, pengakuan- pengakuan, pertimbangan- pertimbangan deduktif, logika dan &lt;i&gt;common sense&lt;/i&gt;. Dalam banyak hal didalam buku ini, saya yakin kita akan membuat kesimpulan yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Untuk alasan logis apa pemerintah AS memaksa dan mengancam Indonesia untuk membeli kaki ayam dari mereka ? Mengapa epidemi flu burung dimulai tidak berapa lama setelah pemerintah Indonesia menolak untuk mengimpor kaki ayam dari Amerika Serikat? Ratusan ribu ayam dipotong di Indonesia, sehingga mengalahkan persaingan ayam AS. Saya pribadi merasa ini sesuatu yang aneh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;12 Oktober 2005, &lt;i&gt;Asia Pulse&lt;/i&gt; melaporkan bahwa Menteri Pertanian Indonesia Bapak Anton Aprijantono telah menolak pernyataan bahwa pemerintah berencana untuk mengizinkan impor potongan kaki ayam dari negara-negara Amerika dan Eropa. Pak Anton mengatakan, “Rumor yang mengatakan Bahwa Indonesia akan melakukan impor potongan kaki ayam sama sekali tidak memiliki dasar, dan kami akan menolaknya jika kami menerima permintaan dari sekelompok tertentu”. Ia menambahkan bahwa rumor mengenai Indonesia akan mengimpor potongan kaki ayam memang banyak sekali. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa ia tidak mengharapkan potongan kaki ayam diimpor, karena presiden sama sekali tidak membahasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Bapak Menteri Anton Aprijantono menjelaskan “Sungguh, kami tidak akan mengimpor potongan kaki ayam, karena produksi domestik kami cukup untuk memenuhi permintaan pasar.” “Bahkan ada tendensi produksi nasional akan berlebih dikarenakan adanya (flu unggas) dan kenaika harga minyak yang lebih dari 100%.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Alasan mengapa Menteri Pertanian menolak untuk mengimpor potongan kaki ayam adalah karena ketidakyakinan apakah ayam-ayam yang dipotong di negara-negara Amerika dan Eropa dikelola dengan cara yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;“&lt;i&gt;Mengelola pemotongan ayam berdasarkan hukum Islam atau tidak adalah isu yang sangat sensitif bagi peternak ayam lokal dan Muslim Indonesia.”. &lt;/i&gt;Ia juga mengatakan bahwa para peternak ayam unggas sedang berusaha keras untuk bangkit setelah serangan flu burung. “&lt;i&gt;Jika potongan kaki ayam impor tiba di Indonesia, kondisi para peternak ayam kami akan menjadi semakin parah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Bukanlah ini apa yang sebenarnya ingin di capai oleh Tatanan Dunia Baru rekayasa AS. Pertama mereka menghancurkan bisnis anda (industri ayam, flu burung) kemudian mereka menyuplai anda dengan ayam-ayam mereka yang sangat mungkin merupakan hasil produk genetik sehingga menimbulkan efek terhadap kondisi kesehatan anda secara keseluruhan. Jika misalnya, Indonesia tidak mengikuti rekomendasi yang penuh tekanan dari pemerintah AS, maka mereka akan menghentikan pengiriman ayam-ayam ini (dan mungkin produk-produk lainnya) sehingga menaikkan harga lokal dan menghasilkan krisis karena kurangnya suplai ayam, suplai yang sekarang mereka (USA) kendalikan. Menteri Pertanian sangat bijaksana dengan menolak untuk mengimpor potongan kaki ayam dari Amerika Serikat. Saya sangat ingin tahu siapa yang sebenarnya mengendalikan ekspor potongan kaki ayam di Amerika Serikat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Pada 5 Mei 2008, sekelompok dokter yang berpengaruh telah membuat suatu draf yang mengejutkan mengenai daftar rekomendasi untuk menentukan pasien mana yang dibiarkan untuk meninggal dunia selama pandemi flu burung atau bencana lainnya. Catatan daftar yang disarankan tersebut dihimpun oleh militer, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit, Departemen Kesehatan, Departemen Pemerintah, dan kelompok-kelompok medis. “Sebagai persiapan, &lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;rumah sakit- rumah sakit harus menunjuk tim triage dengan tugas seperti Tuhan yang menentukan siapa yang akan dan tidak akan mendapat perawatan yang dapat menyelamatkan jiwanya,&lt;/span&gt;”&lt;/i&gt; kata salah satu anggota tim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari menuduh World Health Organization (WHO) dan Amerika Serikat melakukan konspirasi dalam pengumpulan sample virus flu burung dan produksi vaksin-vaksinnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;“Saya tidak membuat-buat cerita. Saya mendasarkan buku saya dari pengalaman saya sendiri. Ada bukti-bukti yang nyata mengenai hal ini,” Siti Fadillah Supari mengatakannya dalam suatu diskusi mengenai buku barunya yang baru beredar Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di balik Flu Burung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;“Saya katakan pada WHO bahwa mekanisme mereka dalam mengumpulkan virus-virus dari negara-negara berkembang sangat tidak adil. Cara yang sama sebuah negara imprialis memperlakukan koloninya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Pada saat itu, katanya, pertanyaannya membuat Amerika Serikat marah dan ia kemudian menyampaikan kecurigaannya atas “konspirasi antara WHO dengan negara &lt;i&gt;superpower&lt;/i&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Ibu Siti (Menteri Kesehatan Indonesia) menolak cara diplomatik untuk mengurangi ketegangan yang terjadi antara Indonesia dan WHO. “Diplomasi di mata negara-negara superpower, berarti kita harus melakukan apa yang mereka ingin kita lakukan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Ibu Siti Fadillah Supari selanjutnya marah ketika mengetahui bahwa sample flu burung yang ia kirimkan digunakan secara eksklusif oleh 15 orang ilmuwan di Laboratorium Amerika Serikat di Los Alamos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Seorang peneliti &lt;i&gt;biodefense&lt;/i&gt; di Kementrian Pertahanan, Isro Samiharjo, mengatakan kepada para tamu bahwa Pemerintah AS menggunakan Los Alamos untuk mengembangkan senjata biologi (ini benar!).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Menteri Kesehatan Indonesia (Siti Fadillah Supari) adalah seorang wanita pemberani karena telah melawan WHO dan Amerika Serikat. Dunia memerlukan banyak orang sepertinya di posisi-posisi yang berpengaruh untuk melayani dan melindungi mereka yang tidak bersalah dari mereka-mereka yang hanya peduli atas keuntungan dan ambisi rasis. Menteri Kesehatan Indonesia berdiri tegak untuk negara demi negaranya dan kemanusiaannya, dengan tanpa peduli atas dampak negatif terhadap dirinya dan kariernya. Dia melakukan semua ini untuk rakyat Indonesia, dia melakukan semua ini untuk warga dunia. Di mata saya beliau adalah pahlawan bagi seluruh warga Indonesia. Semoga Allah mengaruniai Indonesia dengan orang-orang seperti beliau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Reaturs&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laboratorium Media Angkatan Laut AS (NAMRU) “tidak transparan” dalam operasinya&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;(Mei 07, 2008)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan virus-virus flu burung yang kita kirimkan&lt;/span&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;(Menteri Kesehatan Indonesia, Siti Fadillah Supari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;“Indonesia berusaha untuk membela kepentingan negara-negara miskin dengan menolak untuk berbagi sample virus flu burung dengan Negara Barat dan terkunci dalam kesalahfahaman budaya atas isu tersebut”. Menteri Kesehatan mengungkapkannya pada hari Rabu. Siti Fadillah Supari lebih lanjut mengatakan dalam wawancaranya, bahwa laboratorium Media Angkatan Laut AS (NAMRU) yang berada di Indonesia untuk melakukan penelitian atas penyakit-penyakit tropis sama sekali tidak memberikan keuntungan apapun pada negara tuan rumah, dan tidak transparan dalam operasinya. Menteri mengatakan bahwa Laboratorium Media Angkatan Laut AS di Jakarta telah menerima sample virus dari seluruh bagian Indonesia, tetapi sekarang sudah dihentikan. &lt;i&gt;“Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan virus-virus yang kami kirimkan itu.&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;OBAT FLU BURUNG RACUN BAGI REMAJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Pada 13 Mei 2008, kecemasan timbul terhadap efek samping dari obat flu burung Tamiflu terhadap remaja. Tamiflu adalah anti virus untuk influenza umum A dan B yang dibuat oleh Hoffman La Roche’s di Swiss, tetapi digunakan juga untuk melawan flu burung. Walau demikian, kekhawatiran telah muncul tentang kemungkinan obat tersebut menimbulkan kerusakan mental bagi remaja. Walaupun obat ini menjadi satu-satunya obat yang terakreditasi oleh WHO (World Health Organization) sebagai obat efektif melawan virus H5N1, Pemerintah Jepang dan Korea melarang obat tersebut diberikan kepada remaja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Badan Makanan dan Obat-obatan Korea mengumumkan bahwa obat tersebut tidak diperkenankan untuk diberikan kepada para remaja antara 10 hingga 19 tahun, kecuali dalan kondisi yang sangat mendesak. Keputusan Pemerintah ini dikeluarkan setelah Badan Kesehatan Jepang melarang obat ini diberikan kepada para remaja pada bulan Maret 2007.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;“Sepertinya rekan-rekan keluarga Bush menerima banyak kontrak yang menguntungkan, terima kasih pada flu burung. Apakah ini suatu kebetulan ? Apakah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;flu burung diciptakan sebagai alat untuk mengendalikan populasi, dan sekaligus membuat perusahaan-perusahaan farmasi “tertentu” menjadi semakin kaya ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Sejak saat itu, ada 1.268 kasus perilaku luar biasa yang dilaporkan, dan 85% adalah remaja. Mereka dilaporkan melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari gedung-gedung atau mobil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Pada 19 Mei 2008, GlaxoSmith Kline Plc, Produsen obat-obatan terbesar di Eropa, memenangkan izin untuk menjual vaksin flu pra-pandemi yang bernama Prepandix, terjual di 29 negara untuk melindungi rakyatnya dari virus sebelum atau pada awal pandemi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Peringatan para Ilmuwan terhadap Epidemi Flu Burung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;(27 Mei 2008)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Para ilmuwan memperingatkan pada hari senin bahwa keturunan flu burung telah maju mendekati pengembangan ciri-ciri yang dibutuhkan untuk menciptakan suatu epidemi di kalangan manusia. Para peneliti yang menganalisa sample virus yang bernama H7N2 yang dapat beradaptasi lebih baik pada mamalia hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Para ilmuwan mengidentifikasi turunan kedua H7 yang dapat menimbulkan Pandemi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;(27 Mei 2008)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Menurut para ilmuwan Amerika, Flu burung turunan H5N1 sejauh yang ini telah membunuh 241 orang bukan satu-satunya yang dapat menciptakan pandemi. Para ilmuwan telah menemukan bahwa beberapa turunan H7 sudah mulai berevolusi menjadi turunan yang dapat secara mudah menginfeksi manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Dari contoh diatas, dapatkah anda melihat bagaimana para master manipulasi pikiran melalui media berusaha menakut-nakuti setengah penduduk dunia ? Begitu orang-orang mulai menanggapi epidemi flu burung dengan seksama, mereka akan mulai membeli obat-obatan flu burung untuk memproteksi diri. Ini sangat manusiawi. Sifat manusia adalah mereka takut mati dan akan melakukan apapun untuk melindungi diri mereka. Sehingga dalam kasus ini, mereka akan melakukan vaksinasi dan membeli banyak obat-obatan sebagai usaha preventif, tanpa menyadari anak-anak remaja akan berakhir melakukan bunuh diri karena efek samping dari tamiflu. Sementara perusahaan- perusahaan farmasi “&lt;i&gt;besar&lt;/i&gt;” menciptakan jutaan dolar. Disamping potensi berbahaya dari efek sampingnya, tamiflu belum pernah terbukti efektif melawan flu burung, hanya WHO yang menyatakan demikian, walaupun bukti-bukti menunjukkan sebaliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Flu Burung Lebih Mematikan Daripada 10 Bom Hidrogen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;(31 Mei 2008)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Para ilmuwan mengkhawatirkan sifat alami penyakit ini (influenza burung), setelah menjadi pandemi, dapat lebih mematikan daripada sepuluh bom hidrogen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Ini lagi sebuah contoh teror media yang sempurna. Judul berita ini jelas menyatakan bahwa flu burung, begitu ia menjadi epidemi, akan menimbulkan kerusakan lebih dahsyat dari 10 bom hidrogen. Ini sepenuhnya merupakan spekulasi tidak berdasar fakta (sebuah kampanye untuk membuat orang takut). Jika anda meledakkan bom hidrogen di New York, kerusakannya tentu sangat parah, tetapi jika bom tersebut diledakkan di Kutub Utara, hampir tidak akan ada korbannya. Contoh yang sama mungkin dapat diterapkan terhadap flu burung, jika virus tersebut benar-benar bermutasi menjadi virus yang mematikan seperti yang digembar-gemborkan oleh WHO dan media internasional pada dunia (dan mengingatkannya pada kita setiap hari sepanjang tahun), dan lokasinya terpencil dan terisolasi, maka kerusakan yang akan ditimbulkannya tentu juga minimal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Petunjuk-petunjuknya sangat mengerikan, yaitu jika anda telah membaca enam bab pertama dari buku ini, anda akan melihat suatu pola mulai terbentuk. Ada beberapa kasus flu burung yang dilaporkan secara besar-besaran oleh media diseluruh dunia dengan disertai peringatan- peringatan oleh WHO mengenai kemungkinan akan terjadinya epidemi global. Dengan yang sebenarnya, dan mereka mengikuti langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan oleh pemerintah mereka dan WHO. Vaksin diproduksi secara massal oleh perusahaan- perusahaan farmasi (pilihan) yang biasanya memiliki ikatan dengan nazi Jerman, keluarga Bush, dan teman-teman mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Uang kita kemudian terperas habis, suatu epidemi yang kekuatannya tak terbayangkan benar-benar terjadi, (makin sedikit manusia), orang-orang non kulit putih, orang-orang dengan penyakit, dan orang-orang yang melawan Tatanan Dunia Baru terbunuh. (Lady Diana secara luas mengumumkan posisinya yang menentang Tatanan Dunia Baru, dan ia kemudian tewas dua minggu kemudian). Dengan setengah penduduk dunia dalam keadaan sakit atau sekarat, Tatanan Dunia Baru akan dapat bergerak dengan lebih bebas mengatur planet ini. Mereka benar-benar ada dan kita harus menanggapi hal ini dengan serius, sebelum semuanya terlambat. (bersambung)&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-7902581275282122951?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/7902581275282122951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=7902581275282122951&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7902581275282122951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7902581275282122951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/11/oleh-oleh-dari-seminar-problematika.html' title='Oleh-Oleh Dari Seminar Problematika Dunia Kesehatan (1)'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-489293561298923609</id><published>2009-11-16T17:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T18:34:51.580-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontroversi kiamat film 2012'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kiamat 2012'/><title type='text'>Kontroversi Film Kiamat 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SwIKBy2kylI/AAAAAAAAANw/wEoPVEdVsyM/s1600/pic+film+kiamat+2012.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SwIKBy2kylI/AAAAAAAAANw/wEoPVEdVsyM/s320/pic+film+kiamat+2012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404893528744839762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Fatwa MUI Jawa Timur yang mengharamkan melihat film 'Kiamat 2012' secara tidak langsung ikut serta mempopulerkan (mempromosikan -red) film tersebut. Masyarakat saat ini cenderung penasaran dengan hal-hal yang dilarang, sehingga cenderung mendorongnya untuk melihat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENURUT&lt;/span&gt; penulis, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim tidak seharusnya mengharamkan menonton film tersebut. Tapi lebih pada pengambilan hikmah dari pemutaran film tersebut untuk senantiasa lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan umat. Pasalnya, siapa pun tidak ada yang tahu kapan terjadinya kiamat. Tapi yang pasti kiamat itu pasti datang dan akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak harus memikirkan kiamat kubro (kiamat besar), dimana kehancuran alam semesta akan terjadi. Pada tingkatan lebih kecil lagi, seharusnya kita lebih mengacu pada terjadinya kiamat sughro (kiamat kecil) yang berupa kematian. Inilah yang perlu dipertegas dalam menyikapi film Kiamat 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis tidak menyalahkan dan tidak membenarkan, yang penulis lebih tekankan disini adalah kiamat itu pasti datang. Entah itu berapa jam kedepan, esok, seminggu lagi, sebulan, setahun atau berapa tahun lagi. Yang menjadi pertanyaannya adalah apa yang telah kita siapkan untuk menyongsong kejadian -yang menurut manusia itu- sangat mengerikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sesaat setelah tubuh kita dimasukkan ke liang lahat, kemudian pengantar mulai meninggalkan 'rumah' singgah ketiga setelah di dunia. Siapakah yang akan menemani kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah pemikiran untuk membuat coretan-coretan ini. Setidaknya hikmah dibalik adanya film tersebut, manusia akan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya pada sang Khaliq (Pencipta -red). Setidaknya kita akan berbuat jelek akan berfikir, dan setidaknya bisa menguranginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi film tersebut sebenarnya tidak perlu jadi polemik, seharusnya kita dapat mengambil sisi positifnya. Semua umat sudah mengetahui, bahwa kiamat kubro itu tidak dapat dipredisksi kapan terjadinya. Tapi umat juga mengerti bahwa kiamat itu ada. Yang perlu mendapat perhatian adalah mengarahkan maksud dan tujuan film itu. Sehingga dapat meningkatkan ketaatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah yang sebelumnya hanya setengah hati semakin ditingkatkan, kegiatan sosial juga semakin digalakkan. Itu semua bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanyalah ulasan sedikit, untuk setidaknya mampu mengurangi polemik perlu tidaknya menonton film Kiamat 2012 itu. Jika ada yang kurang berkenan dihati, hamba mohon maaf dari lubuk hati ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-489293561298923609?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/489293561298923609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=489293561298923609&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/489293561298923609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/489293561298923609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/11/kontroversi-film-kiamat-2012.html' title='Kontroversi Film Kiamat 2012'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SwIKBy2kylI/AAAAAAAAANw/wEoPVEdVsyM/s72-c/pic+film+kiamat+2012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-1956507072687502248</id><published>2009-11-04T06:46:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T06:49:21.072-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Heboh Statement Kadiv Humas Mabes Polri'/><title type='text'>Heboh Statement Kadiv Humas Mabes Polri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rabu, 4 Oktober 2009 tadi siang sekitar pukul 14.30 WIB, bersamaan sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), digelar juga konfrensi pers oleh Kadiv Humas Maber Polri Irjen Pol Nana Sukarna menyikapi adanya hasil rekaman kasus Cicak vs Buaya, yang disiarkan secara live oleh TVOne.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang janggal –menurut penulis– apa yang disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Nana Sukarna. Kenapa janggal? Soalnya salah satunya –kurang lebih– ia mengatakan bahwa orang yang hanya berencana (mengajak -red) membunuh seseorang tidak bisa dijadikan tersangka, karena tidak cukup bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski waktu itu hanya sebagai ungkapan kiasan, tapi menurut penulis, ini menjadikan sebuah bukti nyata lemahnya hukum di Indonesia. Kenapa? Memang secara hukum tidak cukup bukti. Buktinya nanti jika si-fulan meninggal akibat dibunuh. Ini baru bukti. Apa demikian, apa harus jatuh korban dan sejenisnya. Jika demikian, dimana motto Polri yang sebagai pengayom masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Statement tersebut, juga bisa diartikan, mengajak seseorang untuk membunuh kepala pemerintahan, presiden, atau yang sejenisnya juga tidak apa-apa, karena cuma ucapan, dan tanpa ada bukti. Bahkan rekaman yang diputar secara umum di MK pun juga belum bisa dijadikan bukti menurut hukum di Indonesia. Jika demikian, kenapa sidang itu harus buang-buang waktu percuma hanya untuk mendengarkan rekaman yang tidak bisa dijadikan bukti untuk menyeret seseorang ke kursi pesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, ternyata rekaman itu meski tidak bisa dijadikan bukti, tapi sudah dapat ’membebaskan’ Bibit Waluyo dan Chandra. Jadi tetap saja ada manfaatnya. Ini yang tidak masuk akal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, jika rekaman itu ’tidak’ berguna, kenapa keduanya dibebaskan setelah rekaman itu diputar. Di sinilah, statement itu akhirnya terbantahkan dengan sendirinya. Jadi dengan modal rekaman itu, tentunya siapa yang disebutkan dalam rekaman dan si penelpon dapat dipanggil untuk menambah semakin kuatnya bukti-bukti itu melalui pengakuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai ucapan bernada ’ancaman’ dibiarkan berlalu, gara-gara tidak ada bukti fisik. Sementara bukti omongan dianggap angin berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah.... wah..... wah.... kalau sudah begini, maka akan jadi apa negara ini? Ya tentunya akan ada lagi semacam perseteruan antara Cicak dan Buaya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-1956507072687502248?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/1956507072687502248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=1956507072687502248&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1956507072687502248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1956507072687502248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/11/heboh-statement-kadiv-humas-mabes-polri.html' title='Heboh Statement Kadiv Humas Mabes Polri'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-6010086931889717878</id><published>2009-11-03T07:32:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T07:52:45.383-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kpk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anggodo widjojo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rekaman telpon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antasari azhar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='polri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bibit waluyo'/><title type='text'>Cicak dan Buaya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Upaya Perebutan Kekuasaan dan Jaga Martabat Institusi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mencermati isi dari rekaman yang dimiliki KPK di depan Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (3/10/2009) rakyat kecil jadi tertawa dan senyum-senyum sendiri. Setidaknya hukum di Indonesia ini sudah diperjualbelikan, dan sesama instansi saling menjatuhkan. Kenapa hal ini bisa terjadi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri memasuki babak baru, pasca diputarnya hasil rekaman penyadapan telepon oleh KPK. Bibit Waluyo dan Candra, yang baru saja menikmati pengapnya penjara, segera dibebaskan. Ini membuktikan bahwa kinerja Polri perlu dipertanyakan. Bukan tidak mungkin kasus-kasus semacam ini terjadi. Orang yang tidak bersalah mendekap dalam penjara, sementara yang salah bebas berkeliaran menghirup udara 'kemerdekaan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kejadian ini tidak perlu terjadi, seadainya tidak ada kepentingan-kepentingan 'terselubung' baik itu pribadi maupun institusi. Mereka seharusnya dapat belajar dari kasus salah tangkap yang terjadi di Jombang, beberapa waktu yang lalu. Hanya karena menerima segepok uang, masalah bisa berubah. Yang salah bisa jadi benar dan yang benar bisa jadi salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya hal-hal seperti itu tidak bisa sekaligus diberantas, jika tidak ada 'reformasi' total di tubuh Polri. Kita ambil contoh yang mudah saja. Soal judi togel. Jika polisi bisa menangkap pengecer, tentunya ia juga tahu pengepul atau bandar-nya. Tapi kenapa hanya pengecer yang ditangkap, bukan langsung bandar gede (bede)-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian juga masalah peredaran miras, kenapa hanya warung-warung penjualnya. Ini tidak akan menyelesaikan masalah. Tutup saja perusahaan pembuatnya, maka yang dibawah pun tidak akan dapat berjualan lagi. Tapi, lagi-lagi yang menjadi pertanyaan adalah ada apa dengan 'skenario' seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih 'gila' lagi sesama institusi saling 'mengintai', saling menjatuhkan, jika dilihat hanya perkara 'ladang'-nya yang dulu 'basah' kini kering kerontang. Inilah yang terlihat dari perseteruan antara KPK dan Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara benar dan tidaknya, biarlah hukum kebenaran yang bicara. Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akan tercium juga akhirnta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-6010086931889717878?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/6010086931889717878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=6010086931889717878&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/6010086931889717878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/6010086931889717878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/11/cicak-dan-buaya.html' title='Cicak dan Buaya'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-370466238233870537</id><published>2009-11-02T17:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T17:28:15.879-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPI Tak Mampu Stop Sinetron Inayah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota Santri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jombang'/><title type='text'>KPI Tak Mampu Stop Sinetron Inayah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;(Catatan: Dimuat di &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Harian Duta Masyarakat&lt;/span&gt;, Senin 2 November 2009 dengan Judul ”Sinetron ’Inayah’ dan Mandulnya KPI”)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Oleh: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wiwik Afifatul Choiroh, SPd.I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Penulis adalah Alumnus STAIN Kediri, Pengajar di SDN Plumbon Gambang I Gudo, Jombang, juga aktif di Komunitas Penulis Jombang (KPJ).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;-ooOOoo-&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) “ditantang” Inayah. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Beranikah lembaga ini menghentikan penayangannya? Soalnya beberapa kali diperingatkan, ternyata tidak juga bergeming. Bahkan hingga berbulan-bulan, sinetron ini masih tayang dengan scenario yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;-ooOOoo-&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Siapa yang tidak kenal sinetron Inayah? Hampir semua tahu sinetron yang penuh dengan konflik dan intrik untuk saling menjatuhkan dan menguasai satu dengan yang lainnya, meski dalam satu keluarga. Banyak yang menyukai, juga tidak sedikit yang membencinya. Pasalnya, secara tidak langsung, apa yang ada dalam sinetron itu berpengaruh buruk bagi kehidupan keluarga. Apalagi dalam sinetron itu juga melibatkan anak-anak kecil, yang &lt;i&gt;notabene&lt;/i&gt; kadang belum sadar akan apa yang dilakukannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagaimana diketahui, jika menyimak tayangan sinetron dari awal, kita semua akan tahu bahwa judul awalnya sinetron tersebut adalah Hareem. Karena isinya dianggap mengandung tayangan orang dewasa, maka Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta dengan tegas agar memindahkan jam tayang menjadi pukul 22.00 Wib, serta memperbaiki isi siaran sinetron tersebut. Hal itu sebagaimana tertuang dalam suratnya No. 112/K/KPI/03/09 tertanggal 24 Maret 2009 yang merupakan peringatan terakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasca keluarnya surat peringatan terakhir itu, maka sinetron Hareem-pun berubah dan tampil dengan judul yang baru, Inayah. Judul ini diambilkan dari salah satu tokoh dalam sinetron Hareem, yang dijadikan sebagai tokoh utama dalam sinetron ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun demikian, seiring dengan perjalanan waktu, ternyata tidak ada perubahan dalam skenario ceritanya. Semuanya ’nyaris’ seperti pinang dibelah dua, sama dan tidak ada bedanya dengan cerita Hareem, yang mengumbar kekerasan, memojokkan poligami sebagai ’biang’ kehancuran rumah tangga dan trik-trik lainnya, seakan mengajari pemirsa bagaimana harus bertindak jahat dalam rumah tangga yang dibangun dngan poligami. Intinya, tidak ada baiknya sama sekali untuk mempraktekkan poligami. Yang ada hanya saling mencari celah untuk menyingkirkan satu sama lain, meski ada dua yang selalu akur, yakni Ami Ita dan Ami Ratna. Tapi mereka pun termakan hasutan dari Sarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak hanya itu, berbagai adegan pun sebenarnya tidak layak untuk dipertontonkan. Misalnya, bagaimana Sarah membunuh Ami Ratna dengan meracunnya, bagaimana ia menculik Ita dan mencoba membunuhnya. Bagaimana satu dengan yang lainnya untuk saling menjebloskan ke dalam penjara. Yang lebih gila lagi, dan merupakan pembodohan terhadap masyarakat, adanya adegan &lt;i&gt;face off&lt;/i&gt; yang dilakukan begitu mudahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hingga saat ini, masyarakat senantiasa dicekoki oleh tayangan-tayangan yang sangat jauh dari ajaran agama. Mereka mengumbar adegan kekerasan, kebencian, fitnah, hasut dan lainnya. Semua trik negatif nyaris ada dalam sinetron Inayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena dianggap tidak ada perubahan yang signifikan antara sinetron Hareem dan Inayah, maka KPI mengeluarkan untuk pertama kali bagi sinetron Inayah surat dengan Nomor 348/K/KPI/VI/09 tertanggal 30 Juni 2009 yang mengklarifikasi tayangan sinetron Inayah, karena &lt;i&gt;Indosiar&lt;/i&gt; dianggap KPI telah melakukan pelanggaran norma kesopanan dan kesusilaan, pelecehan terhadap agama tertentu, muatan kekerasan verbal maupun non verbal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lagi-lagi pihak &lt;i&gt;Indosiar &lt;/i&gt;dan PH sepertinya membandel dengan tetap tidak menghilangkan unsur-unsur yang telah disebutkan. Mereka sengaja ’melawan’ KPI yang sepertinya mulai kehilangan ’gigi’ taringnya untuk melakukan pelarangan dan memberikan sanksi kepada pihak-pihak terkait. Bahkan pada tayangan-tayangan berikutnya, sinetron ini lebih mengumbar kekerasan, kebencian, dan kehancuran keluarga yang mnerapkan poligami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Akibat dari tayangan tersebut, KPI kembali mengeluarkan surat teguran Nomor 478/K/KPI/VIII/09 tertanggal 14 Agustus 2009. Dalam surat surat teguran yang ditujukan pada stasiun televisi yang menayangkan, &lt;i&gt;Indosiar&lt;/i&gt;, KPI menyatakan sinetron Inayah menampilkan banyak adegan kekerasan verbal maupun fisik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagaimana dengan nasib surat teguran lainnya, peringatan-peringatan itu hanya dijadikan sebagai sebuah permainan baik itu dari pihak stasiun televisi maupun rumah produksi (&lt;i&gt;Production House/PH&lt;/i&gt;). KPI sepertinya sudah ’ompong’, gigi taringnya sudah tumpul, sehingga membiarkan tayangan tersebut berlarut-larut mencekoki masyarakat dengan tayangan yang tidak mendidik dan bahkan cenderung membodohi masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain mengumbar tontonan yang berbau keekrasan dan sejenisnya, ceritanya pun membingungkan dan selalu diulang-ulang. Serta tokoh pemeran utama, yakni Inayah tidak mencerminkan sebagai sosok yang ditokohkan dalam sinetron ini. Sebaliknya yang layak menjadi tokoh utama adalah &lt;i&gt;Ndoro&lt;/i&gt; Doso. Sosok Inayah, dalam sinetron itu digambarkan sebagai wanita yang kelihatan sekali – maaf – bego-nya. Seharusnya sebagai tokoh utama ia memiliki jiwa yang tangguh, cerdas, pintar. Tidak hanya itu, skenario yang dibuat pun ’mbulet’. Jika ada pemain yang hilang, maka akan disusul dengan pendatang baru. Dan bahkan setelah sekian lama tidak muncul, dengan tiba-tiba akan muncul kembali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ini menunjukkan bahwa pihak sutradara sengaja memanjangkan cerita, hingga entah sampai berapa episode lagi. Jika perlu, seandainya Inayah ini berhenti, maka akan ada lagi Inayah jilid kedua. Lebih tidak masuk akal, mereka hanya memperebutkan harta warisan dari &lt;i&gt;Ndoro&lt;/i&gt; Doso. Padahal ia masih hidup. Seharusnya yang namanya warisan adalah jika seseorang itu sudah meninggal. Dalam mendapatkan warisan pun caranya tidak mendidik, dan itu bisa saja akan dipraktekkan oleh pemirsa tayangan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sayangnya, masyarakat Indonesia, terutama di daerah pedesaan, lebih menyukai tayangan seperti itu. Padahal secara sengaja maupun tidak, langsung atau tidak langsung, tayangan seperti itu akan meracuni keharmonisan keluarga. Secara tidak langsung, jika ada persoalan sedikit saja, maka beberapa trik di sinetron tersebut akan dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebenarnya tidak hanya sinetron Inayah yang menjadi persoalan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Sinetron remaja pun juga perlu diwaspadai. Misalnya masih remaja sudah berani berciuman, bahkan lokasinya di lingkungan sekolah. Sekarang kita hanya bisa berpangku tangan kepada KPI untuk segera melarang tayangan sinetron Inayah, jika tidak maka akan banyak korban ‘moral’ yang akan diakibatkan oleh tayangan ini. &lt;b&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-370466238233870537?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/370466238233870537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=370466238233870537&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/370466238233870537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/370466238233870537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/11/kpi-tak-mampu-stop-sinetron-inayah.html' title='KPI Tak Mampu Stop Sinetron Inayah'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-9013357947071709220</id><published>2009-10-30T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T07:36:17.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='klub poligami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komuntas penulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jombang'/><title type='text'>Ada Poligami di Hati Lelaki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Sur5q9qXY3I/AAAAAAAAANI/Lm6LqWuLkX4/s1600-h/poligami.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 271px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Sur5q9qXY3I/AAAAAAAAANI/Lm6LqWuLkX4/s320/poligami.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398401619859039090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bicara masalah Poligami, ternyata tidak akan pernah ada habisnya. Banyak hal yang perlu dikupas dan dikaji lebih mendalam lagi, sehingga seseorang itu paham dan mengerti arti sebenarnya dari Poligami. Tidak sekedar tahu cerita, baik itu senang maupun susahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jika dikaji lebih jauh, Poligami lebih menguntungkan pihak wanita. Kenapa demikian, karena dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yang sebegitu banyak, belum lagi mengurus anak, maka dengan adanya lebih dari satu wanita (sebagai istri -red) maka beban yang banyak itu akan terasa ringan jika dikerjakan dengan pembagian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa dalam Islam diperbolehkan seorang laki-laki itu memiliki istri lebih dari satu. Setidaknya, ada yang bagian menyapu, memasak, mencuci baju, dan seterusnya. Tapi jika tidak, maka pekerjaan sebanyak itu hanya dikerjakan sendiri, dan ujung-ujungnya lelah dan berakhir dengan kericuhan dalam rumah tangga. Tidak hanya itu, istri pun tidak sempat bersolek untuk suaminya, karena sibuk dengan pekerjaan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah, maka akan timbul yang namanya perselingkuhan. Bahasa perselingkuhan, merupakan perhalusan bahasa dari kata perzinahan. Meski selingkuh, itu pun tidak ubahnya seorang lelaki yang pergi ke lokalisasi. Ujung-ujungnya juga perbuatan zina. Hal ini terjadi, sebenarnya tidak hanya pihak suami yang disalahkan. Tapi dari pihak istri pun juga memberikan 'peluang' kepada suami untuk berbuat yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho kok bisa? Tentu bisa, soalnya saat di rumah si istri jarang -bahkan nyaris tidak pernah- bersolek. Jika pun pernah, sebagian besar hanya untuk keperluan ke luar rumah. Misalnya ke pengajian, arisan, ke mall, ke pasar dan sebagainya. Sedangkan saat di rumah, yang ada si istri sudah bau trasi, atau bau asap dari api elpiji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wanita Penyebab Suami Selingkuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang kita mendengar istilah selingkuh -bukan Selingan Indah Keluarga Utuh lho!- Istilah yang kini lagi ngetren, tidak hanya dikalangan orang biasa, PNS, pejabat, atau bahkan anggota dewan pun ada yang terjangkiti 'virus' ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah halusnya memiliki WIL (wanita idaman lain). Kenapa hal itu terjadi? Ini bukan untuk menghakimi wanita yang selalu disalahkan, tapi mengungkap fakta dibalik kejadian yang sebenarnya. Suami melakukan selingkuh atau ke lokalisasi, karena mereka merasa takut akan mengungkapkan untuk ijin ber-Poligami. Soalnya, sebagian besar wanita beranggapan bahwa Poligami itu tabu untuk dibicarakan apalagi dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah! Disinilah peran istri juga menentukan, kenapa suami suka selingkuh atau ke lokalisasi. Ini juga peran istri untuk membuka api neraka dalam keluarga. Lho kok bisa? Jelas bisa, pasalnya si istri tidak mau suaminya nikah lagi alias melaksanakan Poligami. Padahal, jika si istri mengijinkan, kemungkinan suami untuk selingkuh atau 'jajan' di luar dapat dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hingga kini belum ada keikhlasan istri untuk 'berbagi' cinta (baca: suami) dengan wanita lain. Padahal, dalam Islam sudah dijelaskan agar kita ummat Islam untuk memperbanyak ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, bagi para istri, renungkanlah! Jangan karena kecintaan dunia membuat mata hati buta akan keberadaan akhirat yang telah dijanjikan oleh Allah. Jannah (surga) telah disiapkan, bagi mereka yang menurut pada suami, selama itu tidak melanggar norma-norma agama. Dan Istri yang baik adalah istri yang sholihah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-9013357947071709220?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/9013357947071709220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=9013357947071709220&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/9013357947071709220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/9013357947071709220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/ada-poligami-di-hati-lelaki.html' title='Ada Poligami di Hati Lelaki'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Sur5q9qXY3I/AAAAAAAAANI/Lm6LqWuLkX4/s72-c/poligami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-5722894133783223138</id><published>2009-10-28T21:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T05:37:12.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kiamat sudah dekat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bumi berputar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemaksiatan merajalela'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jombang'/><title type='text'>Kiamat Sudah Dekat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SukqrOeS7dI/AAAAAAAAAM4/KWo43FmD6KY/s1600-h/lebah-laft-allah1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SukqrOeS7dI/AAAAAAAAAM4/KWo43FmD6KY/s320/lebah-laft-allah1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397892550488157650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 12 Desember 2012, disebut-sebut sebagai kiamat dan berakhirnya dunia ini. Jika kita cermati, maka ini hanya rekayasa manusia yang hanya mencari keuntungan pribadi dan ketenaran semata. Bagaimana hal itu bisa? Masihkah kita ingat saat mereka yang mengaku 'para pemilik' indra keenam menyatakan kiamat akan terjadi pada tangga 9 September 1999. Hanya dengan analisa pertemuan angka 09091999, mereka menyatakan akan terjadi sesuatu yang maha dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang terjadi, semua prediksi itu lebur oleh sang waktu. Waktu-lah yang akan berbicara. Adalagi yang menyatakan tanggal berapa lagi kiamat, ternyata hal itu pun kandas. Kini muncul lagi analisa yang dari mana asalnya, menyatakan tanggal 12 Desember 2012, akan terjadi kiamat. Hasil analisa saya, mereka hanya menggunakan tanggal yang sebagian besar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;triple&lt;/span&gt;. Demikian juga dengan tanggal tersebut, yakni 12122012.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SukqrpdXsnI/AAAAAAAAANA/RydGYtypzIg/s1600-h/tiada-tuhan-selain-allah1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SukqrpdXsnI/AAAAAAAAANA/RydGYtypzIg/s320/tiada-tuhan-selain-allah1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397892557732033138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita umat Islam, tentu kita tahu, bahwa kiamat itu ada dua, yakni kiamat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sughro&lt;/span&gt; (kecil) dan kiamat Kubro (besar). Kiamat kecil, sebagian besar manusia juga telah mengalaminya, yakni saat nyawa mereka dicabut dari raga. Nah! inilah yang dinamakan kiamat kecil. Sementara kiamat Kubro adalah hancurnya semesta alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiamat yang kedua ini, dapat terjadi karena juga ulah manusia yang telah meninggalkan agamanya, kemaksiatan sudah terjadi di mana-mana, pemimpin yang tidak adil, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah Hadits disebutkan: "Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing pada saatnya nanti. Maka berbahagialah bagi mereka yang dianggap asing (di muka bumi)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan, bahwa jika orang yang memegang teguh agama sudah dianggap asing, dan mereka mencela serta menghinanya. Maka ini salah satu dari sekian banyak tanda-tanda kiamat. Tidak hanya itu, orang yang berkecimpung dalam dunia lokalisasi (pelacuran) dibiarkan, sementara orang yang beribadah dan berdakwah diawasi (seperti saat gencarnya isu bom dan teroris), Kapolri menyatakan untuk mengawasi dakwah di tempat-tempat ibadah.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Sukqq-rgH1I/AAAAAAAAAMw/5tQiHNcjPgI/s1600-h/masjid-pasca-tsunami-aceh-20041.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Sukqq-rgH1I/AAAAAAAAAMw/5tQiHNcjPgI/s320/masjid-pasca-tsunami-aceh-20041.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397892546248580946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui, perjudian, pelacuran, orang tua menghamili anaknya, anak berani sama orang tua, atau kejadian-kejadian aneh yang tidak wajar yang ditunjukkan oleh alam, bisa jadi merupakan tanda-tanda kiamat. Tapi dalam Al-Qur'an telah dijelaskan, bahwa masalah kiamat merupakan rahasia Ilahi. Jadi tidak ada yang tahu kapan kiamat itu akan terjadi. Yang pasti kiamat itu akan datang pada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang pasti kiamat itu tidak lagi sudah dekat, Kiamat Makin Dekat. Karena waktu terus berputar, hari terus berganti, dan sang surya juga akan kehilangan sinarnya. Untuk itulah marilah kita terus berbuat kebajikan untuk menyongsong hari penghitungan (hisab) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada tanggal 12 Desember 2012, Insya Allah juga benar terjadi kiamat. Yakni kiamat syughro, kiamat kecil seperti kematian. Karena kiamat kubro hanya Sang Kholiq yang tahu. Jika kiamat syughro, di dunia setiap jam berapa orang meninggal?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-5722894133783223138?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/5722894133783223138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=5722894133783223138&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/5722894133783223138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/5722894133783223138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/kiamat-sudah-dekat.html' title='Kiamat Sudah Dekat'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SukqrOeS7dI/AAAAAAAAAM4/KWo43FmD6KY/s72-c/lebah-laft-allah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-107858025232153300</id><published>2009-10-28T16:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T17:58:16.854-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayam bakar wong solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sinetron'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poligami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='klub poligami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jombang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inayah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah tangga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puspo wardoyo'/><title type='text'>Inayah, Perusak Keharmonisan Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SujccqzxmiI/AAAAAAAAAMg/s22J7AKzew8/s1600-h/sinetron-inayah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 196px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SujccqzxmiI/AAAAAAAAAMg/s22J7AKzew8/s320/sinetron-inayah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397806538489436706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jangan salah persepsi dulu! Inayah di sini bukan seorang gadis penggoda, juga bukan gadis cantik nan seksi. Juga bukan (maaf) janda cantik nan genit yang lama tidak merasakan sentuhan tangan seorang lelaki. Tapi Inayah di sini adalah sebuah judul sinetron yang ditayangkan di televisi swasta, Indosiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, judul sinetron ini adalah 'Hareem', karena mendapat teguran dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan beberapa tokoh agama, akhirnya judulnya diganti dengan Inayah. Meski demikian, tayangannya tidak berubah. Selain itu, ceritanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mulek&lt;/span&gt; (baca: membingungkan). Kenapa membingungkan? Karena yang isinya meluluh pertengkaran, iri, dengki, bahkan mengajari perbuatan yang tercela seperti meracuni atau bahkan mencelakai anggota keluarga sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, saat adegan pemotongan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;slang &lt;/span&gt;(pipa) LPG. Bagaimana sinetron ini 'meracuni' pemirsanya untuk selalu debat kusir, saling cemburu, dan menyingkirkan satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas di sini adanya unsur pemutarbalikan fakta. Maksud saya, dalam agama manapun dan dalam kitab manapun, yang namanya hidup berumah tangga adalah untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga, saling berbagi, saling pengertian, saling menjaga perasaan, atau pun saling tolong-menolong dalam kehidupan berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelaslah, dalam sinetron Inayah itu, ada semacam 'pencekokan' nilai-nilai kebencian di dalam rumah tangga. Ini tidak dapat disangkal lagi, pasalnya apa yang menjadi tontonan dan kehiduapn disekitarnya akan sedikit banya mempengaruhi prilaku seseorang. Jelas pula sinetron Inayah tidak mendidik, tidak memberikan bimbingan yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya jika sang sutradara memperhatikan itu. Disamping itu, alangkah bijaksananya jika para pemain (artis/aktor) sinetron itu memperhatikan bobot dan alur cerita sebelum teken kontrak. Bukan sekedar hanya memburu honor (HR) yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gedhe&lt;/span&gt; tanpa memperhatikan norma dan efek yang ditimbulkan dari sinetron tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SujcuyU6CbI/AAAAAAAAAMo/Q16RdYFJVDA/s1600-h/Hareem.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SujcuyU6CbI/AAAAAAAAAMo/Q16RdYFJVDA/s320/Hareem.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397806849745095090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa episode sinetron Inayah, tampak jelas tujuannya adalah menyoroti salah satu persoalan yang saat ini menjadi perbincangan orang banyak, yakni isu POLIGAMI. Tapi mengapa di sinetron itu digambarkan, dalam rumah tangga yang suaminya lebih dari satu itu penuh konflik. Tidakkah kita dapat mengaca pada kehidupan yang lebih positif. Coba potren kehidupan poligaminya Puspo Wardoyo, yang sukses dengan mengembangkan warung Ayam Bakar Wong Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di Kertosono, Jawa Timur, juga ada seseorang yang sebelumnya memiliki satu istri kehidupannya biasa-biasa saja. Tapi saat ia memutuskan untuk menambah istri satu lagi, kehidupannya semakin baik. Dan akhirnya istri pun menyetujui jika suaminya beristri empat (Poligami). Ini tidak pernah diekspos, tidak pernah diangkat dalam sebuah sinetron yang berdasarkan kisah nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, sinetron hanya mengambil sisi negatifnya dan itu hanya berupa rekayasa belaka. Jika mau jujur, setiap lelaki pasti ingin memiliki lebih dari satu istri. Jika mau sadar, saat ini perselingkuhan dimana-mana, prostitusi pun merajalela. Jika itu terus dibiarkan, semua pun akan menerima akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinetron Inayah, merupakan 'penghinaan' kepada Islam, yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;notabene &lt;/span&gt;memperbolehkan poligami. Sinetron Inayah, perupakan ajang untukmengadu domba diantara anggota keluarga. Sadar atau tidak, yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;saban&lt;/span&gt; hari berada di depan televisi menyaksikan sinetron ini, langsung atau tidak langsung, lambat laun akan terpengaruh juga dengan kebencian dan pembodohan terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah bagi sutradaranya, pemainnya dan seluruh pihak yang terlibat didalamnya. Jika sampai ada keluarga yang berantakan gara-gara melihat sinetron Inayah, Saudara juga menanggung dosanya yang akan Anda dipertanggungjawabkan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terlambat, kepada masyarakat .... saya hanya bisa menghimbau untuk tidakm melihat tayangan sinetron ini, jika tidak ingin keluarga Anda berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga mohon maaf, jika dalam tulisan ini ada yang salah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-107858025232153300?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/107858025232153300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=107858025232153300&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/107858025232153300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/107858025232153300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/inayah-perusak-keharmonisan-rumah.html' title='Inayah, Perusak Keharmonisan Rumah Tangga'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SujccqzxmiI/AAAAAAAAAMg/s22J7AKzew8/s72-c/sinetron-inayah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-7663419719293164220</id><published>2009-10-27T21:03:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T21:17:09.823-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mak erot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jombang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='siswa sd'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan porno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soal uts'/><title type='text'>Edan!  Siswa SD Dicekoki Bacaan Porno</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SufFq2I3JVI/AAAAAAAAAMQ/ZcUFXfyrIdM/s1600-h/brt203595440.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SufFq2I3JVI/AAAAAAAAAMQ/ZcUFXfyrIdM/s320/brt203595440.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397500018304689490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tragedi bacaan yang ada di soal UTS SD di Sidoarjo, bukan tidak mungkin itu disengaja. Kenapa dapat disimpulkan demikian, salah satunya tulisan tersebut distipo. Ini membuktikan tulisan itu sebelumnya disengaja, tapi mungkin karena ada yang tidak setuju, kemudian alternatifnya distipo itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prihatin memang, kita dengan dunia pendidikan di Indonesia. Disaat pemerintah lagi gencar-gencarnya memperhatikan dunia pendidikan agar dapat lebih maju. Salah satunya dengan dicairkannya dana sertifikasi, dana pembangunan, BOS, dan sebagainya. Ternyata hal itu tidak membuat beberapa pendidik itu berusaha untuk meningkatkan kualitasnya. Justru anehnya, 'sunat-menyunat' dana bantuan dari pemerintah kerap terjadi. Baik itu dilakukan oleh pihak sekolah maupun kantor yang dilalui dana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat tidak berpri kemanusiaan, seorang anak SD -yang mungkin juga tidak paham dengan kata-kata tersebut- tapi mereka pastinya akan penasaran dan menanyakan pada orang lain. Suatu potret buram pendidikan di Indonesia, selalu saja terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi hal itu terjadi, sehari sebelum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81. Ini seharusnya menjadi perhatian serius dari pihak berwenang. Dan tentunya, tim perumus soal juga harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah dibuat, bukan bersembunyi dibalik kata-kata khilaf. Jika tidak ada tindakan tegas dari pimpinannya, dikhawatirkan hal itu akan terjadi pada tahun-tahun mendatang. Setidaknya dengan adanya sanksi, diharapkan mereka akan lebih berhati-hati dan memberikan efek jera pada pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan juga, bahwa siswa SD merupakan generasi penerus bangsa. Jika tidak sedini mungkin dididik dengan hal-hal yang positif, maka bukan tidak mungkin lima atau sepuluh tahun lagi akan terjadi keruntuhan moral dari remaja kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-7663419719293164220?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/7663419719293164220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=7663419719293164220&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7663419719293164220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7663419719293164220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/edan-siswa-sd-dicekoki-bacaan-porno.html' title='Edan!  Siswa SD Dicekoki Bacaan Porno'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SufFq2I3JVI/AAAAAAAAAMQ/ZcUFXfyrIdM/s72-c/brt203595440.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-243313832712051306</id><published>2009-10-27T18:31:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T21:58:38.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jombang komunitas penulis jombang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pergerakan pemuda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengusaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumpah pemuda'/><title type='text'>Sumpah Pemuda or Pemuda Yang Disumpah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuesMurLQDI/AAAAAAAAAMI/W4mNdAAsKXU/s1600-h/sumpah_pemuda.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 184px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuesMurLQDI/AAAAAAAAAMI/W4mNdAAsKXU/s320/sumpah_pemuda.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397472013114359858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Rabu (28/10/2009) kita memepringati Hari Sumpah Pemuda yang ke-81. Sadar atau tidak, kondisi pemuda saat ini patut dipertanyakan, dipertentangkan, ataupun diperdebatkan. Kenapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda merupakan aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Karena bagaimanapun juga, pemuda sebagai penerus tongkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;estafet&lt;/span&gt; dari pembangunan negeri ini. Bahkan pada jaman perjuangan, pemuda merupakan pejuang yang ditempatkan pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;frontline &lt;/span&gt;(garis terdepan) untuk menghadapi desingan misil. Mereka rela berkorban untuk kemerdekaan negeri ini, meski hanya berbekal sebuah bambu runcing, namun semangatnya ternyata mampu untuk mengusir penjajah.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuepKkRpZhI/AAAAAAAAAL4/Ebt4VGybXww/s1600-h/sp.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 270px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuepKkRpZhI/AAAAAAAAAL4/Ebt4VGybXww/s320/sp.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397468677428307474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu gambaran yang heroik kala itu, namun sayangnya kita saat ini tidak dapat melihat secara langsung apa yang terjadi kala itu. Jika pun mengalami, mungkin kita kalah nyali dengan mereka. Mereka bahkan rela untuk menjadi 'tameng' hidup bagi para pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan mereka hanya untuk satu tujuan, mengusir penjajah dari negeri ini dan dapat hidup damai, tenang, tanpa ada kekisruhan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang, saat penjajah dengan dentuman meriam dan misil sudah tidak ada lagi. Bukan berarti penjajahan di Indonesia tidak ada. Tapi makin banyak. Dan pemuda harus membuktikan diri untuk berada di garis terdepan. Bukan dengan demonstrasi ataupun berpesta pora ke diskotik atau cafe-cafe. Lebih dari itu, mereka dituntut untuk lebih meningkatkan kecerdasan otak, untuk meningkatkan ekonomi bangsa. Sehingga kita tidak lagi dijajah dengan ekonomi bangsa barat. Agar kita tidak lagi 'dicekoki' budaya barat, sementara budaya sendiri tidak terurus. Bahkan nyaris diambil oleh bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya pemuda lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang kerja, sehingga dapan menampung menjadi lapangan kerja. Bukan malah setelah lulus perguruan tinggi, larinya ke PNS, politikus atau apalah. Seharusnya perguruan tinggi sudah harus merubah paradigma dari mahasiswa pencari kerja menjadi mahasiswa enterpreneur, menjadi mahasiswa yang memiliki ide cemerlang untuk menciptakan lapangan kerja. Ataupun misalnya tidak bisa, setidaknya bisa menempati posisi yang saat ini masih ditempati orang asing dalam sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mereka lebih suka dan percaya pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bule&lt;/span&gt; imporan, daripada 'bule' dalam negeri? Jawabnya mereka konsis terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya. Mereka juga memiliki komitmen yang tinggi, selain itu otaknya sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;encer&lt;/span&gt;. Sehingga mereka benar-benar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;enjoy &lt;/span&gt;dengan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuemZn60V4I/AAAAAAAAALw/HfB9yLiANxQ/s1600-h/sumpahpemuda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuemZn60V4I/AAAAAAAAALw/HfB9yLiANxQ/s320/sumpahpemuda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397465637569451906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sementara kualitas dari dalam negeri? payah, meski tidak seluruhnya. Doyan uang, sehingga dikit-dikit 'main' belakang. Bahkan untuk meraih sesuatu pun mereka sudah siap dengan senjata 'uang' yang nilanya mencapai puluhan juta rupiah. Hal ini terjadi karena ditunjang dengan oknum yang sebelumnya telah menempati posisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan heran, jika bangsa ini masih menjadi 'jajahan' bangsa asing. Sedangkan pemuda hanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doyan &lt;/span&gt;demo yang mengakibatkan kerugian pada orang lain. Seharusnya demonya mereka dengan demo penemuan sebuah teknologi, seperti komputer, HP, laptop dan sejenisnya. Bukan malah koar-koar di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, bukan lagi Sumpah Pemuda namanya, tapi Pemudanya Yang Disumpah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-243313832712051306?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/243313832712051306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=243313832712051306&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/243313832712051306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/243313832712051306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/sumpah-pemuda-or-pemuda-ynag-disumpah.html' title='Sumpah Pemuda or Pemuda Yang Disumpah'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuesMurLQDI/AAAAAAAAAMI/W4mNdAAsKXU/s72-c/sumpah_pemuda.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-8228387067369287532</id><published>2009-10-27T06:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T17:12:27.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ringin contong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cybercrime'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kejahatan di dunia maya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jombang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kejahatan perang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alun-alun'/><title type='text'>Facebook Pembawa Maut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Sub_cCb5czI/AAAAAAAAALo/DT1RI79ZniA/s1600-h/facebook.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Sub_cCb5czI/AAAAAAAAALo/DT1RI79ZniA/s320/facebook.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397282060605420338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini bukan judul sebuah film laga, atau sinetron yang hanya menggumbar adegan laga dan kekerasan semata. Tapi lebih dari itu, ini masalah nasib, masa depan dan kehiduan anak bangsa yang sedang 'menggilai' dunia teknologi tanpa tahu maksud dan tujuan yang pasti. Yang akhirnya hanya menimbulkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cyber crime&lt;/span&gt;. Ya... itulah yang sekarang dirasakan, terutama bagi para ABG yang keranjingan situs jejaringan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SujTTfq6qaI/AAAAAAAAAMY/rujD4Kb1fTA/s1600-h/100000017463764.52.1033761719.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 120px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SujTTfq6qaI/AAAAAAAAAMY/rujD4Kb1fTA/s320/100000017463764.52.1033761719.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397796485276019106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Facebook&lt;/span&gt;! Ya itulah yang saat ini sedang menimbulkan masalah. Sejak awal kemunculan hingga kini masalah keberadaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fecebook&lt;/span&gt; (FB) itu selalu diperdebatkan, dipertentangkan, dan akhirnya kini membawa petaka bagi yang memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saat muncul pertama kali, setelah itu disusul dengan fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun banyak yang mempertentangkannya. Jika kita perhatikan, maka sebuah fatwa dikeluarkan, tentu ada maksud dan tujuan baik yang ada dalam fatwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, banyaknya masyarakat yang 'menggilai' &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt; yang dengan tujuan yang tidak jelas. Inilah yang akhirnya dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah siswi SMA N Jogoroto. Gadis yang baru beranjak dewasa, masih duduk di kelas satu, dan lagi sedang senang-senangnya untuk bergaul dan mencari jati dirinya itu, akhirnya kena batunya. Ia pun 'dilarikan' oleh orang yang awalnya dikenal di facebook. Kenapa saya menyebutnya dilarikan, bukan diculik atau korban &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trafficking&lt;/span&gt;? Soalnya, kalau kita mencermati awal kejadian, kita akan dapat mengetahui, bahwa ia dengan sengaja menemui laki-laki itu dengan diantar orang tuanya. Nah dari sini, apakah ini adalah penculikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari bahasa yang digunakan, yang pasti ia kini menjadi korban dari keberadaan situs jejaringan yang namanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt;. Yang terpenting adalah orang tua juga jangan sampai ketinggalan soal teknologi, pasalnya selain adanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cybercrime&lt;/span&gt; yang sewaktu-waktu dapat mencengkeram salah satu dari kita. Dengan orang tua paham akan teknologi alias tidak gaptek, maka dapat mengontrol dan mengetahui apa yang dibicarakan di FB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kata-kata yang tidak seharusnya diucapkan di FB, bahkan banyak juga kata-kata kotor dan atau gambar-gambar yang tidak layak dilihat oleh anak usia sekolah. Tapi hal itu tidak dapat dicegah, karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt;, semua dapat membaca dan melihatnya. Berbeda dengan email, hanya pemilik email saja yang bisa membacanya. Soalnya ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;password&lt;/span&gt; yang harus dimasukkan untuk membukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, hanya dari keluarga sendiri yang harus lebih ekstra hati-hati dalam mengawasi putra-putrinya saat menggunakan fasilitas yang dinamakan internet, khususnya FB. Karena hanya dari keluarga yang mengetahui apa aktifitas anak-anaknya. Jangan sampai ada korban-korban lain yang berjatuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya siswa SMA yang jadi korban. Artis semacam Ruben pun juga menjadi sasaran tangan jahil. Dalam wawancara di televisi, ia mengaku tidak memiliki alamat di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt;. Tapi menurut informasi yang ia dapat dari teman-temannya, ternyata benar banyak yang menggunakan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benar, saat saya mencoba untuk membuktikannya, ternyata benar. Nama Ruben Onsu pun nongol &lt;span style="font-style: italic;"&gt;plus&lt;/span&gt; potonya. Berarti benar, bahwa setiap orang bisa menggunakan nama orang lain untuk menjadi ID-nya. Tidak harus dengan ID dirinya sendiri. Inilah yang menjadikan angka di dunia maya semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saatnya kita berhati-hati! Meminjam kata-kata Bang Napi yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta, "Ingat-ingat kejahatan timbul bukan karena adanya niat dari pelakunya, tapi juga adanya kesempatan. Waspadalah....!!! Waspadalah....!!!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-8228387067369287532?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/8228387067369287532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=8228387067369287532&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/8228387067369287532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/8228387067369287532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/facebook-pembawa-maut.html' title='Facebook Pembawa Maut'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/Sub_cCb5czI/AAAAAAAAALo/DT1RI79ZniA/s72-c/facebook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-8777687978395944756</id><published>2009-10-26T19:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T19:48:16.166-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilihan bupati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilihan gubernur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerusuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilpres'/><title type='text'>Pilkadal: Merusak Persatuan Bangsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuZfAxuKfpI/AAAAAAAAALg/hAIHQrvGUDc/s1600-h/pilkada1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuZfAxuKfpI/AAAAAAAAALg/hAIHQrvGUDc/s320/pilkada1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397105670401719954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pemilihan Kepala Daerah secara Langsung (Pilkadal), yang "diluncurkan" seiring dengan pelaksanaan Pilpres yang juga langsung beberapa waktu lalu. Katanya, Pilkadal dilaksanakan agar warga dapat langsung memilih pemimpinnya. Ini yang disebut demokratis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Demikian diungkapkan Brodin, sang lakon saat ngopi di warung mbah thoyib bersama sejawatnya Ka Djin, Ka Chung dan Ka Mief.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;"Tapi Din, dibeberapa daerah kok malah rusuh. Bahkan di Depok, hasil Pilkadal dianulir," protes Ka Chung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;"Itulah proses pembelajaran demokrasi. Jika tidak maka Indonesia tidak akan berkembang," bantah Brodin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;"Demokrasi lagi . Demokrasi lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang lain dong alasannya," saut Ka Djin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sejenak perbincangan mereka terhenti, Brodin menghisap rokoknya dalam-dalam sementara yang lain masih nyeruput secangkir kopi. Perbincangan mereka diilhami oleh kejadian-kejadian yang terjadi di beberapa daerah. Diantaranya, di Banyuwangi. Sebelum pelaksanaan Pilkadal, "aroma" perseteruan sudah mencuat. Termasuk isu agama juga digunakan. Kini, usai Pilkadal Banyuwangi, giliran anggota Dewan tidak menerima hasilnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kemudian lagi, di Jember. Bahkan Kantor KPUD menjadi sasaran amuk massa, sehingga rusak. Itu beberapa catatan yang masih "terekam" di pikiran mereka. Sebenarnya tidak hanya di dua tempat itu, didaerah lain pun sempat memanas. Beberapa pendukung cenderung untuk "adu fisik" dan yang lebih mengherankan lagi Kantor KPUD ada yang diduduki. Akibatnya anggota KPUD ada yang "lari" menyelamatkan diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;"Kalau demikian, apa bisa dikatakan demokrasi," ujar Ka Chung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;"Saya khan sudah menegaskan, itu sebagai prses pembelajaran," tutur Brodin menirukan logat anggota Dewan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;"Nah! Kalau melihat serentetan peristiwa itu, perlu dipertanyakan arti demokrasi. Sehingga tidak salah persepsi satu dengan yang lain," kata Ka Mief dengan bijaksana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Untuk itu, lanjut Ka Mief -yang masih berstatus mahasiswa sebuah PTS ternama di kotanya ini- pelaksanaan Pilkadal saat ini perlu dikaji, dievaluasi dan diramesi. Sehingga pada tahun-tahun berikutnya -jika Pilkada masih langsung- tidak terjadi "adu massa", adu pendukung atau hanya memperbesar tim sukses saja. "Tapi persatuan dan kesatuan bangsa serta perdamaian dan kebersamaan warga juga harus dipikirkan. Jangan hanya memburu 'aku harus bisa ' eh salah aku harus menang! saja," tegas Ka Mief yang juga gandrung demo ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;"Bener itu. Pasalnya, banyak warga yang usai Pilkadal malah 'plirak-plirik' sesama tetangga. Jadi perlu dikaji ulang pelaksanaan Pilkadal itu," tambah Ka Djin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;"Nah itu yang seharusnya kamu tanyakan, kamu ungkapkan," ujar Brodin menyetujui ungkapan sang aktivis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Sekarang kita kembalikan kepada mereka para penguasa. Pelaksanaan Pilkadal tetap dipertahankan dengan mengorbankan persatuan dan menumbuhkan bibit-bibit permusuhan. Atau dikaji dan dievaluasi. Jika tidak layak diteruskan, ya distop dulu di daerah-daerah yang belum melaksanakan Pilkadal. Daripada membawa korban yang sis-sia. Tentunya para petinggi alias penguasa harus intospeksi dan belajar dari daerah yang sudah melaksanakannya. Sehingga tidak menambah daftar hitam bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Bagaimana menurut Saudara? *** &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-8777687978395944756?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/8777687978395944756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=8777687978395944756&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/8777687978395944756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/8777687978395944756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/pilkadal-merusak-persatuan-bangsa.html' title='Pilkadal: Merusak Persatuan Bangsa'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuZfAxuKfpI/AAAAAAAAALg/hAIHQrvGUDc/s72-c/pilkada1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-7429314331173426521</id><published>2009-10-26T19:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T19:40:36.644-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='roboh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah'/><title type='text'>Robohnya Tembok Kejujuran Negeri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuZdk6nq77I/AAAAAAAAALY/M5eIk0LEBMo/s1600-h/buku2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 275px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuZdk6nq77I/AAAAAAAAALY/M5eIk0LEBMo/s320/buku2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397104092242440114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;"Bu, aku berangkat sekolah," ucap Togel, siswa sebuah sekolah dasar saat berpamitan akan berangkat ke sekolah pada ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;"Iya, hati-hati. Dan ini uang sakunya, tapi jangan untuk membeli es. Nanti sakit demam!," pesan ibunya pada anaknya yang semata wayang itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;"Baik Bu. Aku tak jajan es. Assalamu'alaikum," janji anaknya sambil mengucapkan salam dan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang dapur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;"&lt;i&gt;Waalaikumsalam&lt;/i&gt;," jawab ibunya terus mengawasi langkah kaki anaknya, hingga hilang dibelokan jalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Sesampainya di sekolah, si Togel langsung bermain-main dengan teman-temannya, sambil menunggu bel masuk. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Sejenak kemudian, bel tanda masuk berbunyi. Murid SD itu kemudian semburat masuk ke kelas masing-masing untuk menerima pelajaran. "Theng . theng&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;theng&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;," suara nyaring bel yang terbuat dari besi saat dipukul tukang kebun memecahkan kesunyian kelas yang asyik menerima pelajaran. Setelah menjawab salam dari gurunya, satu per satu siswa mulai keluar ruangan kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Tampak tiga orang siswa SD itu, Togel, Ka Djin dan Ka Chung. Mereka teman akrab yang tinggal se desa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;"Gel, ayo main surigendem," ajak Ka Chung kepada kedua temannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;"Ok, yuk main," jawab Ka Djin dan Togel hampir bersamaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Sejenak kemudian, mereka sudah asyik bermain surigendem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Mulanya, Togel yang ditutup matanya. Kemudian mencari kedua temannya. Jika tebakannya benar siapa yang dipegang, maka teman satunya itu yang ganti ditutup matanya. Begitu seterusnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Setelah lama bermain, ketiganya mulai haus dan lapar. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Kemudian mereka menuju ke sebuah warung di dekat sekolah mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;"Bu, beli es," ujar Ka Chung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;"Saya juga, Bu," saut Ka Djin yang juga kepingin segera meminum es itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;"Kamu kok diam saja, Gel. Ayo pesen apa kamu?," ujar Ka Chung yang melihat Togel hanya berdiam diri mematung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;"Tapi, aku tidak boleh membeli es sama ibuku. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Katanya nanti sakit," jawab Togel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;"Kamu kan haus. Jadi ya minum aja nggak apa-apa. Ibu kamu kan di rumah, tidak bakal tahu," bujuk Ka Chung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;"Iya Gel, masak kami minum kamu tidak. Apalagi kamu juga haus," terang Ka Djin menimpali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Sejenak Togel berfikir, ia dibuat bimbang oleh kedua temannya itu. Hatinya bertarung, satu pihak menyuruhnya membeli es, karena ibunya pasti tidak tahu. Sedangkan di lain pihak, hatinya berkata ia akan membohongi ibunya dan mengingkari janjinya untuk tidak membeli es.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Dalam kebimbangan itu, kemudian ia pun memilih untuk membeli es. Walaupun ia sadar hal itu telah melanggar janjinya pada ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Saat pulang, ia ditanya oleh sang ibu soal uang sakunya. Si anak menjawab, uang sakunya untuk jajan selain es lilin. Sang ibu pun percaya, karena ia tidak melihat langsung. Selain itu, anak sekecil itu mana mungkin berbohong tanpa menyelidiki kebenaran yang diucapkan anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Suatu fenomena yang sering kita temui saat ini. Tidak hanya orang dewasa yang pandai berbohong, anak kecil pun dengan polosnya dapat menilep kejujuran. Masyarakat yang terkenal dengan budaya ketimuran ini, kini sudah mencoba kebarat-baratan. Aneh memang, tapi itulah ilustrasi negeri ini. Bangsa yang sedang terpuruk ini mencoba bangkit kembali. Tapi, para penguasa rupanya tidak siap. Artinya, baik moral maupun sumber dayanya masih rendah. Mereka rela menari-nari di atas rakyatnya sendiri. Contoh konkritnya, lihat anggota dewan yang sebentar lagi lengser, mereka mencoba mencari keuntungan dengan berbagai cara. Baik itu dengan pesangon, atau gaji ke-13.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Sementara itu, rakyat menjerit karena harga pupuk dan obat-obat pertanian melangit. Sedangkan saat panen, harga gabah turun drastis. Sepertinya, petani yang mayoritas sebagai mata pencarian sebagian besar masyarakat hanya sebagai "mesin politik" yang hanya dimanfaatkan sebagai obyek kampanye. Setelah itu, janji tinggallah janji, yang terpenting ia telah duduk di kursi yang selama ini menjadi impiannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Persis seperti anak SD di atas, setelah apa yang ia capai berhasil, tak peduli "rambu-rambu" pengatur yang ia buat sendiri harus dilanggarnya. Ia hanya bilang, peraturan diciptakan untuk dilanggar. Kalau tidak ada pelanggaran, buat apa membuat peraturan. Bingung bukan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Itulah keunikan sang penguasa, inginnya setiap langkah geraknya hukum jadi alatnya. Alat untuk meraih keuntungan pribadi. ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-7429314331173426521?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/7429314331173426521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=7429314331173426521&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7429314331173426521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7429314331173426521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/robohnya-tembok-kejujuran-negeri.html' title='Robohnya Tembok Kejujuran Negeri'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuZdk6nq77I/AAAAAAAAALY/M5eIk0LEBMo/s72-c/buku2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-5613973975822501545</id><published>2009-10-26T19:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T19:34:50.038-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perusahaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jombang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waktu'/><title type='text'>Sang Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuZcCgPl5SI/AAAAAAAAALQ/ZILfCvOfIYc/s1600-h/11-14-sapien-book-towers.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 236px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuZcCgPl5SI/AAAAAAAAALQ/ZILfCvOfIYc/s320/11-14-sapien-book-towers.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397102401534944546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di sebuah kantor "bonafide", jam 07.00 Wib suasana masih terlihat sepi. Hanya ada dua tiga karyawan santai sambil ngrumpi di depan pesawat televisi. Mereka asyik bercanda, bahkan tertawa lepas, seakan tak punya beban tanggungan pekerjaan. Kadang bernyanyi, sepertinya tak menyadari bahwa itu sebuah kantor tempatnya bekerja. Kadang tertawa ngakak, seperti di rumah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sejurus kemudian, sebuah sedan yang tak asing lagi tentunya bagi karyawan, masuk halaman. Beberapa karyawan yang lagi santai itu, sontak terkejut dan mematikan TV lalu berhamburan ke meja masing-masing, pura-pura memainkan tut keyboard komputer, seakan-akan sedang sibuk menyelesaikan tugasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu tidak pernah terlepas dari kehidupan manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Setiap detik, menit, jam bahkan tahun selalu menjadi perhatian kita. Bahkan, dalam sebuah hadits Nabi menyebutkan, "Pergunakan lima waktumu, sebelum datang lima waktumu yang lain tiba .". Sehingga, kita harus mampu mempergunakan sang waktu se-efisien mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bagi bisnisman, kehilangan waktu semenit saja berarti kehilangan jutaan bahkan miliaran rupiah. Demikian juga bagi pekerja, baik itu pekerja kantor atau pekerja berat. Mereka harus pandai-pandai menyiasati waktu, pekerjaan apa yang harus saya kerjakan hari ini, agar tidak membebani pekerjaan esok harinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Namun demikian, dengan adanya pengaturan waktu tersebut, maka setiap pekerjaan diharapkan akan dapat terselesaikan pada saat yang cepat, tepat dan cermat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Suatu fenomena di dalam masyarakat, khususnya Indonesia, seperti yang terlukis dalam fenomena di atas bahwa dalam masyarakat sering menunda-nunda suatu pekerjaan. Yang lebih memprihatinkan lagi, istilah ABS (asal bapak senang) masih saja jadi "idola". Artinya, misalnya seorang pekerja kantor apabila sang "juragan" berada di kantor, ada saja yang dikerjakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahkan, karena saking bingungnya pekerjaan yang tidak semestinya dikerjakan, dicandak (dilaksanakan). Nggak tanggung-tanggung, rekan sesama karyawan pun, kalau perlu "disikutnya", demi terlihat apik di depan sang juragan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara, saat sang juragan tidak ada di tempat, mereka lagi asyik "ngrumpi", tidak bergairah mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan hari itu. Akibatnya, pekerjaan menumpuk, kemudian saat darurat bisanya marah dan main perintah. Ironisnya, yang diperintah itu justru atasannya. Tidak lucu memang, tapi itulah yang sering terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak hanya di perusahaan, di pemerintahan pun demikian. Karena "anak buah" yang akan diperintah terlihat sibuk, sang pejabat pun mengurusi pekerjaan yang seharusnya dilakukan anak buahnya. Bahkan, ada sebagian orang, yang sebaliknya. Mereka bekerja tanpa memperhitungkan waktu, sampai-sampai tidak sempat berfikir untuk menikah. Baru setelah usia di atas kepala tiga, mereka kebakaran otak. Karena pikirnya, "no time for love" dan "time is money" alias tidak kenal cinta sebelum meraih kejayaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti gambaran di atas, tentunya menyadarkan kita tentang arti penting sang waktu dalam kehidupan kita. Dalam keadaan yang demikian itu, kita harus melihat diri kita sendiri, tanamkan rasa tanggung jawab dan memiliki pada perusahaan tempat kita mengais rupiah. Bagaimanapun juga, jika perusahaan gulung tikar (baca: rugi, tutup), tentu kita juga kahilangan pekerjaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masih jelas dalam ingatan kita, unjuk rasa (baca: demo) kasus PHK di DI (PT. Dirgantara Indonesia), PHK diberbagai perbankan. Bagaimana seandainya terjadi pada diri kita? Perlu kesadaran dalam bekerja, Anda untung dapat gaji, perusahaan juga tidak dirugikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kembali kepada sang waktu, untuk dapat bekerja secara maksimal, ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan. Sehingga pekerja dapat diselesaikan secara optimal, yakni: Kerjakanlah tugas yang Anda sukai terlebih dahulu daripada yang tidak Anda sukai. Kerjakanlah pekerjaan yang telah Anda ketahui caranya lebih cepat, daripada yang tidak Anda ketahui. Kerjakanlah tugas yang Anda anggap paling mudah terlebih dahulu kemudian yang sulit. Kerjakanlah tugas yang memakan waktu lebih cepat daripada yang lama. Kerjakanlah pekerjaan yang bahan-bahannya sudah tersedia. Kerjakanlah tugas-tugas yang telah direncanakan daripada yang di luar rencana. Tanggapi keinginan orang lain sebelum keinginan kita sendiri. Kerjakan hal-hal (tugas) yang mendesak sebelum hal-hal penting yang lain. Siap menghadapi hal-hal yang darurat atau kritis. Kerjakan tugas yang menarik terlebih dahulu daripada yang tidak menarik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan memperhatikan beberapa hal penting tersebut di atas, Anda diharapkan mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan tepat dan tanpa beban. Buatlah suasana kerja yang menyenangkan, jangan ada miscomunication di antara karyawan, apalagi karyawan dengan atasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sehingga, tidak menambah dan menumpuk beban kerja, dan pikiran menjadi lebih tenang. Hidup lebih menyenangkan, kerja enak dalam suasana kebersamaan. ***&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-5613973975822501545?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/5613973975822501545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=5613973975822501545&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/5613973975822501545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/5613973975822501545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/sang-waktu.html' title='Sang Waktu'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SuZcCgPl5SI/AAAAAAAAALQ/ZILfCvOfIYc/s72-c/11-14-sapien-book-towers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-5160324912736154071</id><published>2009-10-26T17:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T19:29:44.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='donut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manik-manik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='undar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jombang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Sejarah Negeriku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sejarah .....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dunia mengakuinya!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mulai ekonomi, politik, sosial, budaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kau tulis hitam di atas putih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Hingga orang mengerti kehidupan dulu dan kini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tapi ......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sejarah tak selamanya enak dibaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Karena sekarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sejarah dapat dirubah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sesuka sang penguasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Dijadikan alat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Untuk mempertahankan posisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Saat aku melihat fenomena wajah negeriku kini, aku mulai teringat saat aku mempelajari Sejarah Nasional Indonesia (SNI) di bangku sekolah dasar. Saat itu, yang tercermin rasa nasionalisme, berjuang mengusir penjajah, maut siap menghadang di depan mata. Intinya, berjuang untuk kemerdekaan negeri, tempat aku dilahirkan dan dibesarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Seiring dengan perjalanan negeriku, aku mulai berfikir, di manakah sejarah negeriku kini? Yang hitam bisa jadi putih, yang putih bisa dibalik hitam. Dan, ternyata sekarang jelas, penjajah negeriku tiada lain negeriku sendiri. Setelah sekian lama dijajah Jepang dan Belanda serta Inggris, cerita kakekku, kini tiba saatnya menjajah negeri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Bahkan, guru sejarah pun dibuat bingung, apalagi muridnya. Sejarah kian tak jelas, buram dan beberapa orang hanya bisa meraba-raba sejarah. Bahkan, rasa nasionalisme pun mulai pudar. Anak-anak yang berseragam merah-putih pun sudah disuguhi tayangan-tayangan televisi yang menjauhkan diri dari nasionalime.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Saat kubuka lembaran-lembaran buku sejarah, ternyata kata orang, itu sudah usang. Layaknya perubahan cerita sejarah, dari Orde Lama ke Orde Baru, yang terlihat Orde Lama hanya jeleknya saja. Demikian pula saat era Reformasi berkumandang, Orde Baru yang dulu diagung-agungkan dengan berbagai keberhasilan membangun sebuah negeri, ibarat pesawat jatuh, langsung nyungsep menjadi bahan cemoohan, hinaan atau hujatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Akibatnya, negeriku hanya dijadikan bahan guyonan negara adi kuasa yang memiliki power dan dijadikan alat untuk memperkuat barisan negara-negara besar. Yang lebih menyedihkan lagi akibat hilangnya rasa nasionalisme, negeriku kini menjadi jajahan lagi. Penjajahan secara halus, penjajahan ekonomi dan moral.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Secara ekonomi, negeriku kaya akan hasil bumi. Namun, negara adidaya seperti USA dan Negeri Sakura, Jepang yang mengolahnya. Selain itu, lebih parah lagi, kita lebih suka produk luar dari pada produk dalam negeri. Hal ini menunjukkan, kita belum 'pede' kalau tidak memakai produk luar negeri. Konsumtif sengaja diciptakan oleh produsen. Akibatnya, cinta produk Indonesia hanya sebatas slogan semata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Bahkan, tidak hanya penjajahan dibidang ekonomi saja, moral pun diserang. Lihat kembali ulah blo'on Shin Chan, salah satu contohnya. Lalu tayangan film barat yang sedikit banyak telah masuk ke sel-sel sendi culture negeriku. Kalau tidak ada keinginan dari seluruh elemen masyarakat, tentu tidak akan berhasil membendung gelombang penghancur moral, pemusnah budaya ketimuran negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Lihat cara putri pertiwi bersolek kini, cara berjalan saat sekarang dan bagaimana pergaulannya. Bebas, itu mungkin ungkapan yang pas. Walau tidak semuanya. Ia mulai berdandan ala You can see atau pakai rok tinggi di atas lutut tanpa risih. Seakan pemandangan seperti itu sudah 'wajib' hukumnya untuk dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="NO-BOK"&gt;Ironis memang, mengenal budaya sendiri ogah-ogahan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Tapi mengadopsi budaya luar untuk merusak budaya sendiri secara terang-terangan, tanpa rasa sungkan. Rasa malu yang ditanamkan oleh orang tuanya, seakan kikis oleh rasa ingin tahu. Rasa dosa yang dilarang agama, seakan sirna oleh rasa ingin mencoba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sejarah, ternyata mampu merubah segalanya dalam sekejap. Bahkan, membutakan mata dari peristiwa silam. Kini yang perlu dipertanyakan, layakkah sejarah negeriku saat ini dipelajari? Sejarah yang mana kita tularkan kepada anak-cucu kita, karena setiap pergantian tahta selalu diiringi perubahan cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Setiap episode selalu berubah, menurut berbagai versi selalu terjadi revisi. Siswa SD pun bingung dengan pelajaran sejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Sehingga sempat hinggap dalam benakku, sejarah yang perlu dipelajari adalah sejarah keluarga. Bukan keluarga siapa-siapa, tapi keluarga negeriku. Kalau tidak bisa, ya keluarga orang tua, kakek-nenek, hingga mbah buyut kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Karena aku terinspirasi suatu kata bijak menyatakan, dunia tanpa kenangan takkan ada kemajuan. Sehingga generasi keluarga kita tidak musnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Sejarah, sejarah, semoga kau tak ternoda oleh perusak bangsa. Semoga kau tidak jadi alat penguasa, tapi jadilah dirimu sendiri sejarah. Lalu, mana sejarah yang benar? ***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-5160324912736154071?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/5160324912736154071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=5160324912736154071&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/5160324912736154071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/5160324912736154071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/sejarah-negeriku.html' title='Sejarah Negeriku'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-5328606054388596842</id><published>2009-10-25T08:03:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T17:15:49.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='donat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbok Darmi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poligami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jombang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu'/><title type='text'>Mbok Darmi dan Klub Poligami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Beberapa hari terakhir, banyak media, baik itu cetak maupun elektronika membahas keberadaan klub poligami yang ada di Bandung. Akibatnya tentu bisa ditebak, ada yang pro dan tidak sedikit yang kontra. mengapa hal itu terjadi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbok darmi sedang sendiri, ia mulai bersih-bersih tempat jualannya yang pagi itu baru aja usai diguyur hujan lebat. Sambil terus memasang telinga dan sesekali mata melirik ke arah tivi-nya yang dwi warna, ia terus asyik menata meja dan dagangannya. Ia terlihat serius dengan tivi-nya, yang saat itu lagi mengupas soal berdirinya klub poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waduh.... wong-wong soyo edan ...... wong poligami kok ya dipersoalkan. Jelas-jelas ada tuntunannya. Kok ya banyak orang yang nggak setuju," pikir Mbok Darmi sambil terus bersih-bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diamnya, ia terus berpikir, kenapa wanita takut suaminya poligami. Bahkan malah lebih memilih mengijinkan suaminya ke lokalisasi? Mereka lebih takut kehilangan suami daripada dosa yang mereka tanggung nantinya. Mereka lebih memilih cinta dunia daripada akhiratnya. Edan... bener-bener jaman wis edan tenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang menjadi pikiran Mbok Darmi di pagi buta itu. Ia pun semakin bingung dengan pola pikir orang jaman sekarang. "Apa sekarang sudah banyak orang pintar, atau sebaliknya?," pikiran Mbok Darmi semakin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngelantur&lt;/span&gt; yang dipikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, tanpa disadari Cak Hasan dan Kang Brodin sudah berada di depan pinti warungnya. Mbok Darmi agak terkejut mendengar salam orang yang sudah di dekatnya. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamu'alaikum....&lt;/span&gt;," ucap Cak Hasan dan Kang Brodin hampir bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh.... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa alaikumsalam&lt;/span&gt;.... eh.. sampeyan toh! Tumben kok pagi-pagi sudah kesini?," tanyak Mbok Darmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Mbok, ini lho kan baru hujan, jadi ya cari yang hangat-hangat gitu lho!," saut Kang Brodin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bener Mbok. Dingin-dingin enaknya minum kopi hangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;plus &lt;/span&gt;makanan ringan khasnya, pisang goreng. Pasti enak tenan, Mbok," tambah Cak Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yo wis... monggo duduk dulu, tak buatkan kopi,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho Mbok, pean kok yo mengikuti berita klub poligami?," tanya Cak Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha emang kenapa? Nggak boleh toh?," jawab Mbok Darmi sambil mempersiapkan cangkir untuk membuat kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya nggak gitu Mbok!!! Emang Mbok ini setuju toh?," saut Kang Brodin yang sejak tadi hanya sebagai pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya... sebenarnya setuju. Soalnya sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-5328606054388596842?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/5328606054388596842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=5328606054388596842&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/5328606054388596842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/5328606054388596842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/mbok-darmi-dan-klub-poligami.html' title='Mbok Darmi dan Klub Poligami'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-136397154145965266</id><published>2009-10-10T21:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T21:38:55.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bencana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siapa Yang Salah?'/><title type='text'>Bencana, Siapa Yang Salah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/StFey_l9SvI/AAAAAAAAAKw/pbHaJo4dn9Q/s1600-h/kubah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/StFey_l9SvI/AAAAAAAAAKw/pbHaJo4dn9Q/s320/kubah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391194459096304370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini, seharusnya disikapi dengan merenungkan apa yang telah terjadi di muka bumi. Jika kita mau lebih bijak menyikapinya, tentu saja setiap bencana itu bukan saja karena kondisi alam. Lebih dari itu, karena sikap dan tingkah laku manusia yang tidak lagi mau mengindahkan norma-norma agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Jawabnya karena prilaku manusia yang sudah di luar batas dan norma-norma agama. Bagaimana sekarang ini prostitusi merajalela, bahkan mereka berani terang-terangan menentang peraturan yang tidak berpihak pada mereka. Tidak sedikit dari mereka yang melakukan aksi telanjang di tempat umum. Tidak itu saja, perjudian, minuman keras ataupun pencurian juga marak dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu fenomena yang jika diruntut, tidak jauh berbeda dengan kondisi jaman para nabi. Dan akhirnya mereka pun akan dihapuskan dari muka bumi dengan berbagai bentuk dan cara. Salah satunya dengan memberikan 'lampu hijau' atau 'warning' kepada mereka melalui berbagai bencana. Sungguh ironis memang, jika semua orang tidak menyadari hal itu. Mereka masih beranggapan karena itu merupakan akibat dari alam yang tidak bersahabat dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita lihat dan kita amati, mereka yang berduit baru terketuk hatinya untuk menyumbangkan sebagian hartanya untuk ko&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/StFfOoLKG9I/AAAAAAAAAK4/7Zd70uYJUro/s1600-h/007-gempa-sumbar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/StFfOoLKG9I/AAAAAAAAAK4/7Zd70uYJUro/s320/007-gempa-sumbar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391194933846219730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;rban bencana yang telah disiarkan dan diberitakan secara besar-besaran dimedia. Tapi kenapa mereka baru mengulurkan tangan saat bencana sudah terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah sebelumnya mereka dapat menyumbangkan dan hasilnya dapat diberikan kepada yang tidak mampu, sehingga dapat memperbaiki kondisi ekonomi mereka. Kesejahteraan ummat dapat terwujud. Jika kita lihat, dalam sepekan saja, sumbangan korban dapat mencapai miliaran hingga triliunan rupiah. Kenapa itu tidak dilakukan saat kondisi yang baik dengan mengulurkan kepada yang miskin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak itu saja, kondisi ini diperparah dengan pelaksanaan ibadah haji yang kuotanya sudah habis hingga sekitar lima tahun ke depan. Padahal, jika kita amati, masih banyak anak yatim piatu dan kaum fakir yang ada di sekitar mereka lebih membutuhkan. Apakah hanya karena predikat 'Haji' kemudian melalaikan kondisi sekitar lingkungan? Mudah-mudahan tidak demikian. Pasalnya jika itu terjadi, maka amat berat cobaan yang akan ditanggungnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/StFguaPzYkI/AAAAAAAAALI/-Ci5GgJx6U0/s1600-h/gempa-bumi-03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 284px; height: 307px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/StFguaPzYkI/AAAAAAAAALI/-Ci5GgJx6U0/s320/gempa-bumi-03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391196579375047234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan sedikit ini dapat menggungah hati kita semua untuk memulai dengan satu langkah untuk lebih memperhatikan lingkungan tepat kita tinggal terlebih dahulu. Untuk saling membantu saudara-saudara kita yang belum beruntung. Semoga dengan yang demikian itu dapat mengurangi perampokan, pencurian, dan perbuatan maksiat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui juga, untuk memberantas miras pun sebenarnya tidak sulit, jika mereka mau dengan menutup pabrik atau rumah produksinya, sehingga tidak perlu lagi harus melakukan razia ke warung-warung. Yang terpenting adalah bagaimana menghapus kemaksiatan itu dari akarnya, bukan langsung dari ranting-ranting atau dahannya. Wallahu 'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-136397154145965266?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/136397154145965266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=136397154145965266&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/136397154145965266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/136397154145965266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/10/bencana-siapa-yang-salah.html' title='Bencana, Siapa Yang Salah?'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/StFey_l9SvI/AAAAAAAAAKw/pbHaJo4dn9Q/s72-c/kubah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-3170323811377764425</id><published>2009-04-26T05:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T05:28:33.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Caleg = Calone Gendeng'/><title type='text'>Caleg = Calone Gendeng</title><content type='html'>Pagi itu suasana di desa tempat tinggal Mbok Darmi berangsur-angsur pulih dari keramaian saat pemilu legislatif. Mereka kini kembali ke rumah masing-masing untuk bekerja sesuai dengan pekerjaannya. Demikian juga dengan Mbok Darmi, ia pun kembali membuka pintu warungnya yang ditutup saat melakukan pencontrengan 9 April 2009 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh… kalo gini mending nggak ikut caleg, daripada gendeng (baca: stres) seperti itu,” gerutu Mbok Darmi seorang diri yang sedang membersihkan warungnya sambil nonton teve. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saat itu di teve menayangkan pola tingkah aneh para calon wakil rakyat yang mendapat suara minim. Cara yang dilakukannya pun juga tergolong unik, mulai yang melakukan aksi bunuh diri hingga yang terserang virus depresi (stress).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu pemilih, ia prihatin melihat beberapa calon wakil rakyat yang jika terpilih nanti mewakili aspirasi rakyat. “Wong kalah gitu aja sudah gendeng, bagaimana nanti kalo mewakili pendukungnya? Seharusnya kalo sudah siap maju nyaleg, seharusnya sudah siap segala-galanya, termasuk siap tidak mendapat suara,” gerutunya makin kesel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang asyik-asyiknya membersihkan warungnya, Mbok Darmi dikejutkan oleh suara di depan pintu warungnya. “Assalamu’alaikum……!!!!,” suara salam terdengar dari luar membuyarkan lamunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam……eh… Kang Brodin. Kadengaren pagi-pagi sudah menampakkan batang hidungnya?,” sapa Mbok Darmi setelah mengetahui yang datang pelanggan tetap warungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya Mbok… daripada bengong di rumah. Emang yang lain belum ke sini toh?,” Kang Brodin balik bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya belum lah Kang, biasanya khan agak siang atau sore,” saut Mbok Darmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak amati sejak tadi kok si mbok melamun terus, mukanya itu lho cemberut. Emang ada apa mbok?,” tanyanya dengan nada menyelidiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak ada apa-apa Kang, itu lho cuman heran sama tingkah caleg-caleg yang nggak jadi yang ditayangkan di teve semakin tambah aneh-aneh saja?,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya lah Mbok, mereka khan sudah habis banyak. Trus niat mereka bukan berjuang untuk rakyat, tapi bagaimana mendapatkan kedudukan, jabatan, dan tentunya pundi-pundi rupiah yang berlimpah dengan jalan 4 D,” ungkap Kang Brodin yang mantan aktivis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa sich Kang 4 D itu?,” tanya si Mbok yang nggak paham singkatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“4 D itu datang, duduk, diam, duit,” jelas Kang Brodin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lebih edan lagi, ada juga caleg yang gagal itu ngemplang pengusaha sablon dan stiker. Bahkan ada juga yang menarik lagi bantuannya yang diberikan untuk pembangunan tempat ibadah ataupun masyarakat. Ya emang dasarnya ngasih bantuan tidak ikhlas alias berharap dapat suara. Untung mereka nggak jadi. Coba kalo jadi, pasti yang diperhatikan lebih dulu bagaimana ‘modal’ awal kembali yang ujung-ujungnya korupsi,” kata Mbok Darmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah makin cerdas aja si mbok,” puji Kang Brodin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melanjutkan ‘diskusi’ kecil-kecilan ala warung Mbok Darmi, tak disangka ada seseorang yang datang. Dua orang yang taka sing lagi bagi Mbok Darmi dan Kang Brodin. Mereka adalah Markuat dan Cak Sholeh. “Assalamu’alaikum….!!!,” ucap mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waalaikumsalam……!!!,” saut Mbok Darmi dan Kang Brodin hamper bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tumben Kang kok pagi-pagi sudah ada di warung Mbok Darmi?  Hayo…. Mau ngapeli si mbok ya!!!,” goda Markuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak aja…. Siapa juga yang ngapeli si mbok. Ya kamu itu yang mau ngapeli si mbok! Kamu cemburu toh kalo aku datang ke sini?,” ganti Kang Brodin yang menuding Markuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“E… sudah…. sudah…. Masak gitu aja mau berantem. Apa bedanya kalian sama caleg atau pendukung yang tidak puas lalu berantem hanya untuk memperebutkan suara,” cegah Cak Sholeh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baru datang dan belum apa-apa kok mau berantem hanya persoalan sepele,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbok buatkan kopi, yang agak manis ya…,” pinta Cak Sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku juga Mbok…,” saut Markuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wis yang sudah ya sudah nggak usah berantem. Lebih enak kalau kita itu hidup damai tanpa ada persoalan dan hidup berdampingan,” pinta Cak Sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya Cak makasih nasihatnya. Mar…. aku minta maaf ya….,” pinta Kang Brodin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa Kang, seharusnya aku yang salah menggoda sampean,” kata Markuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah gitu dong….!!! Enak khan tanpa ada yang merasa benar. Semua merasa salah jadi persoalan cepat selesai,” papar Cak Sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya Cak, seandainya juga para caleg itu bisa menerima apapun hasilnya dari pileg (baca: pemilu legislatif), mungkin bisa mengurangi caleg stres,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho kok diseret-seret ke Pileg toh Kang?,” tanya Cak Sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya Cak, soalnya tadi aku sama si mbok mbahas masalah itu,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O…. gitu toh. Tidak hanya itu, seharusnya mereka juga menyadari harus ada yang menang dan kalah dalam ‘pertarungan’. Terus yang terpenting siapa suruh mereka mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan juta,” sambung Cak Sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada yang lebih puuueeennting lagi!,” seru Markuat tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa’an tuch!,” tanya Kang Brodin dan Cak Sholeh hamper bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka seharusnya saat pendaftaran dilakukan tes IQ dan Psikotest. Sehingga dapat diketahui kondisi kejiwaan masing-masing caleg. Nah jika tidak memenuhi maka tidak diterima pendaftarannya,” seru Mbok Darmi sambil mengaduk kopi pesanan pelanggan warungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul itu Mbok. Itu yang tadi mau tak sampaikan,” seru Markuat yang idenya itu ternyata diungkapkan Mbok Darmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah…. Si mbok sekarang makin cerdas, makin pinter!!!,” puji Cak Sholeh sambil tepuk tangan diiringi dua sahabat karibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo gitu kenapa si mbok tidak nyaleg aja? Khan banyak dari kalangan bawah yang daftar. Ada seorang loper koran, tukang becak, hingga service barang elektronika,” usul Kang Brodin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“E… lha dalah kok aneh-anehi. Itu namanya ngowah-owahi adat. Jadi apa Negara nanti kalo kursi diduduki orang-orang seperti si mbok,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh mbok, jangan merendah gitu dong. Semua orang bisa jadi anggota dewan kok,” dukung Markuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, tambah Kang Brodin, dapat lebih memperhatikan rakyat kecil. Pasalnya sudah merasakan pahit getirnya menjadi orang kecil. “Wis toh ojo nambah ngelu sira iki. Saya sudah cukup dari jualan ini aja,” tolak Mbok Darmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yo wis yen ngunu Mbok. Diajak maju kok ra gelem. Aku juga tidak memaksa,” kata Cak Sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini kopinya. Tapi ngomong-ngomong, jadi anggota dewan itu enak toh?,” tanya Mbok Darmi seraya menyodorkan kopi pesanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha…..ha…..ha…….!!!!,” ketiga pelanggan setia warung Mbok Darmi pun tertawa meledak. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-3170323811377764425?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/3170323811377764425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=3170323811377764425&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/3170323811377764425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/3170323811377764425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/04/caleg-calone-gendeng.html' title='Caleg = Calone Gendeng'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-1948871498768607106</id><published>2009-03-04T19:54:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T19:55:24.943-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ORGANISASI KITA SEHARUSNYA BELAJAR DARI PERGERAKAN MASA HINDIA-BELANDA'/><title type='text'>ORGANISASI KITA SEHARUSNYA BELAJAR DARI PERGERAKAN MASA HINDIA-BELANDA</title><content type='html'>ORGANISASI KITA SEHARUSNYA BELAJAR DARI PERGERAKAN MASA HINDIA-BELANDA&lt;br /&gt;WAJIB DI BACA BRUWWW…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : KEMPLO&lt;br /&gt;ESAI Januari 2009&lt;br /&gt;E-mail  : agus.stkipjombang@yahoo.com &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kenalin Namaku Rek :&lt;br /&gt;Agus, anak-anak biasanya manggil Plo/Kemplo &lt;br /&gt;Harapan seorang intelektual bukanlah dia(Semaoen, H. Misbah, Sukarno) akan punya pengaruh terhadap dunia. Tapi suatu waktu, suatu tempat. Seseorang akan membaca apa yang pernah ia tulis. &lt;br /&gt;      Tenang bung, kamu harus tahu siapa dia. Bukan apa-apa, ini nama yang tak kalah beken. Yo’i! Semua pasti tahu siapa Soekarno. Orang yang sering kamu lihat fotonya kalau pas peringatan kemerdekaan. Posternya banyak dijual di pinggir trotoar. Ia konon pintar pidato. Kalau pas lagi ceramah yang dengerin. Wooww jumlahnya minta ampun. Ratusan, ribuan bahkan jutaan. Jangan sampe kamu nggak tahu bukunya yang paling terkenal. Di Bawah Bendera Revolusi. Mantap khan, brur. Ini buku isinya pidato-pidatonya. Banyak cerita tentang Soekarno. Dari yang suka lukisan, foto, busana hingga cewek. Sory brur, Soekarno ini suka taklukin cewek. Cara speak-nya, sikap sampe gesture tubuhnya sangat memukau. Coba saja lihat foto-fotonya. Tapi lo harus tahu kalau Soekarno dulu dipengaruhi juga oleh Semaoen. Untuk yang satu ini, kuyakin kau belum begitu mengenalnya. Eh…konon inilah ketua PKI pertama. Serem khan. Kamu tahu ndak PKI? Pokoknya itu gerakan politik yang sampai sekarang dimusuhi. Entah apa saja kesalahanya. Mungkin mengajarkan aliran sesat! Atau mungkin karena pengurusnya lebih keren ketimbang Golkar (hahahaha, kalau ini sikh namanya pencemaran nama buruk).&lt;br /&gt;      Ngerasa kenal nggak kamu dengan Mohammad Natsir. Dari namanya aja sudah jelas ia orang baik. Soalnya melalui beliau kita kembali dipercaya oleh Jepang dan Timur Tengah. Tau khan waktu itu pak Harto (ini presiden waktu kamu masih kecil) belum dikenal. Suharto ini mengganti pak Karno. Butuh waktu negara luar mengenalnya. Apalagi percaya kepadanya. Terus pak Natsir yang lebih berwibawa ketimbang pak Harto, mulai kontak-kontakan sama kepala negara lain. Ia berusaha memanfaatkan ketokohanya untuk mencairkan bantuan uang dan dukungan. Harusnya pak Harto terimakasih. Tapi tau sendiri tak setiap orang bersikap seperti yang kita minta. Pak Natsir tambah dilarang. Dilarang menghidupkan partainya yang bernama Masjumi. Terus tak hanya itu. Waktu pak Natsir deket dengan Petisi 50 (ini nama organisasi yang suka mengkritik Orde Baru) maka saat itu pula hidupnya dikucilkan. Pokoknya ia nasibnya sama dekh dengan Soekarno dan Semaoen. Diasingkan dan nggak diberi kesempatan berorganisasi. Dalem ati mungkin kau bisa caci maki Orde Baru.&lt;br /&gt;      Kini kita mau blak-blakan cerita tentang mereka. Jawara pergerakan yang hidup semasanya juga kita mau beberkan. Komplit dekh pokoknya. Jadi emang kita mau kamu sekalian kenal. Malah siapa tahu kamu mau kayak mereka. Bukan apa-apa. Negeri ini udah banyak para musisi, sutradara, pemain film, pelawak dan penonton muda. Kita mau juga ada politisi muda yang lebih berani, sederhana dan kreatif. Coba saja kamu lihat bagaimana politisi kita sekarang. Mereka yang duduk, ngantor dan tidur di senayan. Atau mereka yang kerjanya hanya upacara di istana. Pol menyedihkan sekali. Udah gitu ada hakim agung yang perpanjang usia pensiunya sendiri. Komplit dekh jeleknya. Makanya jika kita risih melihat mereka mari kita membuka dikit wawasan mengetahui siapa orang-orang muda hebat jaman dulu. Soalnya biar kamu tak sekedar bisa mengkritik atau tak peduli: melainkan juga bisa mengubah. Juga bisa tau kalo dulu PKI, Islam dan Nasionalis itu orang-orangnya akrab bergaul. Overall, ayo kita jalan-jalan mengenal siapa mereka: &lt;br /&gt;Pertama: Kenalin namaku Semaoen&lt;br /&gt;Mereka jang mengira dapat menghantjoerkan kapitalisme sekedar. Dengan argumen dan pikiran tadjam berarti tidak sepenoehnya. Mengerti esensi komunisme….. &lt;br /&gt;      Tau maksud kata-katanya? Ini kalimat yang pantes untuk kita baca. Maksimal kamu tahu kalau anak muda yang menulisnya bernama Tjipto Mangunkusumo. Dari selusin nama pahlawan pasti kamu ndak kenal sama pemuda ini. Ia sekolah di Kedokteran. Mahasiswa nekad dan baik hati. Waktu ada wabah penyakit di sebuah desa ia dengan nekad menerjang masuk. Inget itu tahun dimana petugas kesehatan belum nongol. Malah dengan semangat ia membawa seorang anak yang kena wabah. Kelak anak itu jadi anak asuhnya. Belakangan peristiwa ini dikenang sebagai cara Tjipto nunjukin sikap. Walau ia anak orang kaya dan keturunan ningrat tapi urusanya ngeri-ngeri. Bukan jatuh cinta atau cari cara naklukin cewek. Ia ikut pergerakan. Ingat pergerakan bukan kelompok musik. Ia blak-blakan menolak gaya hidup hura-hura. Asal lo ngerti penampilanya ketika sekolah beda! Waktu sekolah di STOVIA (ini bukan merk Celana tapi kampus Kedokteran) semua teman-temanya berpakaian daerah. Nggak usah tanya kenapa, tapi ini aturan dari pihak sekolah! Tjipto yang menolak. Ia nekad pakaian kromo dan merokok kretek!&lt;br /&gt;      Ia gabung dengan Boedi Oetomo (BO) -ini organisasi agak mirip semangatnya dengan Osis- tapi keluar karena tak cocok dengan ketuanya, Dr Radjiman. Mustinya, kata Tjipto, BO juga aktif dalam politik. Tapi usulanya tidak diterima. Jadi karena BO tidak mengambil sikap politik yang jelas Tjipto kemudian bergabung dengan Douwes Dekker. Ini pria Belanda yang punya cita-cita mulia untuk bangsa kita. Ia bersama Tjipto dirikan organisasi-namanya Indische Party/IP- yang, kamu nggak akan nyangka-pertama kali melakukan kegiatan rally jalanan untuk menyatakan tuntutanya. Apa sikh tujuan partai ini? Apa bagi-bagi kaos kayak partai kita. Atau bikin acara jalan-jalan sehat, sepeda gembira, pentas dangdut? Kagak ada abisnya kalau kita mau sebut kegiatan membosankan dari partai kita. Sory aja Tjipto ndak mau buat Partai kayak gitu. Ia yang suka menulis, menyatakan IP sebagai: &lt;br /&gt;      IP dimaksudkan menjadi sebuah partai bagi semua yang prihatin terhadap pembangunan negeri yang sehat. IP paham benar bahwa pembangunan seperti itu tidak bisa diharapkan sepanjang hubungan kolonial saat ini tetap dipelihara. Antitesisnya, tidak bisa lain adalah, yang mendominasi di satu pihak dan yang didominasi pihak lain. IP yang sudah berseru pada semua yang merasa dirinya didominasi di tanah Hindia yang kaya, dan meminta mereka untuk merapatkan barisan dan mengorganisir diri…… &lt;br /&gt;      Jadi partai ini percaya masalahnya adalah hubungan kolonial. Apa maksudnya? Itu tadi hubungan antara yang didominasi dan mendominasi. Paham? Ngomongin kamu kayaknya harus agak detail. Yang Tjipto risaukan selama ini bukan sekedar penjajahan. Tapi kebuasan kolonial yang seenaknya memperlakukan rakyat. Eits! Ini seperti pemerintah kita. Coba simak perlakuan pada rakyat. Mau banjir lumpur, gunung meletus, kecelakaan pesawat….pemerintah tak bakalan minta maaf. Yang seneng sama penguasa silahkan protes! Tapi emang keterlaluan kata- Tjipto penguasa kolonial yang sering nyalah gunakan kekuasaan. Pesta pora ulang tahun Hindia Belanda meriah abis. Padahal rakyat lapar dan kena wabah. Nggak cuma itu, rakyat tak bisa melawan. Hanya diem aja. Mungkin doa kali ya! Karena mungkin berfikir nggak bakalan menang kalau melawan. Tjipto merasa rakyat kudu melawan. Dengan apa? Teruuuus lewat cara apa?&lt;br /&gt;      Ini lho hebatnya Tjipto: ia buat resep yang masih cocok untuk zaman MTV ini. Ia dapati rakyat yang diem dengan usaha-kata Tjipto nikh-membangkitkan semangat perlawanan. Pake apa dong? Kata Tjipto lagi, melalui ‘pengorganisasian rasa tidak puas’. Ibarat kamu ndak suka sama temen dan mau ngajak yang lain agar ndak suka, maka yang lo lakukan: tebarkan kebencian sama semua orang tentang temanmu. Cara apa aja dekh: buat tulisan, poster, spanduk, mural…apapun asal kamu punya duit buat biayai dan kamu berani. Mau liat bagaimana reaksi pemerintah mendengar anjuran nekad Tjipto ini. Marah, sebel, kacau dan menganggap Tjipto sudah tersesat jauh. Dengan lagak sok, Belanda memutuskan untuk menghukum Tjipto. Tapi bukan Tjipto kalau tak cerdik menghindar. Kata banyak penulis, ia ksatria yang selalu bisa mengontrol semua tindakanya. Ia malahan direkrut menjadi anggota Volkraad (ini bukan kelompok musik Metal tapi parlemen) yang diharapkan jadi jalan menuju merdeka. Di sanalah kemudian Tjipto melakukan serangan pada tiga lapis kekuasaan: yakni kaum feodal, sunan dan perkebunan.&lt;br /&gt;      Tahu ndak feodal? Ini golongan yang suka bikin dirinya paling berharga ketimbang yang lain. Katanya darah mereka biru. Yup! Ini jenis kelompok manusia yang gila hormat. Bicara sama mereka harus pakai bahasa halus. Buru-buru mau diskusi, kesukaan mereka hanya didengarkan. Ya gitu deh tinggal mereka di istana yang dapat dukungan aparat kolonial. Sohib mereka golongan sunan. Kelompok kraton juga dan golongan agama yang tak bisa protes pada kesewenang-wenangan. Impian mereka hidup nikmat, masuk surga. Jadi bukan baru saat ini kita lihat ulama yang kerjaanya hanya doa dan tak pernah protes. Tak mau nabrak aturan agama dan aturan kolonial. Yang pertama bener, tapi yang terakhir ini buat kacau. Tjipto melawan kedua golongan ini, selain orang kaya yang punya perkebunan. Ia melihat kejamnya ketiga golongan ini dalam menindes rakyat. Tanpa harus pikir sejarah yang rumit kamu bisa bayangin susahnya orang jaman dulu. Zaman dulu ambil sikap menentang lagi. Ndak ada TV, HP, internet, komputer, pesawat dan yang paling mengerikan pekerjaan yang baik. Lalu ada segolongan orang yang hidup enak. Adukh! Pastilah marah Tjipto menyaksikan itu. Sinyal semangat melawan itu tercermin dari tulisan Tjipto: &lt;br /&gt;….saya sebut bangsawan dan pemerintah dalam satu nafas sebab mereka harus dianggap secara bersama sebagai akar sebab kesewenang-wenangan disini…..&lt;br /&gt;…jika diamati secara lebih cermat, pertunjukan megah yang dipertontonkan oleh Sunan itu akan menimbulkan rasa jijik. Rasa mual ini tak bisa lain disebabkan oleh karena biaya pameran itu harus dibayar dari kantong orang kromo….&lt;br /&gt;..saya merasa bahwa segala kemewahan di Surakarta itu tak bisa diterima lagi, sebab biayanya pasti harus dibayar dari kantong orang kromo di desa—pada akhirnya orang kromo itulah yang harus ‘menghidupi’ raja dengan seluruh rombongan pangeran, dan setengah pangerannya, bupati dan setengah bupatinya… &lt;br /&gt;      Hei! Jangan kaget kalau tulisan Tjipto sekeras itu. Ia kalau nggak suka langsung mengambil sikap. Tak mau basa-basi. Kehebatan tulisan itulah yang membuat Tjipto berbahaya bung! Apalagi Tjipto mahir buat naskah ketoprak. Pentas drama Jawa yang diolah ceritanya untuk menyerang kaum bangsawan. Ia jenis aktivis yang memanfaatkan saluran apapun untuk melawan. Bahkan karena hebatnya tulisan, mahirnya mengolah drama; Tjipto dan Misbach mampu membangkitkan militansi buruh dan petani. Lagi-lagi kamu pasti ndak kenal siapa Misbach! Ada majalah Islam yang bilang ia mubaligh yang salah jalan. Tak usah kusebut majalah yang opahnya tak seberapa ini. Ada juga yang menyebutnya misbach itu bencong asal Ngoro..ha..ha.. Info yang keliru tapi dipercaya orang saleh lebih jahat dampaknya. Asal kamu tahu aja banyak majalah yang tarafnya baru bisa buat musuh ketimbang memberi info pada publik. Ini wartawanya masih tulalit gitu!&lt;br /&gt;      Misbach ini haji. Jelas agamanya Islam dong! Buru-buru beribadah saja, Misbach memilih untuk protes. Sampai-sampai ceramah agamanya saja buat kita bikin terkejut-kejut. Ini bukan kayak ustadz gaul yang ha..ha..hi..hi di layar kaca. Atau ustdaz yang sok kasih nasehat di bawah air mancur atau dekat kolam ikan. Nggak! Misbach ndak kayak gitu brur. Dia pasti bakal marah andai masih hidup di masa sekarang. Ia buat pengajian yang kalau diikuti bisa panas hati kita. Aduh! Kamu pasti tak percaya, H Misbach bilang begini sama jamaahnya: &lt;br /&gt;…kita bisa mengikuti jalan Nabi Muhammad hanya dengan melewati kesusahan dan bahaya….Barangkali zaman sekarang Nabi kita itoe bisa dikatakan sebagai penghasut, sebagai halnya pemimpin-pemimpin pergerakan rakyat di Hindia dan selalu diancam akan dihukum dan dibuang….malahan dibanding dengan Nabi, kita masih kalah jauh penderitaanya. Nabi ditimpukin batu, tak mendapat makan malah dikucilkan…kita masih dapat makan dan bisa hidup…. &lt;br /&gt;      Ya tentu ini ceramah yang jarang kamu denger. Ia bukan ustadz yang bawel karena kamu nggak berjilbab, ndak puasa sunnah, ndak segera nikah atau kurang syukur. Kalo dibandingin dengan ustadz begituan Haji Misbach jelas beda, brur. Biar gampang, Haji Misbach ini omongan sama perbuatanya cocok. Kalau dibilang lawan kolonial, Misbach yang berada di barisan depan akan melawan paling duluan. Gilanya nikh, Misbach manfaatkan semua alat perjuangan modern. Misbach mendirikan koran Medan Moeslimin pada tahun 1915 dan Islam Bergerak pada tahun 1917. Juga Haji Misbach buat Hotel Islam, toko buku, sekolah agama modern dan mengadakan pertemuan tablig. Jelas artikel dalam majalah Islam yang kusebut diatas keliru khan? Bayangin aja Haji yang kayak gini kok dibilang ‘salah jalan’. Jangan-jangan majalah Islam itu sendiri yang ‘salah baca’. Pas aku baca majalah itu, nyaris aku istighfar ratusan kali. Ini kok dikasih petunjuk sesat ditulis dalam majalah.&lt;br /&gt;      Wait wait, sebelum ngomongin soal keberanianya, kamu harus tahu hidup dimana Haji Misbach ini. Jangan kaget ya, kalau Haji Misbach ini seangkatan dengan Haji Akhmad Dahlan. Waduh, jangan-jangan kamu ndak tahu siapa Haji Akhmad Dahlan. Eiit..ini bukan Akhmad Dhani yang ribut aja ama istrinya. Ngomongin yang terakhir ini ndak perlu. Haji Akhmad Dahlan itu yang diriin Muhammadyah. O iya, kamu tahu khan Muhammadyah. Yang sukanya bikin sekolah. Banyak yang mahal tapi juga ada yang murah! Juga bikin Rumah Sakit namanya PKU. It’s show time! Haji Akhmad Dahlan dengan Haji Misbach itu temenan baik, lho. Mereka sama-sama pembaharu dan berdua saling berduet buat perubahan. Walau kelak, kalo nyampe critanya, Haji Akhmad Dahlan pisah sekoci dengan Haji Misbach. Inget ini fakta sejarah. So…kalau ada anak Muhammadyah kok menghina Haji Misbach, itu sama bloonya dengan majalah tadi. Suerrrr! Kamu bisa gila jika kurang baca buku apalagi ndak gaul dengan banyak orang. Maka jangan coba unjuk fitnah kalau tak ada data.ok…&lt;br /&gt;      Yuk, kita ngliat seperti apa peran Haji Misbach ini. Di banyak tempat penulisan sejarah, sering dinilai tulisan Haji Misbach seperti dirinya kalau bicara. Asyik sekali semangat tulisanya. Nikh ya, aku kasih contoh: siapa tahu kamu pingin jadi ustadz kayak dirinya. Istimewanya tulisan ini berusaha melihat kembali ‘kemunduran dan kekalahan’ ummat Islam. Tulisan yang dirilis dengan judul “Sroean Kita’ dalam Medan Moeslimin. Sebelumnya sory sekali, ejaanya udah aku ubah jadi bahasa Indonesia yang bisa kamu baca, paling-paling kalau bahasa arab u bingung brur..ha.ha.. Dan maaf aku cuplik beberapa teksnya. Soalnya, yang aku sebel, bahasa jaman dulu pasti sulit kamu mengerti….padahal itu bahasa yang paling bersemangat diksinya….tahu nggak arti diksi. Sory dekh kalau aku sering nonjok kebodohan kalian!&lt;br /&gt;Penasaran? Baca nikh tulisan Haji Misbach: &lt;br /&gt;…nyata sudah, bahwa agama kita Islam di Hindia ini, tidak dapat bantuan dari siapa pun. Orang muslim yang kaya-kaya mereka banyak yang tak suka mengikuti perintah agamanya, mereka itu tidak suka mengeluarkan harta bendanya untuk menguatkan Keislaman kita, begitu juga orang yang pandai-pandai tentang pengetahuan Islam, mereka tak suka memberikan kepandaianya untuk bangsanya yang masih dalam kegelapan…kepandaianya seolah-olah buat dirinya-sendiri. Malahan ada juga yang kepandaianya digunakan buat menipu…itulah sebabnya bangsa kita yang muslim itu terjerumus dengan tipu daya orang yang sengaja mengisep darah kita…itulah sebabnya kita kaum muslim harus melawan dengan sekeras-kerasnya (kekuasaan kolonial)…contohlah bergeraknya junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad (s.a.w) yang menjalankan perintah Tuhan dengan tidak mempedulikan payah susah yang terdapat olehnya, tiada takut sakit mati untuk melawan perbuatan sewenang-wenang…..Siapa yang merampas agama Islam, itu yang wajib kita BINASAKEN!&lt;br /&gt;      Eh brur.., buat kamu yang tidak suka baca politik saatnya mengubah jalan pikiran. Bukan apa-apa! Kamu bukan hanya tampak tulalit, tapi jadi ikut-ikutan seperti penguasa kita. Pengen tau? Itu penguasa yang memaknai politik sebagai duduk enak di kursi EMPUK, makan uang korupsi, remehkan rakyat miskin, poko’e ruwt lah... Udah denger cerita kalau ada Perda (nama lain dari Dasar Peraturan Jahat) yang mengatakan kalau pengemis tak boleh dikasih uang. Nggak tanggung-tanggung, pemulung, pengamen, pengemis disebut sebagai penyakit masyarakat. Ini kemudian turun jadi perintah pada Trantib untuk makin pukul, gusur, tangkep golongan-golongan mereka. Tahu khan Trantib? Ini bukan yang main film Transformers (dua-duanya pakai Tran, tapi beda arti: yang satu robot jahat satunya aparat jahat) Ini pertama kali dalam sejarah dunia, penguasa menyebut rakyatnya sendiri sebagai ‘sumber penyakit’. Yang paling parah, politik diartikan sebagai hiburan untuk rakyat. Jadi pejabat itulah anti politik. Mereka artikan politik jauh dari makna sesungguhnya.&lt;br /&gt;      Balik lagi ke Haji Misbach ya !. Tulisan diatas tadi melambangkan semangat beragama baru. Agama yang tahunya hanya sholat, doa, dzikir : mustinya diubah REK! Kita tahu banget, kalau sekarang untuk tiga kegiatan itupun ada bayaranya sendiri. Ada traning sholat khusyu’, ada dzikir massal dan ada doa untuk akhiri acara. Bagaimana agama bisa berselera bagi yang muda dan pemberani?(heei ketahuan niru iklan rokok!) Kalau isinya hanya kegiatan ritual kayak begitu. Haji Misbach mulai merambah ruang baru agama dengan menghayati api semangat perlawanan. Dirinya mengakui kalau: ….mengatakan setia, namun belum bertingkah laku sesuai dengan ajaran Islam dinamakan sebagai pengkhianat, namun juga salah jika berperang melawan aktivitas misionaris kristen tanpa melawan kapitalis dan pemerintah…he. he……he….Lihat deh, pasti kamu capek dengan kata lawan, lawan, lawan lagi! Kayaknya orang yang kupilih untuk ditulis ini adalah mereka yang memang punya semangat melawan kolonial. Yap, jadi semua karyanya padat dengan kata: lawan-lawan-lawan-lawan (bisa kamu terusin disini…ok…….)&lt;br /&gt;      Rek…..Haji Misbach kemudian diam-diam diikuti oleh fans-nya. Ekh sory brur, bukan fans tapi teman-teman solehnya yang lain. Siapa aja mereka? Pak Koesen, redaktur Islam Bergerak; Harsoloemekso pengusaha batik kaya dan administratur Medan Moeslimin dan Darsosasmito pegawai Kasunanan. Mereka dirikan kelompok bung! Udah tahu nama kelompoknya? Ia bentuk Sidik, Amanat, Tableg, Vatonah (SATV)…eh who knows lho, ini nama sifat-sifat Nabi Muhammad. Trus…kelompok ini berbeda dengan organisasi agama lainnya. Atau partai agama sekarang, macam PKS, PBB, PKB yang katanya Islam itu. Ini organisasi berdiri, untuk pertama melawan aksi ‘manipulasi’ dan ‘penipuan’ yang dilakukan oleh pemerintah, kapitalis dan misionaris Kristen dan kedua, ingin agar Islam tidak berhenti di kata-kata. Istilah mereka ‘Islam Lamisan’ islamnya hanya kata-kata saja, tidak bergerak apalagi melawan. Dasar SATV adalah selalu ‘menggerakkan Islam’ dengan melawan segala bentuk ‘penindasan dan pengisapan’ Woow…, Haji Misbach kemudian mulai menanjak popularitasnya dan dipercaya untuk memimpin pergerakan. Sudah tahu khan, rakyat yang sengsara mulai mendapat saluran suara melalui khutbah Haji Misbach. Jadi kamu dipastikan tidak bete apalagi ngantuk kalau denger ceramah pak Haji Misbach.&lt;br /&gt;      Buat kamu yang rajin sholat dan gosok gigi, Haji Misbach ini bukan mubaligh biasa. Seumuran dengan Ustadz Jefri, Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Aa Gym….tapi Haji Misbach pingin ummat terlepas dari belenggu ekonomi dan penjajahan. Lho, hebat khan…?! Ia hendak mengubah semangat pasrah, sabar menjadi protes dan perlawanan. Dalam edisi Islam bergerak Haji Misbach menulis:…Nah! Sekarang nyatalah bahwa perintah Tuhan kita orang diwajibkan menolong kepada barang siapa yang dapat penindasan, hingga mana kita wajib berperang selama penindasan itu belum juga berhenti!….Wajib kita mustinya mendapat ustadz yang gaul dan berani macam begini. Wuih, mana mungkin? Ustadz yang di partai bisanya cuman upacara, kasih nasehat sama pelihara jenggot..ha..ha! Yang di pesantren sekarang kena tuduhan teroris. Gilenya teroris sekarang tambah ada yang taubat dan jadi sahabat Polisi. Ustadz yang lain cuman ngasih training. Capeeek deh! Ustadz yang tampil di TV ternyata nikah lagi. Satunya tambah jadi bintang iklan. Kalau kamu mau, ya…mulai dari belajar bersikap seperti Haji Misbach. Nyobain aja bersikap seperti beliau ya….dari yang paling kecil! Melawan kemewahan dan menolak dateng ke Mall. Dari ngliat mukamu, udah jelas, kamu nggak sanggup melakukan! yo ngal titik brur…&lt;br /&gt;      Haji Misbach kemudian bergerak dan terus-menerus melakukan propaganda. Mimpin pemogokan, memprotes kebijakan pemerintah hingga melakukan Demo besar. Bakal kita tahu kemudian nasib orang semacam Haji Misbach ini. Berakhir dalam penjara dan diakhiri dengan pembuangan. Eit, ceritanya tidak lalu kemudian kalah dan tamat. Ini bukan film Pulau Hantu, Cinta apalagi Suster Ngesot….hi.. jangan takut! Film yang bikin kesel matamu dan akal sehatmu. Apa yang dikerjakan oleh Haji Misbach dibantu oleh kawan-kawan terbaiknya. Terutama setelah Haji Misbach bergabung dengan Sarekat Islam. Ups, inilah perkumpulan yang paling berani. Udah kebayang ndak, Sarekat Islam itu asal muasal semua anak muda pemberani. Awalnya Tirto Adisoerjo, Samanhoedi, Tjokroaminoto, Semaoen, Mas Marco, Tan Malaka. Makin buta ya kamu sama mereka? Yang kusebut diatas ini adalah sebagian kecil orang yang mengilhami tokoh seperti Soekarno, Hatta maupun Sjahrir. Eh, kalau yang terakhir ini belum juga kamu kenal, baikan kamu hentikan aja baca buku ini. Sia-sia. Bukan hanya penting mengenal Sarekat Islam, tapi juga gagasan yang ada dalam gerakan ini.&lt;br /&gt;      Banyak orang bilang Sarekat Islam ini gerakan politik rakyat pertama. Sia-siap dekh kamu bakalan mengubah pendapatmu soal orang muda. Karena munculnya gerakan ini diawali dari gelisahnya seorang bernama Tirtoadhisoerjo. Mood anak muda ini adalah bagaimana cara membuat gerakan yang beda dengan gerakan sebelumnya. Sebelumnya didirikan olehnya Sarekat Prijaji. Ini perkumpulan kaum priyayi. Tahu maksudnya? Kaum yang kerjanya santai, mapan dan tak mau bereaksi terlampau keras. Tirto kecewa sekali dengan jenis spesies kayak begini. Hmm…..kamu pasti bakalan ingat pegawai negeri kita ya. Golongan yang gajinya naik terus tapi kerjaanya baca koran. Wadukh bagi yang ortu-nya pe-en-es, sory ya aku bukan menyinggung tapi beberin fakta. Sia-siap aja Tirto kecewa dengan gerakan yang kurang oke ini. Ia juga kecewa sama Budi Utomo. Waow! Kalau sama organisasi yang terakhir ini banyak kalangan sebel. Tirto menulis soal Budi Utomo: &lt;br /&gt;Orang-orang kuatir yang gerakan Budi Utomo bakal mengangkat lapisan yang diatas-atas saja, dan tidak seberapa pertolonganya bagi anak bumi kebanyakan, kita rasa hal itu tidak usah memusingkan pikiran kita lagi. Apa harapan orang-orang bangsa Eropa? Diharapkan Budi Utomo nanti kuat menjalankan maksudnya akan melepaskan rakyat bermilyun dari perbedaanya? Aduh! Dalam programnya perkumpulan muda ini memang memuat maksud yang begitu, akan tetapi antara maksud dan kesampainya maksud itu masih ada ruang lebar, tetapi yang demikian itu tidak dapat diharapkan, sebab anggota Budi Utomo juga ingin berumah yang patut dan penghidupan senang, hingga masing-masing hendak mencari pekerjaan yang baik, biar di kandang gubermen, biar di halaman partikulir &lt;br /&gt;      Kalo ngliat tulisanya kayak gitu pastilah Tirto golongan yang menolak kemapanan. Wajar kalau ia benci jadi pegawai negeri. Kamu kalau berpandangan seperti dirinya, cocoklah mimpin gerakan. Bakalan seru kalau anak muda ndak doyan jadi pegawai, bosan hidup senang, trus ingin berontak pada sistem. Kualitas sikap kayak begini yang membuatnya terdorong untuk mendirikan Sarekat Dagang Islam. Cikal bakal gerakan Sarekat Islam. Ia menyebut organisasi ini diikuti oleh ‘Kaum Mardika’ berasal dari terjemahan Belanda ‘Vrije Burgers’, yaitu mereka yang mendapatkan penghidupanya bukan dari pengabdian pada Gubermen. Siapa saja golongan ini? Mereka adalah golongan pedagang, petani, pekerja, tukang, peladang. So, tak ada yang pegawai, serdadu apalagi polisi! Seru khan kalau gerakan isinya tak ada orang pemerintahan sama sekali. Jadilah Sarekat Islam gerakan politik yang mencemaskan penguasa kolonial. Yap! Lo pasti mau nyamain Sarekat Islam dengan Geng Motor yang kini jadi buruan Polisi Jombang. Beda Man. Yang pertama ini memang bekerja untuk rakyat kecil, sedang yang kedua bisanya cuman buat rusuh dan benjutin kepala orang yang lewat. Seru banget dekh ketika Sarekat Islam melakukan Kongres Kedua di Surakarta. Tahu tempatnya? Di taman istana Susuhunan dengan peserta yang ditaksir tujuh ribu sampai dua puluh ribu. Inget itu Kongres dilakukan pada tahun 1913. Tanpa hiburan Rocker apalagi apalagi Underground.&lt;br /&gt;      Besarnya jumlah massa pendukung inilah yang membuat penguasa kolonial jadi bego dan bingung. Lo bayangin dekh kalau petani, buruh, pekerja rela bergabung dengan gerakan ini. Bahkan mau jadi bagian propaganda Sarekat Islam. Mereka panik, brur! Maksudnya kaum penjajah ini. Seorang penulis sejarah menilai tumbuhnya gerakan Sarekat Islam dengan kebakaran padang rumput yang dengan cepat menyambar padang ilalang di sekitarnya. Taruhan lo pasti terkejut, kalau ada gerakan yang tiba-tiba menyerang pandanganmu selama ini. Gitu juga dengan penguasa kolonial yang perkebunan miliknya kemudian mulai dilucuti dan diprotes oleh anggota Sarekat Islam. Sampai-sampai ada sebuah iklan surat kabar kala itu yang memuat iklan berbunyi: &lt;br /&gt;      Dicari-berhubung dengan meningkatnya kerusuhan yang ditimbulkan oleh penduduk pribumi di Jawa-seorang Perwira Hindia Belanda yang sanggup memberi saran kepada Direksi beberapa perkebunan besar tentang cara-cara mempertahankan daerah-daerah miliknya&lt;br /&gt;      Ini bung namanya gerakan. Pembuktianya tampak dari bagaimana rasa takut para pejabat kolonial atas ulahnya. Objektif aja belum ada hingga saat ini gerakan, dari gerakan Pramuka hingga Mahasiswa, yang bikin penguasa memasang iklan untuk mencari bantuan menaklukkanya. Gue rasa baru dan hanya Sarekat Islam ini! Sarekat Islam ini untuk melancarkan propagandanya memiliki majalah Al-Islam dan koran harian Oetoesan Hindia atau Kaoem Moeda. Pahami ya kalau semua gerakan dulu punya majalah, koran, brosur. Tak seperti gerakan politik sekarang ini, punyanya hanya kantor, anggota yang sering melompat dan uang hasil rampokan. Nakh koran inilah yang digunakan untuk menyerang kebiadaban yang terjadi dalam perkebunan gula. Setau lo gula itu khan manis, tapi proses pembuatanya melalui penindasan pada buruh perkebunan. Itu terjadi dari dulu hingga sekarang. Buktiin aja dengan datang ke semua pabrik pasti jarang lo lihat buruhnya senyum, senang dan bahagia(tengonk aj di Mrican). Percayalah dari dulu pabrik gula, sepatu, kaos, jam selalu menindes buruhnya. Boleh juga lo lihat bagaimana judul-judul berita koran Sarekat Islam yang menakjubkan. Nyawa Manusia lebih murah daripada Tebu, Pabrik-Pabrik Gula adalah Racun bagi Orang Jawa. Dalam bulan Desember 1915, Tjokroaminoto-ini orang hebat brur-menulis tentang keadaan industri gula: &lt;br /&gt;Tanah kelahiran kita dan keringat kita menghasilkan keuntungan-keuntungan besar bagi pabrik gula; sebaliknya, pabrik itu seharusnya memberikan sebagian dari keuntunganya kepada kita untuk dimanfaatkan &lt;br /&gt;      Gue kasih tahu ya hebat dan kejamnya industri gula kita. Dulu Jawa, tempat tinggal kalian ini, adalah pengekspor gula terbesar kedua dunia setelah Kuba. Gula yang rasanya manis itu jadi ekspor terpenting sampai pertengahan tahun 1920-an. Pabrik gula tidak diizinkan memiliki tanah untuk ditanami tebu melainkan harus menyewa tanah rakyat. Terjadilah perusakan berat industri gula terhadap kesuburan tanah milik petani, karena sepanjang tahun ditanami tebu dan irigasi menyerap air, hingga petani sawah tak kebagian. Ah, janganlah duga keuntunganya kecil. Keuntungan selain dari hasil penjualan juga pemaksaan terhadap rakyat agar mau nyewakan tanah dan tenaga sekalian. Udah paham khan bagaimana kekejamanya. Pokoknya itu zaman kolonial kekejamanya melebihi ibu tiri. Udah tanah dipaksa disewa dengan harga murah tapi juga tenaganya diperas. Lo pasti kalau cerdas mau bilang: bukan dulu aja rakyat menderita. Dari zaman dulu sampe zaman sekarang. Jika dulu rakyat dipaksa tanam tebu sekarang rakyat rumahnya diinjek-injek ama Lumpur, barusan kemarin PKL di depan Undar diobrak-abrik. Capeeek deeekh! Rakyat kecil menderita melulu. Hingga kemudian Sarekat Islam, yang banyak bantu protes atas kekejaman ini, mendapat julukan ‘bapaknya kaum kuli’. Hi Bung! Waktunya gue kenalin ama orang muda-anggota Sarekat Islam- yang giat memprotes kekejam ini. Namanya Mas Marco. Muridnya Tirtoadhisoerjo.&lt;br /&gt;      Asal lo tahu aja Mas Marco ini anak priyayi rendahan. Dari muka lo tampaknya perlu dijelasin apa itu priyayi rendahan. Jelaslah dia bukan anak orang kaya, apalagi kaya sekaliiii. Biar begitu gacoan muda dari Sarekat Islam Surakarta ini buat majalah sendiri. Namanya, Doenia Bergerak. Subhanallah, ini nama pasti baru kamu kenal. Iye..iye gue maklum kamu kenalnya sama majalah HAI, Anita, Bintang, Playboy, Pkn, Prima Gama (ekh yang terakhir ini ndak keluarin majalah tapi soal ujian) Tanpa setau lo majalah Doenia Bergerak ini dalam terbitan pertama bukan ngasih info siapa gebetan terbaru gurbenur Jendral Hindia Belanda. Tak ada rubrik cara ngegebet seorang cewek! Ini majalah langsung edisi pertama menyerang D.A Rinkes. Ini bukan bintang sinetron tahu! D. A Rinkes adalah penasehat urusan bumiputra. Nggak usah kamu tahu apa pekerjaanya, yang jelas orang ini, dikatakan oleh Mas Marco sebagai ‘doekoen’, kayak Ponari. Hehehehe.. kamu yang suka nonton film hantu pasti tahu siapa doekoen itu. Apalagi kamu yang udah pernah jadi bintangnya! Langsung saja merah padam muka D. A Rinkes. Soalnya ia bukan doekoen, tapi Dr. Tulisan Mas Marco tidak hanya jail tapi juga mulai memperlihatkan kehidupan orang-orang miskin di zaman kolonial. Baru pertama tulisan pada zaman itu yang bunyinya begini: &lt;br /&gt;Waktu itu jam tujuh, Sabtu malam: anak-anak muda Semarang tak pernah diam di rumah pada sabtu malam. Tetapi malam ini tak seorang pun terlihat. Sebab hujan lebat seharian telah membuat jalanan menjadi becek dan sangat licin, semua orang diam di rumah.&lt;br /&gt;Untuk para pekerja di toko-toko dan kantor-kantor Sabtu pagi adalah saat yang dinanti-nanti—menantikan waktu senggang mereka dan kegembiraan berjalan keliling kota di sore hari-tetapi pada malam ini mereka dikecewakan, karena kelesuan diakibatkan cuaca buruk dan jalan-jalan berlumpur di kampung-kampung. Jalan raya yang biasanya dipenuhi segala macam kendaraan, gang kecil yang biasanya penuh orang, semua sepi. Sesekali lecutan cambuk kusir kereta dapat terdengar mendera seekor kuda dalam perjalanan—atau bunyi tapal kuda menarik kuda.&lt;br /&gt;Semarang lengang. Cahaya dari deretan lampu gas langsung menyinari jalan aspal berkilauan. Sesekali cahaya terang dari lampu-lampu gas itu meredup ketika angin bertiup dari timur…..&lt;br /&gt;      Seorang lak-laki muda duduk diatas kursi rotan panjang membaca koran. Ia tenggelam dalam keasyikan. Kemarahanya sekali-sekali dan pada saat-saat lain senyumannya menjadi tanda pasti ia sangat menaruh minat pada cerita yang dibacanya. Ia balikkan halaman-halaman koran, berpikir mungkin ia dapat menemukan sesuatu yang akan menghentikan perasaanya yang sangat menderita. Sekonyong-konyong ia mendapati sebuah artikel dengan judul: &lt;br /&gt;KEMAKMURAN&lt;br /&gt;Seorang gelandangan jatuh sakit&lt;br /&gt;Dan tewas di tepi jalan karena kedinginan &lt;br /&gt;      Orang muda itu sangat tersentuh oleh laporan singkat ini. Ia serasa dapat membayangkan penderitaan orang malang itu ketika terbaring menyongsong ajal di pinggir jalan….suatu saat ia merasakan kemarahan bergejolak di dada. Saat lain ia merasa iba. Saat lain lagi kemarahannya terarah kepada sistem sosial yang melahirkan kemelaratan semacam itu, sambil membuat suatu kelompok kecil menjadi kaya raya &lt;br /&gt;      Gue tahu pasti kamu bingung mana yang hebat dari tulisan ini. Apalagi dalam pelajaran sekolah loe tak pernah mendapat info tentang Mas Marco. Judul karanganya unik: Semarang Hitam. Jelasin tentang seorang laki-laki muda, entah siapa, yang marah melihat ketimpangan sosial. Latar ceritanya indah, nyata dan meyentuh. Semarang yang abis hujan, becek dan bikin orang enggan untuk keluar rumah. Lewat tangan mas Marco tulisan itu jadi bangunan identitas kebangsaan. Sebuah bangsa yang dihidupkan oleh penindasan sekaligus kesenjangan. Inilah wajah negeri kita sampai sekarang. Heee, itu tulisan dibuat tahun 1914 tapi ternyata keadaan tak berubah hingga sekarang. Malah lebih parah. Hujan bukan aja bikin becek tapi jadi banjir. Orang tewas di tepi jalan karena kedinginan udakh kalah serem. Pasti lo percaya kalau orang tewas di pinggir jalan sekarang jumlahnya bejibun. Ada yang mati karena ndak kuat ke rumah sakit. Ditinggalin gitu aja di pinggir jalan. Ada yang mati karena kelaparan. Mayatnya di pinggir jalan juga. Pokoknya lebih tragis cara mati mereka. Tulisan mas Marco terus mengalir dan kian memperkeras sikapnya untuk berpihak kepada mereka yang lemah dan kecil. Yang paling populer artikel Mas Marco adalah seri ‘Sama Rata Sama Rasa’. Woow ini bukan iklan Indomie, Mie Sedap atau Sarimi. Ini soal prinsip sosialisme. Eits jangan-jangan kamu dah mengerti apa ideologi ini.&lt;br /&gt;      Tulisan Mas Marco tidak ngonyol, apalagi sok ngasih tahu. Nggak! Tulisan dalam artikel ini ngajak semua orang untuk tahu siapa yang sesungguhnya bikin susah rakyat. Bukan cuman yang bikin susah tapi juga yang membuat pejabat kolonial suka nyiksa rakyat. Makanya pengetahuan soal mas Marco tak boleh dikasih tahu sama kalian. Takut jadi nekad kalian. Takut jadi pinter sejarah dan mau niru sikap mas Marco. Paling tidak potongan rambutnya. Yang mirip kayak Justin Timberlake! Nah, mas Marco ketika ngajak melawan, berseru: &lt;br /&gt;‘…..kapitalis Eropa, dia orang sudah sama bersepakat dengan bangsa kapitalis untuk membuat pabrik yang besar-besar, dengan tujuan menggaruk uang, yaitu menghisap darah kromo, sudah amat pintar sekali’ &lt;br /&gt;      Eh?! Mas Marco tidak hanya serang pemerintah tapi juga pabrik. Bayangin aja pabrik diserang juga. Pabrik itu kerjaanya hanya menggaruk uang. Ini kata Mas Marco bukan kata iklan. Kenapa kita pada nggak sadar ya? Soalnya produk pabrik yang kita beli seolah-olah udah langsung jadi. Kita tak pernah dikasih tahu, berapa upah buruhnya? Gimana jaminan kerjanya? Bagaimana kalau ada buruh kepotong tanganya kena mesin? Itu tak pernah diberitakan di produk. Justru di produk, bedak misalnya, hanya kasih tahu kandungan dan kehebatan dalam mempermak wajahmu. Jelas pakai istilah yang bikin kamu blo’on! Kamu yang pinter IPA sekalipun tak tahu kalau ada kandungan yang namanya mirip judul film hantu. Apalagi kamu yang tidak pinter apa-apa. Well, kalau kamu lihat iklan pastilah yang baik-baik aja disiarkan. Keuntungan pabrik, nggak semua orang boleh tahu. Pegawainya aja ndak tahu berapa untung pabrik. Mas Marco katakan kalau pabrik itu sukanya ngisap darah..hi…. Ending-nya pabrik itu adalah bagian kapitalisme. Langsung dekh, kamu pasti bingung apa itu kapitalisme. Tak usah dijelasin dulu, tapi ikutin aja perjalanan mas Marco. Dengan ngliat tulisan mas Marco seperti itu, maka ia coba bangunkan tidur panjang kaum pribumi.&lt;br /&gt;      Hehehe penasaran ya kenapa pribumi tak mau semua melawan. Mereka terkesima oleh kemajuan kolonialisme. Yang paling banyak diantara mereka, takut melawan. Yang paling kesel mereka bilang kalau penjajahan udakh takdir! Wadukh kalau sikap kayak gini sampai sekarang masih banyak pengikutnya. Coba aja buat pertanyaan, kenapa orang miskin tambah terus jumlahnya? Ndak kurang sedikitpun? Pasti ada diantaramu yang bilang itu udah takdir. Dari sononya emang gitu! Abis mau gimana lagi? Kita khan bukan Dinas Sosial apalagi Dinas Kebakaran! Wakh sikap kayak kayak gini yang dibenci mas Marco. Bosenin sikap yang masa bodoh dan bodoh sekaliiii! Mau tahu kenapa? Ya karena jawaban itu udah nggak zamanya lagi brur... Jawaban elo semua mirip seperti pak ustadz yang tak pernah baca buku, apalagi komik! Makanya mas Marco menggebrak dan menohok kesadaran pembaca muda. Umur mas Marco saat itu baru 16 tahun. Itu sikh usia kamu yang sudah kelewat. Kalau kamu sukanya dateng kestodio music serak-serok koyok wong edan, terutama Gembel 87. Emang waktu itu anak muda kayak mas Marco lebih suka merhatiiin soal-soal yang deket ama kesusahan rakyat, ketimbang rame-rame jadi supporter. Tak ada yang out of date tulisanya kalau dibaca sekarang. Loe coba baca yang ini: &lt;br /&gt;Bukankah Tuan datang di Hindia itu dulu jadi kolonial (soldadu), pekerjaan mana yang tidak kurang lebih seperti kuli contract. Lantaran Tuan bekerja rajin, dam barangkali Tuan telah membunuh berpuluh orang, sekarang Tuan hendak pergi belagak pula, seperti Tuan lebih pintar bisa membunuh orang, pun akhirnya Tuan dapat beberapa tanda kehormatan dan pujian lantaran pekerjaan Tuan yang keji. Mengertikah Tuan hal ini?&lt;br /&gt;…Tuan berkata orang Jawa Kotor, tetapi Tuan toh mengerti juga bila ada orang Belanda yang lebih kotor daripada orang Jawa&lt;br /&gt;…’Orang Jawa bodoh,” kata Tuan, “sudah tentu saja, memang pemerintah sengaja membikin bodoh kepadanya. Mengapakah Regeering tidak mengadakan sekolah secukupnya untuk orang Jawa of Orang Hindia, sedang semua orang mengerti bahwa tanah Hindia itu yang membikin kaya tanah kita Nederland? &lt;br /&gt;      Tulisan ini dipetik dari novel yang ditulis oleh Mas Marco, judulnya Student Hijo. Novel roman tapi berusaha menguliti kesewenang-wenangan aparat kolonial. Biasa Belanda dulu sukanya menghina orang pribumi dengan judukan bodoh, kotor, bloon, tulalit. Yang pati sikh sikap menghina itu masih diterusin oleh kekuasaan yang selalu menganggap rakyat itu tak tahu apa-apa..ngerikan..lebih ngeri lagi kalau kamu baca novelnya Semaoen, judule Hikayat Kadiroen, yang perlu kamu tahu Semaoen itu bukan penjual nasi pecel di simping tiga itu  lho..dia itu tokoh SI semarang, di dalam novel itu menceritakan pentingnya sebuah idiologi komunis(yang nantinya novel ini gue analisis untuk skripsi: sastra dan perjuangan kelas, analisa sosiologi sastra marxis..mboiskan)  Brur, lihat saja tiap bangun jalan, buat peraturan atau bikin ketentuan ndak pernah ngajak rakyat ngomong. Lihat saja perbaikan jalan yang cuman habisin duit banyak itu! Udakh bikin macet, terus digali jalanya dan bisa dorong kecelakaan. Yang seru nikh dilakukan oleh wakil rakyat. Semua pemborosan udah pernah dilakukan. Naikin gaji seenaknya, renovasi gedung yang ndak habis-habis dan yang paling gres, terima suap dari Bank Indonesia. Gitu kok jadi wakil Rakyat! Sekedar info kesukaan boros dilakukan juga oleh para pejabat kita. Kalo bepergian ke luar negeri dibawanya semua keluarga. Anak, cucu, paman, wartawan….semuanya. Sampai kayak naik len dalam pesawat. Sesak dan padat! Nggak masuk akal khan, rakyat lihat kayak gitu kok diem aja? Ya itu tadi karena dibodohin, atau dibuat masa bodoh.&lt;br /&gt;      Cukup dengan bilang, rakyat itu harus dibimbing itu sudah bagian dari kerja kolonial. Difikirnya rakyat itu buta dan bebal. Pengenya rakyat itu diem, sabar dan tidak suka protes. Asal U tahu aja, ini idam-idaman aparat colonial, tapi kalau untuk masa sekarang..? kritisi dengan analisa lho.OK. Tentu. Camkan dalam otak u bror..! Udah ya, samapi disini dulu,  gue udah lapar nich, mau ke Bu Sulis cari makan dulu, ingat Bu sulis itu bukan aktifis pergerakan, dia penjual nasi pecel samping stkip pgri jombang. O..yo brur, aku mohon doa restunya ya, dalam sayembara sastra DKJ, semoga Novel-ku(temanya tentang perjuangan akan nasib orang desa yang ingin merubah pola pikir) masuk dalam seleksi, itupun kalau Pak Sunu mempersilahkan saya untuk mengikutkan(sekarang masih dikoreksi Pak Sunu), masalahnya untuk Diksinya terlalu katrok’’menurutku. Untung2 buat pembelajaran lah, antara teori dan penerapan biar bisa korelasi(q khawatir kalau orang bicara muluk2 ttg teori!. Karena teori bisa juga menjadi racun, dalam hal ini membatasi arah gerak kita. PASTI ITU, coba u analisa..!).... Trimakasih.PEACE&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-1948871498768607106?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/1948871498768607106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=1948871498768607106&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1948871498768607106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1948871498768607106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/03/organisasi-kita-seharusnya-belajar-dari.html' title='ORGANISASI KITA SEHARUSNYA BELAJAR DARI PERGERAKAN MASA HINDIA-BELANDA'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-1787579494218894590</id><published>2009-03-04T19:53:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T19:54:08.168-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEROBONG  KEMUNAFIKAN'/><title type='text'>CEROBONG  KEMUNAFIKAN</title><content type='html'>“Siang, gmna pya kbr, Don.”&lt;br /&gt;“Maaf, ini dg spa ya ?”&lt;br /&gt;“Ah, jgn gtu masak lupa ?!”&lt;br /&gt;“Di kontak tdk terdaftar nmr u.”&lt;br /&gt;“Udah kaya nich lpa ama tmn lama ?!”&lt;br /&gt;“Oya, emang u sp Men ?”&lt;br /&gt;“Gue, Toro, SBY. Wah dah lupa nich ? gue ttp kulyh di Jakrt brur…4 Bln lg gue Wisd.”&lt;br /&gt;“O…u brur. Keblek, kmna aja lho g pernh nongol ? Padahal lebaran kemarin ada reoni di rmh Bahlul.”&lt;br /&gt;“Sory brur… gue kgak tau infonya, maslh-x lebaran kmrn gue kgak kermh Bibi. Gmna kbr u..?”&lt;br /&gt;“Kbr q baik2 aja. Lho gmna ? dpt nmrku dr mna ?”&lt;br /&gt;“Fain2 aja. Gue dpt nmr u dr kemplo ank IPS dulu. Gmna kbr kwn2 kita ?”&lt;br /&gt;“O…baik jga, sdh byak yg sdh kerj kwn2 sini. Eh brur, temn u Andy mau mencalonkn DPRD, doakn ya ? kali2 ingin bangkit, smga berhasl, dia kan mantan aktifis pergerakan.”&lt;br /&gt;“Wah….wah tmbah jos aj ank2 brur. Ya, smga aja bsa jd n membwa kebaikn ternadap nasb rakyat. SALAM PERJUANGAN.”&lt;br /&gt;“Puitis bnget kt lho bru…? Tunduk tertindas/ bangkt melawan penghisapan terhadap mnsia ats mnsia lain-x, sb mundr adalh penghianatan yg tak termaafkn.”&lt;br /&gt;“Sip…sip. Setuju banget. U skrg dimna brur…?”&lt;br /&gt;“Q di kmps brur…”&lt;br /&gt;“Kpn u wisuda brur…?”&lt;br /&gt;“Msh 1 th lg kali, itu klu bsa cpt. U kan tau sendiri, q berhenti 1 th dulu.”&lt;br /&gt;“Ya…”&lt;br /&gt;“U skrg dmna brur..?”&lt;br /&gt;“Gue di SBY, lg liburan.”&lt;br /&gt;“Kpn bsa dtg kermh q ? 1 Mgu lg q dah liburan.”&lt;br /&gt;“Ya, nyantai aj. Mungkn 2 Mgu lg gue kestu. Pulsa paket nich…?”&lt;br /&gt;“Ah u... Sama kan? q di kantin brur.”&lt;br /&gt;“Eh, gmna kbr JBG, gempar nich skrg ?”&lt;br /&gt;“Maksd u ?”&lt;br /&gt;“Ya ttg dukun tibn itu lho ! hbs Si Jagal, skrg gnti itu.”&lt;br /&gt;“O…ttg itu, ku kira apa ?! ya bgni lah. Menurut u gmna ?”&lt;br /&gt;“OK.”&lt;br /&gt;“Apa-x yg OK ?”&lt;br /&gt;“Ya, menolong org yg lg skit.”&lt;br /&gt;“Smga aj bgtu brur, dg prinsp dia hnya sbg lantaran.”&lt;br /&gt;“Smga masy situ fhm brur.”&lt;br /&gt;“Kayak-x dah phm brur. Kebanyakn mereka yg dtg ke JBG sini cuz keterbtsn materi.”&lt;br /&gt;“Ya itulah dunia brur.”&lt;br /&gt;“Tdk bsa mereka diktakn Syirik. Syirik ngak-x itu tergantg niat dri msg2. Hbs gmna lg? U kan tau sendr, apa ASKES msh fungsi ? yg kt-x grats.”&lt;br /&gt;“Grats apax ? bkt-x, prus…..msh ada biaya.”&lt;br /&gt;“Ya itu pemerinth brur. Pusg jga.”&lt;br /&gt;“Trus masy stu sndr bnyak yg dtg ?/ kebanyakn dr luar kota ?”&lt;br /&gt;“Bnyk brur masy sini. Hbs gmna lg ? sebenr-x ing kermh skt, tp…..?”&lt;br /&gt;“Ya, itu sbg ikhtiar lah. Asal sadr klu Allah mha sembh.”&lt;br /&gt;“Ttap brur. Tp kshn jg, masl-x skt yg diderita adlh skt Lahr. Knpa kok dibw kedukun…?”&lt;br /&gt;“Ya jga, ters klu bgni sp yg hrs disalhkn…? Apa pemerntahan-x/masyarakt-x…?”&lt;br /&gt;“Ha….ha….tnya pd org yg duduk dikurs empuk.”&lt;br /&gt;“Mksd-x….? kaum berdasi/Ebes gue yg skr duduk disebelahku ini ?!”&lt;br /&gt;“Ha…ha….33X…”&lt;br /&gt;“Ya, fahm. Gtu aj kok surh tertwa.”&lt;br /&gt;“U kan tau sendr pelayanan kesehtn untk masy….?”&lt;br /&gt;“Hanya org berduit yg bsa berobt kermh skt, Don.”&lt;br /&gt;“U g slh. Tp org byk menghujt-x, kaum in’telek menggembor2kn ANTI.”&lt;br /&gt;“Itukn dia. Apa mampu sih dia memberikan pelynan keshtn/setdk-x mengulurkn tgn-x ?”&lt;br /&gt;“Wuak….bsa-x cma beretorika, janji2 palsu. Masy bth bukt kongkrit. Bkn bgtu Plo…?”&lt;br /&gt;“Ha…ha…hi…hi…”&lt;br /&gt;“Kmr brur ada kbr! Ada ank kecl di Situbondo kena kanker rahim dtg ke RSU Situbondo, pihak RSU menolak mentah2, cuz dia g berduit.”&lt;br /&gt;“Kshn jga brur. Trus klu bgtu spa yg bodoh….?”&lt;br /&gt;“Bka lg SMS awl td.”&lt;br /&gt;“Sebenr-x gue muak brur  akn janji2 kotor, tp gmna lg ?”&lt;br /&gt;“Ya, tp golput itu haram lho…? Kmrn kan mjd kontroversi di media.”&lt;br /&gt;“U bsa aj, Don!”&lt;br /&gt;“Begitulah, kita kan RAKYAT…???”&lt;br /&gt;“Maksd-x…? DUDUK TERTINDAS/BANGKIT MELAWAN.”&lt;br /&gt;“Boleh jga, seperti itu.”&lt;br /&gt;“Tp, melawn penindasn sendri adlh hal yg palng konyol utkk menuju kematian!!!”&lt;br /&gt;“Selurh org yg anti penindasn harslah bersatu dlm kesatuan yg uth. Sejarh telh mengajrkn pd kt bahwa persatuan org2 dgn semangat juang yg tinggi pun tdk akn pernh mampu menggulingkn struktur penindasn yg sudh menggurita, jk tdk di pimpn oleh organssi perlawnan yg revolusionr.”&lt;br /&gt;“O…bgtu!!!”&lt;br /&gt;“Ya…dr sni dgn jels kt meliht peranan yg signifikn dr orgassi gerakn sebgai alt perjuangan utk menciptakn tatanan masy yg kita cita2kn bersma, yaitu masy yg tanp ada-x penindasn antr sesama-x.”&lt;br /&gt;“Trimksh brur ats penglmn-x. Ngeri ya…? Ank Pergerakn JBG top banget.”&lt;br /&gt;“Apa-x yg ngeri…? Ingat, kt Mahasiswa brur.”&lt;br /&gt;“Ya... BANGKIT kan ?”&lt;br /&gt;“Always.”&lt;br /&gt;“Dunia telh dihajar pailit !”&lt;br /&gt;“Peace.”&lt;br /&gt;“Ya sudh brur, sampai dsni, sambg lain kali aja. Tangan gue dah keriting nich! Wassalam…” &lt;br /&gt;Jombang, Februari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-1787579494218894590?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/1787579494218894590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=1787579494218894590&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1787579494218894590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1787579494218894590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/03/cerobong-kemunafikan.html' title='CEROBONG  KEMUNAFIKAN'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-2123594277175491327</id><published>2009-03-04T19:51:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T19:52:57.828-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEMANGAT PANTANG MUNDUR'/><title type='text'>SEMANGAT PANTANG MUNDUR</title><content type='html'>OLEH: Agus Prastyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      Hujan pertama di awal musim penghujan, tepat pada waktu maghrib. Suasana pedasaan yang selama musim kemarau terasa panas, sekarang kembali segar dan sejuk.&lt;br /&gt;      “Sudah maghrib bapakmu belum pulang juga, kemana saja ya, Min ? ” terdengar suara perempuan dari dapur, tetapi tidak terlalu jelas, karena hujan sangat deras sekali. Lama kelamaan suara alas kaki semakin mendekat ke ruang tamu.” Oooo… kalian ternyata disini ya ? tadi dipanggil kok diam saja!”&lt;br /&gt;      Poimin tiba-tiba terkejut. Segera dia bergegas meletakkan gitar yang dipegangnya di dekat meja. Dia seperti orang kebingungan.” Ada apa, Mak ?” tanya dengan lirikan mata, sambil menggerakkan bagian persendian yang terasa agak sakit.&lt;br /&gt;      “Kok berhenti jrang-jreng. Tidak tau ya ? kamu tidak melihat! enak benar kamu Min. Mak repot di dapur, bapakmu kethengkilan memanjat kelapa sampai sore belum pulang, kamu malah enak-enakan jrang-jreng. Coba kamu lihat bapakmu dikebunnya Mbah Guru sana. Sudah maghrib belum pulang juga. Mak khawatir kalau nanti ada apa-apa, hujan-hujan seperti inikan pohon sangat licin. Sayang, kalau nanti nira yang dibawa bapakmu ketumpahan air hujan.”&lt;br /&gt;      “Jangan mikir yang jelek-jelek, Mak! siapa tau Bapak masih berteduh.”&lt;br /&gt; Sebenarnya maknya Poimin masih mau bicara lagi. Semua diam ketika dari teras rumah terdengar suara bumbung dibunyikan. Hati yang tadinya cemas dan khawatir tiba-tiba berubah jadi gembira, karena orang yang ditunggu-tunggu dari tadi baru nyampek rumah dengan keadaan selamat.&lt;br /&gt;      Kemudian maknya Poimin tenang, kalau suaminya sudah sampai rumah dalam keadaan sehat. Poimin beda lagi, senang hatinya karena tidak jadi menengok bapaknya yang berada di kebun Mbah Guru yang tempatnya sangat jauh dari rumah.&lt;br /&gt;      Seperti biasanya, tanpa disuruh, Poiman bergegas menuju teras dapur. Membantu bapaknya untuk mengangkat nira yang ada di dalam bambu, untuk di bawa masuk. Nira yang ada di dalam bambu kemudian dituangkan kedalam wadang tong.&lt;br /&gt;      Orang yang barusan pulang mencari nira namanya Pak Paijo, kondisinya masih basah kuyup. Segera dia duduk beristirahat sebentar, setelah itu ia bergegas menarik handuk dalam kawat. Handuk satu-satunya untuk orang serumah, yang sudah tidak jelas warna aslinya.&lt;br /&gt;      “Nggak minum dulu, Pak ? itu Pak, sudah aku persiapkan sejak dari tadi,“ bicaranya terdengar maknya Poiman, kalau bapaknya mau ke kamar mandi belakang rumah.&lt;br /&gt;      “Nanti saja, sudah petang, entar kehabisan maghrib lho..!” kata maknya.&lt;br /&gt;      “Ya, sudah petang, cepat mandi,“ Poiman bercanda dengan maknya sambil melanjutkan pekerjaan merebus nira, yang sudah dilakoni setiap hari, sejak lulus dari SMA sepuluh bulan yang lalu.&lt;br /&gt;      “Hentikan candamu yang meledek itu, Min! nanti khawatir terbiasa kebawa sampai tua,“ katanya Pak Paijo.&lt;br /&gt;      Poimin cuma senyam. Nira sudah di atas gumuk. Gumuk yang sudah dimasuki kayu grajen sampai penuh, itu tinggal dinyalakan saja.&lt;br /&gt;      Tidak lama kemudian, apinya sudah mulai nyala. Merebus dengan gumuk pasti biayanya akan lebih murah dan mudah. Tidak perlu menunggu-nunggu sampai lama, seperti kalau menggunakan luweng. Harganya kayu grajen lebih murah, dari pada kayu bakar yang semakin mahal, bahkan ada yang mengumpulkan daunnya pohon bambu untuk dibuat gantinya, walaupun harus sabar, karena sangat cepat sekali habisnya.&lt;br /&gt;      “Bisa aku ganti sebentar, kamu tadikan belum sholat dan kamu juga tadi belum mandi. Sana mandi dulu, setelah itu sholat,“ kata kaknya.&lt;br /&gt;      Poimin kaget, tiba-tiba maknya sudah dibelakang, yang sudah kelihatan bersih. Segera ia bergegas ke kamar mandi. Baunya sabun merek tangan menusuk hidung, maklum orang desa yang tergerus dari sebuah sistem.&lt;br /&gt;      “Nanti kalau sudah selesai sholat, kembali lagi kesini, jangan bermain gitar melulu. Masak setiap hari jrang-jreng kok ngak ada bosannya ! “ kata maknya.&lt;br /&gt;      Si anak tidak bicara sama sekali, setelah selesai mandi kemudian mengambil handuknya yang barusan dipakai Mak dan bapaknya. Handuk hanya satu doang, itu buat bergantian orang satu rumah. Maka, sering neneknya Poimin terpaksa memakai handuk pakaian, yang akan dipakai setelah mandi. Karena, handuk aslinya sudah terlalu basah sekali setelah dipakai Poimin, Mak, dan bapaknya.&lt;br /&gt;      Setelah habis isyak Poimin dan kedua orang tuanya berkumpul lagi di dapur. Api yang menyala sudah dimatikan dengan air. Sekarang maknya Poimin lagi sibuk menetes nira yang sudah kental seperti jladren. Suara irus yang dibuat untuk membolak-mbalikkan nira kedengaran plag-plug, begitu seterusnya tanpa berhenti, sebelum encer dan merata.&lt;br /&gt;      Pak Paijo lagi santai-santai di atas lincak sambil merokok klobot buatannya sendiri. Disampingnya ada Poimin yang lagi sibuk menutupi lubangnya bathok dengan daun ketela. Bathok-bathok itu semua yang nantinya akan di buat gula kelapa.&lt;br /&gt;      “Gimana, Min! apa kamu jadi pergi keluar kota ?“ tanya bapaknya yang memecahkan keheningan.&lt;br /&gt;      “Ya, jadilah Pak, sudah rencana sejak dari dulu. Masak dari kecil, dewasa, bahkan sampai mati pun aku selalu di desa. Terus apa jadinya kalau aku seperti ini terus ! paling-paling ya cuma nyadap seperti Bapak atau Kakek yang itu. Terus apa gunanya ijazahku SMA ini, jurusan IPA lho Pak…!”&lt;br /&gt;      “Apa pekerjaan nyadap itu berat, Min ?” maknya saut bicara, “Coba, seumpama tidak ada yang memanjat pohon kelapa, apa jadinya nanti ! apa kamu mau makan tewol terus-terusan ? coba pikir Min ! “&lt;br /&gt;      “Yang aku pikir beratnya pekerjaan Mak dan Bapak lakukan saat ini. Tidak peduli hujan deras bercampur petir, harus tetap berangkat memanjat, pohon-pohon kelapa itu licin Mak. Apa nantinya kalau pas aku memanjat terperosok jatuh. Sudah berapa saja korban yang jatuh dari nyadap, sejak kecil sampai Mak dewasa ini ? makanya izinkanlah aku untuk pergi ke Surabaya,“ kata Poimin.&lt;br /&gt;      “Apa di Pare atau Kediri sini tidak ada pekerjaan seperti yang kau inginkan, Min ?” tanya Pak Paijo.&lt;br /&gt;      “Disini paling-paling cuma jadi pelayan toko Pak, beda lagi kalau di Surabaya, pabrik dan perusahaan banyak sekali.“&lt;br /&gt;      “Apa ijazahmu itu nggak bisa untuk melamar jadi pegawa negeri ?“ tanya maknya.&lt;br /&gt;      “Masuk PNS itu sangat sulit, Mak. Harus tebal dompetnya. Yang sudah sukuan berpuluh-puluh tahun belum tentu bisa di angkat !“&lt;br /&gt;      Semua diam sebentar, Poiman dan orang tuanya terkubur dalam angan-angan. Yang tua terasa berat untuk merelakan anak satu-satunya pergi, sedangkan Poiman tetap terpangku pada pendiriannya. Suasana sepi, berubah menjadi ramai lagi saat maknya Poiman bicara, “Terus Min, kalau ke Surabaya kamu butuh uang berapa ? buat ongkos perjalanan, makan, dan kos sebelum kamu dapat pekerjaan.“&lt;br /&gt;      “Sedikit kok, Mak. Katanya Sukri kemarin, punya Pakde di kawasan Wonokromo, yang bisa rumahnya untuk aku tempati. Siapa tau tidur dan makannya nanti gratis.“&lt;br /&gt;      “Jangan bertumpu pada anaknya Blorok ! pakdenya sukri di Surabaya itu pekerjaannya apa dulu, jangan asal numpang.“&lt;br /&gt;      “Mungkin, bagian memandikan monyet kali,“ Poiman bercanda, orang bertiga tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;      “Sekali lagi Min,“ bapaknya memberikan nasihat,“ Katanya orang-orang hidup di kota besar itu berbeda dengan hidup di desa. Canda ria, saling sapa, sudah tidak ada, walaupun dengan saudaranya sendiri. Yang namanya tolong menolong dan gotong royong itu sangat jarang dilakukan. Tapi itu katanya orang-orang, aku sendiri belum membuktikan.“&lt;br /&gt;      “Kalau masalah itu bisa di pikir sambil berjalan Pak. Yang penting sekarang mak dan bapak cari uang buat berangkat. Hutang di Mbokde Pariyah atau yang lain. Nggak usah bingung, entar kalau aku sudah dapat kerjaan aku kembalikan uangnya. Janji Mak, Pak..!”&lt;br /&gt;      Emaknya mau bercanda, tapi didahului Bapaknya bicara,“Ini bukan masalah dikembalikan atau tidak. Bagaimana kalau kamu di Surabaya nanti. Masalahnya kamu belum pernah ke kota besar. Banyak orang mengatakan, jaman sekarang itu sama saja, tidak mudah untuk cari pekerjaan. Kalau ada kurang beruntungnya, malah entar di tipu orang Min.“&lt;br /&gt;      “Tapi kalau aku dan Sukri mau di tipu apanya Mak ? buat berangkat aja mau hutang. Itu kalau Mak dan bapak mau kerumahnya Mbokde Pariyah. Kalaupun tidak, ya aku cari pinjaman sendiri, itupun kalau aku dapat pinjaman. Kalau nggak ya terpaksa sepedah unta itu aku jual.“&lt;br /&gt;      “Jangan Min… jangan, itu sepeda satu-satunya yang kita punya, terus bapakmu kalau mau pergi kemana-mana akan naik apa..? ya sudah, besuk pagi aku akan pergi kerumahnya Yu Pariyah. Kamu butuh uang berapa, Min ? kalau dua ratus ribu cukup nggak ? “&lt;br /&gt;      Si Poimin hatinya terasa plong, kemudian dia tergesa menjawabnya,“ Ya Mak, itu sudah cukup, seumpama kurang, akau akan cari pekerjaan apa adanya, yang penting dapat hasil, halal, dan bisa buat makan.“&lt;br /&gt;      Setelah berbicara dengan orang tuanya segera Poimin meninggalkan tempat duduknya.&lt;br /&gt;      “Mau kemana, Min ? “ maknya bertanya.&lt;br /&gt;      “Aku akan pergi berkelana, bumbungnya belum dibersihkan, air panas yang di masak tadikan belum di angkat ? “&lt;br /&gt;      “Belum, dari tadi kita ngobrol melulu, capek aku sebenarnya. Semoga airnya tidak susut.“&lt;br /&gt;      Malam itu juga Poimin tidur dengan nyenyak. Dimimpinya, dirinya merasa memakai dasi, jas, sepatu yang bermerek mahal gilap-mengkilap. Dengan naik mobil sedan yang masih jring kinyis-kinyis akan menuju kantornya yang besar dan megah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;II &lt;br /&gt;      Hari sebelumnya sudah aku persiapkan, pakaian semua sudah aku masukkan kedalam tas. Sekarang waktunya aku harus berangkat. Tas aku letakkan di kursi panjang depan rumah. Pak Paijo belum berangkat kerja sengaja mau berangkat agak siang, menunggu Poiman dan Sukri berangkat dulu. Maknya juga belum selesai masaknya di dapur untuk mempersiapkan makan pagi. Pagi itu tidak seperti biasanya, nyeplok telor kampung dua buat persiapan anaknya yang mau berangkat jauh ke Surabaya.&lt;br /&gt;      “Anakmu tadi pergi ke mana lagi ?” tanya Pak Paijo yang duduk sendirian dikursi teras depan ada di samping tas Poimin.&lt;br /&gt;      “Kemana lagi kalau nggak kerumahnya Tumini,“ Supinah menjawab.&lt;br /&gt;      “Kesana lagi ?  padahal malam tadi sudah ke sana sampai jam sepuluh.“&lt;br /&gt;      “Ya itu masalahnya, masak berpamitan tidak cukup satu kali. Hari sudah agak siang, nasi untuk sarapan sudah tidak seberapa hangat lagi. Terus itu bagaimana ? masak harus pulang tiap minggu, malah habis gajinya buat wira-wiri Surabaya sini.”&lt;br /&gt;      “Ya sudah make, kayak kita nggak pernah jadi muda saja.“&lt;br /&gt;      “Tapi dulu kitakan nggak seperti itu,” Supinah membantah.&lt;br /&gt;      “Ya pasti. Aku dulu tidak pernah pergi bekerja ke luar kota, selalu hidup di desa seperti ini.“&lt;br /&gt;      Yang jadi pembicaraan tiba-tiba muncul dari plataran depan rumah, dengan pakaian necis, baju masuk. Sambil menaiki sepedah unta warna hitam.&lt;br /&gt;      “Dari mana saja kamu, Min ?” tanya Pak Paijo menunggu orang yang barusan datang. &lt;br /&gt;      “Dari rumah Sukri. Dia masih mandi. Barusan bangun tidur, tadi malam bergadang sampai pagi di Pos Kamling.“&lt;br /&gt;      “Makan pagi dulu Min,“ kata maknya Poimin yang barusan keluar dari dapur, dengan memakai pakaian daster compang-camping yang penuh noda getah pisang. “Sana sarapan dulu,“ kata maknya di ulang lagi.&lt;br /&gt;      Poimin menurut, perutnya dari tadi sudah keroncongan. Bergegas berjalan ke dapur menuju kranji. Bola matanya berputar-putar pas melihat telor ceplok dua yang sudah siap untuk di santap.&lt;br /&gt;      “Itu buat lauk semua, Min,“ saut maknya dari depan.&lt;br /&gt;      “Semua, Mak ? bapak gimana ? “ kata Poimin.&lt;br /&gt;      “Bapakmu itu alergi kalau makan telor ceplok, kulitnya gatal-gatal,“ disusul suara gayu, gayu semua, buat menutupi kesedian hati yang mau di tinggal anak kesayangannya.&lt;br /&gt;      Nasinya agak hangat, lauk telor ceplok, perutnya lapar. Makanya kalau makan serap-serep, nambah lagi, mulut agak dilebarkan, dan tanpa menggunakan sendok. Telurnya cuma di ambil satu. Satunya buat bapaknya, sebab tau yang dibicarakan maknya tadi, kalau bapaknya makan telor nanti berakibat alergi gatal-gatal, padahal itu cuma bercanda.&lt;br /&gt;      Kira-kira Sukri sudah beres semua ngak ya, masalahnya dia tidak terlalu persiapan matang. Segera Poimin berpamitan pada kedua orang tuanya, dengan bersalaman mencium tangannya. Tapi dia tidak langsung berangkat. Masuk rumah sebentar, berkaca di depan almari yang sudah agak buram.&lt;br /&gt;      “Sudah ya Mak, Pak. Aku mau berangkat,“ sebelum bergegas pergi tiba-tiba ada laki-laki tua memakai blangkon masuk plataran rumahnya.“Kakek, Pak,“ kata Poimin pada bapaknya.&lt;br /&gt;      “Jadi berangkat sekarang ta, Min ?“ tanya kakeknya, yang orang kampung biasanya memanggil Mbah Gimbal. Yang tidak pernah lepas dari blangkon kesayangannya, walaupun usianya sudah berpuluh-puluh tahun. Melanggengkan kali ya ! Poimin mendekat, tangan kakeknya di pegang erat-erat sambil di cium, “Minta doa restu Mbah ya ! doakan saya dan Sukri cepat dapat pekerjaan.“&lt;br /&gt;      “He-ehh… itu pasti Le. Cucuku hanya laki-laki hanya  kamu. Tunggu sebentar…! aku kemarin jual ayam tiga ke pasar. Ini bisa buat tambahan saku,“ Mbah Gimbal merogoh celana komprangnya, terus memasukkan uang kesaku pakaiannya Poimin. Poimin yang sudah hapal wataknya Mbah Gimbal, tidak berani menerima, walaupun cuma pesi-pesi, “Tidak usah repot-repot Pak. Uang sakunya Poimin sudah cukup untuk setengah bulan.“ canda Pak Paijo.&lt;br /&gt;      “Yang repot itu ya siapa ? walaupun ayam aku jual tiga, di kandang masih banyak. Apa tidak boleh aku jual ayam, buat uang jajan cucuku ?!” katanya Mbah Gimbal.&lt;br /&gt;      Bapaknya Poimin diam, sambil memikir omongannya tadi.&lt;br /&gt;      “Diperantauan yang hati-hati ya Lhe ? jaga dirimu, kalau mencari teman yang jelas, bagus budi pekertinya. Jangan setiap orang kamu akrab’i. Di kota besar itu isinya campur baur, orang dari mana-mana, beda adat dan kebiasaan,“ nasihat  Mbah Gimbal sambil memegang pundaknya Poiman, dengan mengeluarkan sedikit air mata, “ Ya Kek, pasti akan saya ingat-ingat. Assalamu alaikum…..” Jawab Poimin dengan suara agak tersendat-sendat. Kemudian berjalan kerumahnya Sukri, yang berjarak satu gang dengan rumahnya.&lt;br /&gt;      Yang ditinggal, orang bertiga, masih tetap di depan teras rumah. Memikirkan orang yang barusan meninggalkan rumah. Kemudian si Mbah berpamitan kepada Paijo, “ Aku tak pulang dulu, ayamnya belum aku kasih makan tadi. Sudah, Nah ya, jangan terlalu memikirkan anakmu. Doakan saja, semoga selamat dan cepat dapat pekerjaan.“&lt;br /&gt;      “Ya Pak, berhati-hati,“ kata maknya Poimin.&lt;br /&gt;      “Tidak usah kau ingatkan. Walaupun sudah tua, aku masih kuat ! mataku masih jelas. Apabila tidak di cegah Mbokmu, aku ini masih kuat kok memanjat dua puluh pohon sehari ! “ yang diingatkan naik pitam.&lt;br /&gt;      Anak perempuan dan menantunya cuma geleng-geleng. Ada orang, mulai kecil sampai tua bangka, kasarnya minta ampun. Tapi kok tadi suaranya agak serak-serak basah, kelihatan kalau mau menangis. Orang berdua kemudian masuk rumah.&lt;br /&gt;      “Berangkat sekarang Pakne ?” tanya Supinah sehabis dari dapur.&lt;br /&gt;      “Nanti dulu, aku akan ke rumah Bang Jombloh sebentar, kemarin aku pesan bengkol, katanya pagi ini sudah jadi.“&lt;br /&gt;      “Apa bengkolnya sudah rusak ?“&lt;br /&gt;      “Sebenarnya belum, tapi umurnya sudah bertahun-tahun. Nanti khawatir putus pas buat ngagkat bumbung.“&lt;br /&gt;      “Lho, kayaknya kamu kemarin juga pesan deres ? “&lt;br /&gt;      “He..eh, tapi dijanjikan sepuluh hari lagi.“&lt;br /&gt;      “Kok lama banget.“&lt;br /&gt;      “Ya iya lah..! rumahnya jauh banget. Pandantoya sana, Wates masih ke timur.“ &lt;br /&gt;      Setelah itu yang laki-laki pergi kerumahnya Jombloh. Supinah menanyakan bumbung yang diangkat sejak tadi pagi. Tidak sampai seperempat jam selesai. Kemudian pekerjaan lain ngak ada habis-habisnya sudah menunggu. Yang dikerjakan dulu mencuci pakaian yang sudah menumpuk di pojok kamar. Khawatir kalau hujan seperti kemarin, sampai beberapa hari. Kelihatannya musim penghujan mulai tiba, matahari sudah condong ke selatan. Waktu sore burung terik terbang dari utara. Arah angin sering berubah-ubah, debu didedaunan bertebaran kesana-kemari. Bulan depan sudah masuk bulan Oktober. &lt;br /&gt;      Pas lagi mencuci pakaian, dari dapur terdengar suara bumbung bertatapan. Supinah segera masuk dapur.&lt;br /&gt;      “Sudah jadi, Pakne ?“&lt;br /&gt;      “Sudah, sekarang mau aku pakai.“&lt;br /&gt;      “Jadi kayu jati ?“&lt;br /&gt;      “Ya iya lah. Pesanku seperti itu. Sebenarnya Kang Jombloh tadi minta tambahan, alasan kayu jati naik harganya“&lt;br /&gt;      “Lha terus ? kamu janjikan.“&lt;br /&gt;      “Ya, aku janjikan. Uang dari Yu Pariyah kemarin masih sisa ngak ?”&lt;br /&gt;      “Iya masih, Kang Jombloh tadi minta tambahan berapa ?”&lt;br /&gt;      “Ngak berani bilang, katanya, yang penting bisa buat beli rokok.”&lt;br /&gt;      “Kalau yang diinginkan rokok satu toko !” kata Supinah sambil ngeledek, “ Terus, mau kamu tambah berapa ?” lanjutnya.&lt;br /&gt;      “Kalau menurutku ya lima ribu saja.”&lt;br /&gt;      Emaknya Poimin masuk kamar, kembali sambil membawa uang lima ribu, kemudian diberikan suaminya, “Ini, kamu berikan sekarang. Orang itu kalau mencari hutang, seperti orang menagih, tapi kalau di tagih mbuletisasi, seperti sini yang mau hutang.”&lt;br /&gt;      “Jangan seperti itu Makne !, mungkin otaknya belum dapat pencerahan, merasa kalau dirinya berkuasa, anggaplah kita ini rakyat kecil,“ suaminya menerima uang, kemudian memasukkan ke saku celananya. Supinah mbatin, seharusnya namamu dulu bukan Paijo, tapi Sabar.&lt;br /&gt;      Pak Pijo yang maunya mau berangkat ndares terpaksa gagal, menuruti omongan sampingnya supaya memberikan uang ke rumah Jombloh. Sejak dulu tetangga yang kelakuannya mbandel , mbulet, ruwet, dan sok berkuasa, bisa di lihat. Tapi orang-orang kalau pesan pisau, bangkol, arit, ya ke Jombloh yang terkenal bagus.&lt;br /&gt;      Orangnya lagi duduk-duduk rokoan di teras depan, dengan meletangkan kakinya di atas meja. “Ini Kang Mbloh uang yang kurang tadi,“ kata Pak Paijo tanpa basa-basi.&lt;br /&gt;      “Lho, kok langsung Kang Jo, padahal aku tidak terburu-buru untuk memakainya kok !” perkataannya Jombloh, berbeda dengan batin si Paijo.&lt;br /&gt;      “Apa Kang Jombloh tidak butuh rokok ? atau rokok kang Jombloh masih satu karung ?” yang diajak bercanda tidak menggubris, ribut memasukkan uang lima ribu ke dalam sakunya. Batin si Paijo bertanya-tanya pada dirinya. Apakah semua watak dan pemikiran penguasa seperti itu ya…? coba kalian analisa dengan pemikiran kritis. &lt;br /&gt;      Keluar dari plataran rumah sukri, remaja tersebut berjalan menyusuri kampung di pagi hari yang sepi. Jalan dalam keadaan becek, kemarin sore hujan lebat. Poimin dan Sukri adalah teman satu kelas sejak SD sampai SMP, mulai pisah sejak lulus dari SMP. Poiman masuk SMAN, sedangkan Sukri masuk STM mesin. Tapi kalau pas di kampung, tetap menjadi kawan seakrab. Dimana ada Poimin, disitu ada Sukri. Wajah keduanya hampir mirip, cuma Poimin kulitnya agak hitam. Orang yang tidak pernah bertemu dengan Poimin dan Sukri, mengira sebagai saudara sekandung.&lt;br /&gt;      Setelah berjalan menyusuri kekampungan, barulah dia sampai di perempatan. Tidak lama kemudian ada bus berhenti didepannya. Tanpa bertanya, Sukri cepat-cepat naik dengan di susul Poimin. Kebetulan bus yang ditumpanginya menuju ke Malang. “ Kemana, Dik ?” tanya kernet sambil mempersiapkan spidolnya.&lt;br /&gt;      “Ke Surabaya, Mas, tapi entar turun di pertigaan Polorejo saja,” Sukri menjawab sambil duduk.&lt;br /&gt;      Si kernet tidak jadi memakai spidol. Kembali diselipkan lagi ketelinganya. “Seribu !” ucapannya sambil mendekat.&lt;br /&gt;      “Naik ya, Mas ?” tanya Sukri dengan rasa kurang percaya.&lt;br /&gt;      “Sudah lama, Dik. Hampir satu tahun, kamu aja yang ngak pernah ke luar kota.”&lt;br /&gt;      Poimin memberikan uangnya tanpa bercanda. Kernetnya agak sinis, sambil melangkah ke depan.&lt;br /&gt;      “Karcisnya, Mas?” Sukri tanya dengan rasa kurang terima.&lt;br /&gt;      “Dik…Dik. Cuma kesitu aja minta karcis !”&lt;br /&gt;      “Kamu juga seperti itu, cuma kesitu aja bayar seribu,” Sukri tidak mau ngalah. Si kernet tidak mau beradu mulut. Kemudian melangkah ke depan.&lt;br /&gt;      “Pertigaan Polorejo !” teriakan si kernet menyindir Sukri yang masih mau protes. Sukri ngak merasa tersinggung, namun hatinya tetap menggerundel, teringat uang yang seribu yang dianggap terlalu mahal.&lt;br /&gt;      “Kakinya dulu, Dik !” kernet berambut panjang teriak menyindir ketika Poimin dan Sukri mau turun.&lt;br /&gt;      “Mas, tolong dijaga mulutmu,” anak tamatan STM itu muntap. Setelah turun, genggaman tangan Sukri diarahkan ke kernet bus. Tunggu pembalasanku, Mas ! tanpa rasa malu bermuka merah, kemudian mengikuti Poimin yang sudah nyebrang duluan di utara jalan. Tanpa di duga, ada sepedah motor dari barat ngebut. Sukri melompat kepinggir jalan, sepeda motor terus lurus seperti tidak ada apa-apa. Poimin yang sudah dulu di pinggir jalan bengong, merasa kaget. Sukri kemudian berteriak misuh kearah lajunya sepeda motor, dalam kodisi marah.&lt;br /&gt;      Dari barat ada bus datang, melaju agak pelan, kemudian berhenti. “Surabaya, Mas, kosong !” kernetnya merayu sambil turun. Sukri duluan naik. Katanya kernet itu benar, masih banyak kursi kosong. Sambil matanya clilang-cliling cari tempat yang nyaman, syukur kalau bisa duduk dengan cewek cantik. Tapi setelah melihat-lihat, tidak ada yang bisa buat obat kanthuk. Sukri memegang lengan kanannya Poiman, mengajak duduk di baris nomor tiga dari belakang sopir.&lt;br /&gt;      Samapi masuk di kawasan Jombang kota, lajunya bus sering berhenti seperlunya, menurunkan dan menaikkan penumpang. Bikin jengkel penumpang lain, baru naik jarak tiga ratus meter, sudah minta turun lagi.&lt;br /&gt;      “Oalah…Mbokde, jarak tiga ratus meter aja naik bus !” ucapan anak-anak muda yang duduk nomor dua dari depan. Penumpang lain bicara desas-desis. Kondekturnya cuma senyam-senyum.&lt;br /&gt;      Tapat depan terminal Jombang penumpang lain sudah tidak dapat tempat. Baunya keringat sudah amat tidak karuan. Kursi yang ditempati Poimin dan Sukri sekarang isinya bertambah satu, orang peranakan bercelana pendek, sandal jepit serampang hijau, membawa tas plastik dengan model rambut poni yang sudah bercampur uban. Ya, keringat orang tersebut yang membuat Poimin dan Sukri hampir muntah. Dalam hatinya dia berpikir, tadi berharap-harap duduk dengan cewek cantik, malah sekarang kok duduk dengan orang seperti ini.&lt;br /&gt;      Sampai di Peterongan, orang tersebut teklak-tekluk ngantuk. Kepalanya sedikit bergeser ke tengah, tepat di atas pundaknya Sukri. Tas plastik jatuh tanpa di rasa. Sukri yang merasa sudah grundel, terpaksa menggeser orang tersebut. Agak kaget, ketika Poimin nyeblek kakinya Sukri dengan menunjuk bungkusan plastik yang bergelantungan di atas. Yang di ceblek tanggap, kemudian berdiri.&lt;br /&gt;      “Ini..!” Sukri memberikan tas plastik yang di ambil dari centelan. Selang beberapa detik, Poimin hoak-hoek muntah. Sukri menjadi bingung, perutnya sendiri sudah mulai merasa mual-mual. Menoleh ke kiri bau keringat, ke kanan Poimin mabuk. Akhirnya sukri malah ingin ikut-ikutan tidur, dengan sedikit menggeser orang tersebut. Tiba-tiba kepalanya orang tersebut merunduk ke bawah.&lt;br /&gt;      Sukri merasa mual-mual akan baunya orang tersebut. Dengan menutupi hidung, sambil mengontrol keluar masuknya pernafasan. Pada saat itu Poimin baru tuntas menguras isi dalam perutnya. Tas plastik isinya kulup kangkung dan nasi yang sudah basi, segera dibuang lewat jendela, tanpa menghiraukan orang yang lewat. Tanpa disengaja Sukri kaget, pas melihat air lendir yang mengenai celananya. Dari mana lagi kalau ngak dari mulut yang tidurnya ngowoh. “Om….Oom !” berteriak sambil memukul kakinya. Yang di pukul njingkat kaget, “Ada apa…?” tanya dalam keadaan gugup.&lt;br /&gt;      “Ini !” jawaban Sukri cepat, sambil menunjukkan lendir yang mengenai celananya.&lt;br /&gt;      “Oo..Sory…Sory ya,” dengan perasaan takut, segera mengambil sapu tangan di saku celana pendeknya. Tangan terasa gemetar, ketika membersihkan lendir yang menempel dicelenanya Sukri.&lt;br /&gt;      “Kalau tidur di atur, Om, mending nggak uasah bepergian kalau kagak kuat bawa kepala,” ucapan dengan nada marah.&lt;br /&gt;      “Benar…Saya minta maaf, Dik. Semalam aku nggak tidur. Menunggu nyonya di rumah sakit,” bicara dengan muka agak melas. Ngantuknya terus hilang, sampai turun di Brangkal.&lt;br /&gt;      Setelah orang tersebut turun, bekas tempat duduknya tidak ada yang menempati. Berhenti di terminal Mojokerto, tidak ada penumpang yang naik. Sukri mulai merasa agak ngantuk liyer-liyer, akhirnya tertidur sampai pulas, setelah itu di susul oleh Poimin. &lt;br /&gt;      Suara klakson bersahutan, Poimin dan Sukri bangun dalam keadaan bengong. Dengan kondisi mata agak surup. Poimin lingak-linguk, kelihatan kalau bingung, “Sudah di mana ini, Kri ?”&lt;br /&gt;      “Bungur…! Bungur…! Surabaya terakhir,” kata Sukri. Kedua anak tersebut sedang antri mau turun.&lt;br /&gt;      “Kalau ke rumah pakdemu, naik apa, Kri ?”&lt;br /&gt;      “Bus kota. Ayo, ikuti saja aku !” saut dengan tegas. Kemudian berjalan menuju ke arah bub-bus kota. Poimin yang baru pertama datang di Surabaya, ikut ngintil dibelakangnya Sukri.&lt;br /&gt;      Tanpa mendengarkan ucapan para calo-calo, yang menunjukkan arah bus kota. Sukri mencari bus ke arah Joyo Boyo. Walaupun datang ke Surabaya jarang-jarang, belum tentu satu tahun sekali, tapi gayanya kayak orang asli situ. Tidak mau tanya-tanya, gengsi !.&lt;br /&gt;      “Bus nomor dua aja, Min, biar dapat tempat duduk,” yang diberi aba-aba pasrah. Ketika melihat bus yang depan sendiri, ternyata benar, penumpang penuh. Sebaliknya, bus nomor dua masih banyak yang kosong. Jarak sebentar, setelah bus pertama berangkat, penumpang sudah bergerombol antri naik bus yang besar itu. Walaupun kursi begitu banyaknya, namun sudah penuh semua, bahkan puluhan penumpang banyak yang berdiri.&lt;br /&gt;      Poimin tidak tahan dengan kondisi panas, gerah. Segera mau membuka kaca. Sukri hanya melihat pola tingkah temannya itu, tanpa berniat membantu. “Percuma, Min ! semua jendela bus kota ya seperti itu, parah !” selanjutnya Poimin pasrah. Kemudian membuka kancing bajunya.&lt;br /&gt;      Di dalam bus suasana Sukri bertambah sebel, pas melihat anak kecil lagi ngamen. Dia geleng-geleng pas di sodori wadah plastik. Poimin memberikan lima ratus, “Kebanyakan, Min !” katanya Sukri.&lt;br /&gt;      Setelah pengamen satunya turun, kemudian disusul pengamen anak-anak muda. Yang rambutnya di cat merah pegang gitar, yang hidungnya ada anting-anting pegang ketipung, satunya lagi pegang wadah plastik. Terus membawakan lagu dangdutan. Selesai lagu satu, disusul dengan lagu lainnya, sampai dapat lagu tiga. Bagian yang pegang wadah plastik, sudah repot anthung-anthug.&lt;br /&gt;      Sekali lagi uang lima ratus lepas dari tangan Poimin, walaupun sebenarnya dia tidak suka sama sekali dengan lagu tersebut. Dari pada berantem dengan pengamen itu, yang gayanya seperti artis kesiangan. Lebih baik memberikan uang lima ratus, biar lebih aman. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;III &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      “Yu Yem !” terdengar suara perempuan dari ruang keluarga. Piring yang lagi di cuci cepat-cepat ditaruh, sambil menjawab. “Ada apa, Bu !” jarak sebentar orang yang di panggil datang&lt;br /&gt;      “Ini, Yem, aku dan bapakmu mau ke Kapasari. Kamu hati-hati di rumah. Kalau ada tamu sekiranya kamu tidak kenal, jangan izinkan masuk. Terus, apabila ada telepon, bilang aja Bapak dan Ibu sedang pergi. Sudah jelas ya, Yem ?!”&lt;br /&gt;      “Ya, Bu, tapi Mas Budi nggak ikut pergi kan ?”&lt;br /&gt;      “Ngak, dia masih tidur di kamar.”&lt;br /&gt;      Setelah itu Sayem kembali melanjutkan cuci-cuci piring sampai selesai, kemudian mencuci beras buat makan siang. Ternyata orang kota itu kalau makan harus serba baru. Menu makan pagi, siang, dan makan malam itu sudah beda. Tidak seperti di kampungnya Sayem, mulai pagi sampai malam menunya tetap.&lt;br /&gt;      Setelah masak nanti, mencuci pakaian, tapi tidak terlalu berat, karena ada mesin cuci. Tugas yang lain ngepel dan nyetelika. Kompor gas baru saja di hidupkan, ceklek…. Langsung nyala. Sudah mulai hafal, kemarin sore latihannya. Nyalanya api yang biru itu di pelototi oleh Sayem. Tidak mengeluarkan langseng, tidak seperti kayu baker.&lt;br /&gt;      Sayem yang lagi melihat nyalanya kompor, jingkat kaget ketika ada suara telepon, hatinya deg-deg. Bagaimana cara menerima telepon, kok belum di ajari kemarin. Dirinya bertambah bingung. Mau membangunkan Mas Budi tidak berani.&lt;br /&gt;      Kemudian merasa tenang pada saat telepon berhenti dengan sendirinya. Setelah mau masak daging sapi yang sudah ada di panci, kembali telepon tersebut berbunyi seperti orang menjerit. Tanpa berpikir panjang, Sayem berteriak, “Orangnya tidak ada…pergi !” tapi telepon itu terus berbunyi. “Kamu itu punya telinga apa nggak, sih ? orangnya tidak ada !”&lt;br /&gt;      Akhirnya telepon itu berhenti dengan sendirinya. Sayem merasa lega. Kemudian mencuci daging di kran, celaka, telepon kembali menjerit. Sayem menghiraukan jeritan telepon itu, terus melanjutkan aktifitasnya sampai telepon tersebut berhenti.&lt;br /&gt;      Setelah itu, “Halo…” terdengar suara laki-laki. Sayem kemudian jinjit-jinjit, mengintip dari candela belakang. Ternyata itu Mas Budi, anaknya Pak Bos. Anak muda gondrong pakaik anting, lagi duduk sambil telepon. Setelah selesai telepon, anak tersebut kembali ke kamar.&lt;br /&gt;      Sayem sudah selesai masak. Melihat jam di atas pintu, kira-kira waktunya masih cukup untuk membersihkan lantai dan mempersipkan makan siang. Sebelum ngepel, bel pintu depan berbunyi. Segera bergegas ke ruang tamu sambil membukakan pintu.&lt;br /&gt;      Di depan pintu chorot-chorot dua yang belum pernah dijumpai. Sayem mbatin, apa ini temannya Mas Budi, ya ? pintu depan di buka lebar, kemudian dirinya mendekat, “Mau mencari Mas Budi, ya ?” tanya dengan nada sok tau.&lt;br /&gt;      “Itu, Bulek, saya dari Pare, keponakan Pakde Ponidi. Kamu pembantu baru, ya ? kok tidak tau saya !” Sukri tanya.&lt;br /&gt;      “Bapak dan Ibu tidak pernah bilang kalau punya saudara di kawasan Pare,” jawab Sayem.&lt;br /&gt;      “Ya sudah, Bulek, aku mau masuk.”&lt;br /&gt;      “Nggak bisa. Pokoknya orang yang patut dicurigai tidak boleh masuk rumah !”&lt;br /&gt;      “Tidak percaya kalau saya keponakan Pakdhe Ponidi !”&lt;br /&gt;      Sukri kebingungan, grayah-grayah ngambil dompet, mau menunjukkan KTP-nya. Sebelum KTP dikeluarkan, terdengar suara orang batuk dari pintu dalam. Tanpa di sengaja Sukri teriak, “Mas Budi…!”&lt;br /&gt;      “Dik Sukri ! kok nggak masuk ?!”&lt;br /&gt;      “Nggak boleh sama Bulek, Mas !“&lt;br /&gt;      “Ayo silahkan masuk,” suruh Mas Budi. Kemudian Sukri masuk, di susul Poimin dibelakangnya. “Kenalkan Mas, ini Poimin, temanku bermain sejak kecil. Min, ini Mas Budi, putrane Pakdhe, pemain gitar. Gimana Mas, masih sering manggung ngak ?”&lt;br /&gt;      “Tadi malam manggung. Makanya ini tadi bangun kesiangan.”&lt;br /&gt;      “Masih tetap gabung dengan Gembel 87, Mas ?”&lt;br /&gt;      “Nggak, udah ganti.”&lt;br /&gt;      “Grup yang dulu sudah bubar, Mas ?”&lt;br /&gt;      “Ya, biasah. Dimana-mana juga seperti itu,” Budi anak tunggal Pak Ponidi, Poimin dari tadi cuma mendengarkan pembicaraan kedua anak tersebut. Poimin jadi tertarik, walaupun dia pernah menjadi anak band waktu SMA.&lt;br /&gt;      “Bubare band yang masih blajaran kebanyakan karena perebutan ide. Tapi kalau sudah terkenal, menjadi rebutan rejeki…Ojir !”&lt;br /&gt;      “Anak Pare masak ngerti Ojir ?”&lt;br /&gt;      “Poimin punya banyak saudara di Jombang, Mas !”&lt;br /&gt;      “Oo…Kera ngelam…”&lt;br /&gt;      Budi kemudian kebelakang mencari sayem yang sedang mempersipkan makan siang, “Bi, tamunya tolong buatkan minuman !”&lt;br /&gt;      “Sudah Dhoro, tapi sekalian makan siang.”&lt;br /&gt;      “Sudahlah, tolong bawa kedepan sekarang.”&lt;br /&gt;      Minuman jeruk di bawa Sayem keruang tamu. Selanjutnya, kembali keruang makan melanjutkan pekerjaannya. Tanpa di duga Pak Ponidi datang, tepat jam satu siang.&lt;br /&gt;      “Baru pulang, Pakde ?” nyapa sambil mengankat tanga, ngajak berjabat tangan.&lt;br /&gt;      “Dari Kapasari, memberitaukan adiknya Budhemu.”&lt;br /&gt;      “Lho… Pakdhe kok nggak ngantor ?”&lt;br /&gt;      “Aku sudah pensiun, Lhe. Hampir lima bulan ini.”&lt;br /&gt;      “Oo…..” kata Sukri sambil gerak-gerakkan kepalanya.&lt;br /&gt;      Kemudian Pak Ponidi ikut rembuk di ruang tamu. Perut semakin keroncongan, semua di suruh Sayem masuk ke ruang makan.&lt;br /&gt;      “Ayo Lhe, makan dulu. Tapi seadanya, kamu akan kesini ngak ngabari dulu sih. Athuka Pakdhemu rak mbeleh Untho,” kata Bu Ponidi sambil bercanda.&lt;br /&gt;      Budi duluan nyendok, dari tadi perutnya belum kemasukan apa-apa. Poimin kelihatan rikuh, kalau di rumah ngak ngak pernah makan seperti ini, pakai garbu dan sendok. Rasanya khas, Poimin belum pernah merasakan sebelumnya.&lt;br /&gt;      “Ayo, nggak usah malu-malu. Seperti mas itu itu lho, Lhe…” Pak Ponidi mempersilahkan Poimin yang agak malu-malu kucing.&lt;br /&gt;      “Boy, Pak. Bukan Lhe… “ Budi nanggapi pembicaraan ayahnya yang belum selesai ngomong. Poimin merunduk, tidak bicara, meneruskan makan. Tanpa sengaja melirik piringnya Pak Ponidi dengan perasaan kagum, piringnya sudah bersih, sendok dan garbunya sudah digulingkan, kok belum pergi dari tempat duduk ? menoleh, Mas Budi juga sama saja. Setelah semua selesai, Pak Ponidi duluan berdiri. Kemudian kembali ke ruang tamu, di susul oleh yang lain.&lt;br /&gt;      “Apa kalian tadi sudah Sholat ?”&lt;br /&gt;      “Sudah, Pakdhe. Ikut berjamaah di Mushola sebelah.”&lt;br /&gt;      “Kalau begitu aku Sholat duluan. Ayo, Bud..!” yang di ajak bergegas melangkah.&lt;br /&gt;      Suasana ruang tamu kelihatan sepi. Tidak ada yang bicara. Poimin dan Sukri sudah merasa capek dan ngantuk. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;IV&lt;br /&gt;Cleaning Service &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      Berkat Pak Ponidi, Sukri dan Poimin di terima bekerja di kebun binatang. Menjadi tukang kebun, pekerjaan yang tidak diduga sebelumnya. Cari pekerjaan zaman sekarang memang sulit, terpaksa kedua anak tersebut harus melakukannya. Pak Ponidi juga pernah mengatakan,”Sabar dulu, ini cuma sementara, Min. Tidak usah khawatir kamukan punya ijazah SMA.”&lt;br /&gt;      Hari demi hari pekerjaan terasa berat bagi Sukri, karena selama di kampung belum pernah melakukan aktifitas seberat itu. Hatinya sering gerundel,”Kalau sebelumnya tau bekerja seperti ini, aku ngak bakalan kesini, Min. Mending di rumah saja. Ini penindasan namanya, gajinya tidak seberapa, beratnya pasti.”&lt;br /&gt;      “Kri, yang punya idekan kamu sendiri. Kalau kamu pingin cari pekerjaan lain, ya sering-sering baca surat kabar atau buka usaha sendiri, itu lebih baik dan produktif.”&lt;br /&gt;      “Iya, ide bagus. Aku sudah bosan bekerja seperti ini. Kita cari yang lain aja. Bayangkan, Min, kalau kita terus-terusan disini. Pada saat nyapu-nyapu terus ketemu tetangga, saudara, dan teman-teman atau guru kita dulu. Apa nggak malu ?”&lt;br /&gt;      Poimin diam sebentar, memikirkan nasib yang sedang dijalaninya. Masak tamatan SMA jurusan IPA dari sekolah faforit kok sekarang bekerja seperti ini. Ah, seandainya orang tuaku punya biaya, aku pasti akan meneruskan keperguruan tinggi.&lt;br /&gt;      Angan-angan itu tiba-tiba kabur, setelah dia kejatuhan buahnya pohon termbesi. Poimin kaget jingkat, kembali lagi ke dunia nyata.&lt;br /&gt;      Lagit tadi pagi kelihatan cerah, tapi sekarang kok ditutupi awan mendung !. keadaan semakin panas gerah, ditambah lagi ngak ada desingan angin lewat. Pepohonan semua terdiam. Pada saat itu Poimin dan Sukri istirahat untuk sholat Dhuhur kemudian melanjutkan lagi nyapu di depan kandang monyet. Tidak diduga, tiba-tiba ada orang perempuan berteriak, “Tolong…Tolong…Copet…Copet…” Suara itu diikuti anak muda berlarian sambil membawa tas, yang menuju kearah Poimin dan Sukri. Poimin siaga, setelah penjambret mendekat kearah Poimin, segera dia melompat menghadangnya. Si jambret kaget sebentar, tiba-tiba dia mengeluarkan clurit.&lt;br /&gt;      “Minggir ! kamu mau daftar mati ?!” tanya bengis dengan membentak.&lt;br /&gt;      Poimin tidak takut sama sekali, dia juga pernah ikut latihan beladiri di mushola Mbah Dhemo. Sapu di pegang erat-erat, siap ditonjokkan kearah bengis, cras…cras...Sabetan clurit mbabat sapu. Potongan ujung sapu berserakan di bawah.&lt;br /&gt;      Doanya Poimin sudah terbukti. Potongan ujung sapu mengenai matanya jambret, dengan rasa terpaksa memejamkan mata. Di susul Poimin meletakkan tongkak kakinya di atas dada si jambret. Sampai orang tersebut ketakutan, tidak sadarkan diri. Puluhan kepalan tangan bergerombol dari arah belakang datang menghampiri bengir. &lt;br /&gt;      Puluhan kepalan mulai berhenti beraksi ketika Satpam datang. Si bengir dengan muka merah-menjarah, disiram air oleh Satpam, kemudian baru bisa sadarkan diri.  “Bunuh aj… Bakar !” terdengar suara dari belakang.&lt;br /&gt;      Ketiga Satpam kemudian tanggap untuk membawa ke pos pengamanan. Puluhan kepalan tangan mulai bubar, tinggal Poimin, Sukri, dan pemilik tas yang masih di tempat. Wajah manis itu masih menampakkan rasa pucat, kedua tangannya memegang erat tas yang hampir hilang tadi.&lt;br /&gt;      “Kamu yang punya tas itu tadi, Mbak ?” Poimin datang bertanya. Dia lebih akrab bergaul dengan cewek dibanding Sukri yang kebanyakan temannya cowok.&lt;br /&gt;      “Iya, terimakasih. Untung tadi ada kalian. Apabila tidak ada, pasti sudah melayang,” jawabannya lirih.&lt;br /&gt;      “Sebenernya itu tadi tidak sengaja kok, pas lagi nyapu-nyapu,” kata Poimin.&lt;br /&gt;      “Jadi kamu bekerja ditempat ini, ya ?”&lt;br /&gt;      “Ya, Cleaning Service.”&lt;br /&gt;      “Tidak apa, yang penting halal,” Perempuan tadi merogoh tasnya, mengambil dompet, memberikan hadiah Poimin. ”Jangan tersinggung, Mas, sedikit uang ini buat tanda terima kasih saya.”&lt;br /&gt;      Cewek itu maju satu langkah, Poimin mundur dua langkah, “Nggak, Mbak. Waupun kamu paksa, aku tetap ngak mau menerima,” kata Poimin agak sereng.&lt;br /&gt;      “Ya sudah, kalau nggak mau menerima. Tapi, Mas maukan menerima ucapan terimakasihku ?” si cewek memaksa. Dengan rasa  terpaksa Poimin manthuk. “Sekarang gini, Mas, ini kartu namaku, kalau pingin kamu simpan aja. Kalau kamu bosan disini, langsung aja datang kerumahku, mungkin papaku bisa membantu,” katanya sambil memberikan kartu nama.&lt;br /&gt;      Poimin menerima, langsung dimasukkan ke dalam sakunya. “Oya, Mas, nama kamu siapa ?”&lt;br /&gt;      “Poimin, kamu bisa panggil Boy,” kata Poimin.&lt;br /&gt;      Mendung putih di langit berubah menjadi klawu petang. Kebun binatang sudah mulai kelihatan sepi&lt;br /&gt;      “Kamu kok nggak ngomong sama sekali, Kri ?” tanya Poimin sambil mendekat melihat Sukri yang lagi nyapu.&lt;br /&gt;      “Males, Boy. Itukan garapanmu. Eh, itu tadi orang Jawa atau Cina ?”&lt;br /&gt;      “Orang Jawa kali. Di lihat dari kuluitnya  sama seperti kita, sawo matang.”&lt;br /&gt;      “Tapi matanya…! Coba kamu lihat kartu nama yang ada dalam sakumu ! biar jelas,” Poimin merogoh sakunya.&lt;br /&gt;      “Ya ini, namanya Susanti, masak dia orang Cina !”&lt;br /&gt;      “Boy, nama tidak bisa menjadi patokan. Contoh teman SMA-mu Pare, namanya Cik Gemi, Koh Waras. Gimana kalau seperti itu ?”&lt;br /&gt;      Orang jadi pembicaraan sudah pergi. Poimin semakin bingung, beranggapan kalau susanti orang Jawa tulen.&lt;br /&gt;      “Tapi nggak tau juga Boy, orang Jawa apa Tionghoa, yang penting anak itu manis,” kata Sukri.&lt;br /&gt;      “Kamu naksir ya ? ini alamatnya, Darmo kawasan elit. Eh, kamu nggak salah lihat, masak seperti itu kamu bilang manis !”&lt;br /&gt;      Sukri mengalihkan pandangan, cuma sebentar. “Terus, kalau menurutmu ?”&lt;br /&gt;      “Kalau menurutku, nggak cuma manis, tapi manis buanget, ada tambahan bangetnya biar mantap.”&lt;br /&gt;      Keduanya tertawa terbahak-bahak, sudah lupa dengan sapu, cikrak, dan sampah yang belum dibawa pergi itu.&lt;br /&gt;      “Menurutku, Kri, yang lebih penting lagi, dia bilang, kalau kamu ngak betah kerja disini, kamu datang aja kerumahku. Siapa tau sana bisa mencarikan pekerjaan yang lebih enak.”&lt;br /&gt;      “Lha terus aku ! kamu tinggal sendirian disini dengan monyet-monyet itu ?”&lt;br /&gt;      “Ya ngak lah, pasti kuajak sekalian. Sebaya mukti, sebaya pati,” kata Poimin.&lt;br /&gt;      “Sungguh ya ? kalau ngak, Tumini aku beritau kalau kamu selingkuh dengan orang Tiongkok. Tetap yakin aku, kalau Susanti itu orang Cina, kalau memanggil ayahnya aja papa.”&lt;br /&gt;      Air hujan mulai turun deras. Kedua anak tersebut berlarian sambil membawa sapu dan cikrak. &lt;br /&gt;      Lewat tengah malam, rumah di kawasan Bumiharjo sudah tertutup semua. Pak Ponidi sudah masuk kamar sejak jam sembilan tadi. Budi belum pulang, masih manggung musik di Café. Poimin dan Sukri belum bisa tidur, masih membicarakan cewek yang ditemui di tempat kerjanya. Tidak masalah cantik dan manisnya, tapi masalah pekerjaan yang ditawarkan.&lt;br /&gt;      “Gini lho, Kri, aku sebenarnya ingin cari pekerjaan yang lebih enak. Otomatis kita harus pindah dari sini. Kursus gitar dan keyboard gimana, sayang, mumpung ini gratis.”&lt;br /&gt;      “Apa kita harus pindah dari sini, kalau dapat pekerjaan baru ? aku yakin Pakde, Budhe, dan Mas Budi ngak keberatan kalau kita tetap tinggal disini.”&lt;br /&gt;      “Itu kalau dekat. Apabila jauh ?” tanya Poimin.&lt;br /&gt;      “Jadi kamu nggak pingin merubah nasib ? kalau menurutku, Boy, perkara keyboard itu gampang, yang penting cari pekerjaan dulu,” Sukri memberikan semangat.&lt;br /&gt;      “Kalau kamu tetap nekat ya terserah, Kri, aku bersabar dulu bekerja disini. Tapi ingat, yang ditawari tadi aku, bukan kamu.”&lt;br /&gt;      Sukri diam. Perkataan Poimin mirip pertandingan catur skak mat. ”Aku tadi cuma mengusulkan, kalau mau. Tapi kalau nggak juga tidak apa,” nada omongannya Sukri semakin rendah. Mau ke rumah Susanti sendirian ya percuma, dia ngak kenal sama aku. Merasa menyesal, ngapain dulu ngak kuajak kenalan.&lt;br /&gt;      Poimin cuma diam, sambil ngedip-ngedipkan matanya, ada sesuatu yang dipikirkan. Keduanya njengkirat kaget, ketika terdengar suara pintu depan di buka. Jarak sebentar terdengar mesin mobil, suaranya semakin lama semakin menjauh. Poimin dan Sukri sudah hapal betul, itu pasti Mas Budi baru pulang dari manggung. Setiap manggung ya seperti itu, ngak mau bawa mobil pribadi. Selalu numpang temannya, lebih praktis.&lt;br /&gt;      Poimin duluan keluar dari kamarnya, sambil disusul Sukri yang ote-ote.”Ada apa, sudah malam kok belum tidur ? gerah, ya ?” orang yang barusan datang bertanya dengan membawa tas plastik.&lt;br /&gt;      “Panas, Mas. Padahal sore tadi hujan deras.”&lt;br /&gt;      “Kalau nggak panas itu bukan Surabaya namanya. Itu ada nasi goreng dan mie di tas plastik, silahkan di makan.”&lt;br /&gt;      Poimin berpikir-pikir orang sini jarang mau menanam pohon, polusi udara semakin parah, tiap tahun langganan banjir, hawa terasa sangat panas. Kok ngak seperti di kampung ya ?. padahal bisa juga menanam pohon di sekitar rumah, samping jalan, tanah-tanah kosong. Reboisasi adalah jalan terbaik Apa kata anak cucu kita nanti, kalau keadaannya seperti ini terus. Kita harus bangkit. Poimin kelur dari lamunannya, ketika Sukri mengajak makan. Tas plastik di buka Sukri, terdengar kremesek. Tidak salah kalau orang Ngoro mengatakan tas beribut, tas yang bikin suara ribut. Dengan rasa kurang sabar, tas itu langsung di sobek.&lt;br /&gt;      “Milih mie atau nasi goreng, Min ?”&lt;br /&gt;      “Biasah nasi gereng dan mie,” jawaban Poimin.&lt;br /&gt;      Mie dan nasi gorengnya dibagi setengah-setengah. Budi menunggu sambil membaca buku sastra. “Nggak langsung tidur, Mas ?  besokkan ada kuliah,” sapaan Sukri.&lt;br /&gt;      “Kuliahnya besok agak siang, jam sepuluh. Tolong besok bangunkan aku jam setengah enam. Biar ngak kehabisan waktu sholat subuh, lagian jam enam aku mau ke Sepanjang, ngambil gitar.”&lt;br /&gt;      Budi Pranoto kelihatannya keras, tapi baik dan taat beribadah. Dari kamar terdengar suara gitar pelan dan halus. Lagunya zaman Sepur Lempung “Visions” Cliff Ricard. Sudah kuno, namun banyak yang masih suka, lebih-lebih orang yang sudah masuk lansia. Poimin masuk kekamar Mas Budi, melihat suara klentingan gitar,” lagi keseret memory Mas, ya ?” tanya Poimin setelah berhenti lagunya.&lt;br /&gt;      “Memory apa, Dik ? tadi aku pas manggung ada yang minta lagu itu, memang lagu itu sudah lama, jarang-jarang terdengar. Apa kamu mau main ?” tanya Budi setelah suara sudah sepi.&lt;br /&gt;      “Udah males, Mas, aku mau tidur, ngantuk nich,” jawab Poimin sambil keluar dari pintu kamar. Sukri sudah tidak ada, duluan tidur. Jam menunjukkan pukul dua  duapuluh.&lt;br /&gt;      Baru masuk kamar, tiba-tiba hujan sangat deras. Suara gitar sudah tidak terdengar lagi, mungkin Mas Budi sudah tidur. Suasana yang tadinya panas, sumuk, berubah terasa agak dingin. Tapi Sukri sudah tidur dalam kondisi ote-ote, nyamuk yang menggigit badannya sudah tidak di rasa lagi. Poimin segera mengejar temannya yang sudah duluan tidur.&lt;br /&gt;      Poimin duluan bangun ketika terdengar azan Subuh. Sukri masih ngorok di hoyong-hoyong sampai bangun, diajak sholat berjamaah ke mushola sebelah. Kelihatan masih ngantuk, tidurnya masih belum lama, tetap dipaksa untuk bangun. Rasa ngantuk hilang ketika setelah mudhu. Sukri bertambah semangat, pas melihat Pakdhe dan Budhenya juga sudah siap-siap mau berangkat ke mushola, walaupun kondisi di luar masih gerimis rintik-rintik.&lt;br /&gt;      “Masmu nggak kamu bangunkan sekalian, Min ?” Pak Ponidi tanya.&lt;br /&gt;      “Kasihan, Pakdhe, tadi malam jam dua masih belum tidur.”&lt;br /&gt;      “Wah, terus gimana ini ?” tanya Pak Ponidi dengan berjalan mengambil kunci di atas TV. “Payung cuma dua, yang satunya di bawa Yu Yem ke pasar.”&lt;br /&gt;      “Sudah Bude, nggak apa. Saya dan Poimin tidak pakai payung juga tidak apa-apa. Hujan ngak terlalu deras, kok !” orang berempat kemudian berangkat nyasak gerimis. Gang-gang masih kelihatan sepi, pintu-pintu masih tertutup rapat.&lt;br /&gt;      Keluar dari Mushola gerimis  semakin deras. Pak Ponidi sudah duluan pulang. Poimin dan Sukri berjalan setengah lari dalam kondisi kehujanan. Jalan tetap sepi, seperti pas berangkat tadi. Mungkin kebawa hawa dingin, orang-orang jadi malas meninggalkan tempat tidurnya. Padahal biasanya jalan ngak seperti ini, jam-jam segini orang sudah jalan-jalan, berolahraga. Hujan ini tidak seperti biasanya, Jl Ciliwung dan Jl Kutai yang tanahnya agak rendah kebanjiran, tepat setengah ban mobil.&lt;br /&gt;      Dari pagi tadi sampai mau berangkat bekerja, Poimin dan Sukri kelihatan murung, tidak jelas apa yang menjadi permasalahan. Pakdhenya sedang membaca Koran di teras depan, kemudian tanya,“Sejak pagi tadi kok kelihatan murung ? sudah siang, cepat berangkat. Kalau takut hujan, bawa paying itu.”&lt;br /&gt;      “Itu Pakdhe…Jl Ciliwung banjir. Setengah ban mobil. Saya bingung harus lewat mana ?”&lt;br /&gt;      “Makanya jadi anak jangan di rumah melulu, jalan-jalan biar tau keadaan. Lewat sini, ketimur aja, tapi agak lama. Kalau seperti dulu masih enak, lewat belakang, tapi sekarang sudah ditutup tembok. Orang-orang sini dulu kalau mau masuk lebih gampang, langsung kebelakang, gratis lagi.”&lt;br /&gt;      “Apa nggak dijaga ?”&lt;br /&gt;      “Tapi itu kadang-kadang. Harus bagaimana lagi, seperti kampung sendiri. Penjaganya kebanyakan orang kampung sini.”&lt;br /&gt;      “Ya sudah Pakdhe, saya berangkat dulu,” kata Sukri yang bingung mau berangkat kerja.&lt;br /&gt;      Walapun berangkatnya agak kesiangan, namun tidak tergesa-gesa. Hari ini hari Minggu, jelas sepi nanti, ngak seperti biasanya, karena kondisinya masih gerimis. Awan gelap pekat masih menghiasi langit. Di tempat kerja kelihatan sepi, belum banyak yang datang. Loket-loket penjualan tiket masih tutup. Jam sebelas siang baru Matahari mulai memancarkan sinarnya, diikuti dengan rombongan bus masuk dalam parkiran. Setelah itu ada mobil yang masuk cuma satu dua. Sukri terasa sebal, bukan masalah sepi penonton, tapi masalah sampah dedaunan yang berserakan dimana-mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-2123594277175491327?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/2123594277175491327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=2123594277175491327&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/2123594277175491327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/2123594277175491327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/03/semangat-pantang-mundur.html' title='SEMANGAT PANTANG MUNDUR'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-8800750215592656298</id><published>2009-03-04T19:39:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T19:51:35.819-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UCAPAN  TERIMA  KASIH'/><title type='text'>UCAPAN  TERIMA  KASIH</title><content type='html'>&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 9"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 9"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:/DOCUME%7E1/MICROS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/02/clip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:donotoptimizeforbrowser/&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{margin-right:0in; 	mso-margin-top-alt:auto; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt;&lt;/style&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 9"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 9"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:/DOCUME%7E1/MICROS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/03/clip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:donotoptimizeforbrowser/&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{margin-right:0in; 	mso-margin-top-alt:auto; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Puji syukur saya haturkan kepada Allah SWT, atas pertolongan dialah saya bisa seperti ini. Hanya padamulah saya bursujud. Dunia hanya sementara akhiratlah yang kekal abadi selama-lamanya. Saya sadar akan itu semua, setelah mati pasti ada kehidupan. Dari situlah amal dan perbuatan kita akan di pertanggung jawabkan. Dunia semakin kejam, hanya siksaanmulah yang lebih kejam. Dunia penting, akhiratlah yang lebih penting. Kedua-duanya harus seimbang. Marilah kita bisa sedikit belajar dari novel &lt;i&gt;Hikayat Kadiroen&lt;/i&gt; karya Semaoen. Semoga Allah menganpuni semua dosa Mbah Semaoen selama hidup di dunia dan menerima amal perbuatan yang telah dilakukan selama hidupnya (From Mojokerto-Jombang).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      Ucapan yang kedua saya sampaikan kepada Bang Santoso, yang bersedia memberikan konsep dan dorongannya. Sehingga saya bisa mengoreksi diri akan kebodohan dan kekurangan saya. Belajar dan semangat adalah pesan yang disampaikannya, itu saya buat sebagai poin dalam pembelajaran saya. Trim Bang ya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      Ucapan yang ketiga kalinya saya sampaikan kepada Drs. Sunu Wasono. M.Hum, atas dukungan dan sedikit ilmu dari beliaulah saya bisa menulis novel, puisi, cerpen, dan esay. Walaupun dalam penulisan saya masih banyak banget yang keliru, tapi ini saya jadikan sebagai alat untuk pembelajaran dan sebagai jalan untuk mencapai cita-cita saya. Semangat dan bangkit adalah motto yang saya pakai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      Saya sadar kalau otak saya lemot dan bodoh, tlaten adalah sebagai celah dalam sebuah penulisan. Dengan jalan itulah semua akan terkonsep. Hal ini tidak luput dari motivasi yang Pak Sunu berikan kepada saya. Memang saya produk STKIP Jombang dan otak-otak anak STKIP, mungkin kalian bisa mengamati sendiri. Inilah kenyataan, sangat berbeda jauh apabila dihubungkan dengan kawan-kawan Universitas Indonesia yang bergelimpangan dengan fasilitas, begitu juga produk dosen-dosen situ! saya tidak bisa membayangkan atas itu semua. Jelas dan yakin banyak kawan-kawan yang akan berhasil setelah lulus dari situ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      Saya sempat iri akan itu semua, apalah guna. Semua itu tidak ada artinya sama sekali. Berusaha menurut kemampuan adalah jalan untuk kujadikan pintu. Sabar dan syukur yang harus saya tanamkan dalam hati. Memang kenyataanlah yang membuat itu semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      Inlah diri, yang hanyut dalam diri, merana sendiri, meronta dalam hati. Suatu hal yang mustahil kalau otak saya disamakan dengan kawan-kawan Universitas Indonesia. Hanya keterbatasan materi, guru, dan fasilitas yang membuat diri seperti ini. Sedih dan tetesan air mata yang saya alami pada saat penulisa ini. Memang inilah aku, kenyataan diriku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      Pak Sunu maafkan saya ya…! tidak bisa membalas apa-apa, saya hanya berdoa kepada Allah semoga atas jasa dan kebaikan Pak Sunu lah bisa dijadikan butiran amal baik kelak diakhirat nanti. Spesial novel ini saya persembahkan buat Pak Sunu, inilah sedikit hasil dari ilmu dan motivasi yang Pak Sunu berikan kepada saya. Suatu hal yang tidak akan terkonsep menjadi sebuah karya sastra kalau tidak didukung oleh Pak Sunu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      Saya tau Pak Sunu orang lain, tapi atas saran dan motivasi yang anda berikan, saya beranggapan seperti bapakku sendiri. Tetesan air mata keluar yang kedua kalinya. Maaf…maaf…perasaanku sedih karena tidak bisa membalas atas kebaikan anda, yang selama ini selalu mengganggu dan merepotkan Pak Sunu….saya haus akan sebuah ilmu, saya tidak mau menjadi orang bodoh, yang gampang unuk dibodohi. Walaupun novel ini tidak bermutu dan tidak berkualitas, atau hanya sebagai sampah yang masuk ke emailnya Pak Sunu, kemampuan saya hanya sebatas ini Pak, sehingga menjadi hal yang wajar kalau tulisan saya amburadul(latihan) seperti ini. Saya berharap Pak Sunu mau membaca dan mengkritisi novel ini, baik dari segi tema, diksi, latar, tanda baca atau yang lainnya. Satu hal yang tidak saya inginkan, jangan mengkritisi novel ini karena kita sebagai kawan/lawan, kritisilah murni novel ini.  Jangan memandag saya lumayan atau baru pertama kali, kalau jelek bilanglah jelek, kalau baik bilanglah baik, tapi harus disertai dengan argumen yang jelas. Saya tidak mau ada racun masuk yang tidak didasari alasan yang kongkrit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;    &lt;br /&gt;Saya juga mengucapkan terimakasih banyak kepada Pak Yusuf(mungkin sekarang sudah berangkat menjadi dosen tamu di Tokyo), Bu zuriati(Dosen Unand Padang, sekarang S3 di UI), Pak Anung(UGM). Terimakasih atas bukunya, wawasan, dan dukungan yang engkau berikan. Saya tidak akan melupakannya jasa anda semua.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 9"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 9"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:/DOCUME%7E1/MICROS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/03/clip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:donotoptimizeforbrowser/&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{margin-right:0in; 	mso-margin-top-alt:auto; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:navy;"  &gt;From:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:navy;"  &gt;Agus Prastyo/EROR 87&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:navy;"  &gt;Lorong Bawah Tanah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:navy;"  &gt;Jombang, 19 Juni 1986&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:navy;"  &gt;HP : Masih Troubel, mau difleskan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;color:navy;"   &gt;Status : Mahasiswa STKIP PGRI Jombang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-8800750215592656298?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/8800750215592656298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=8800750215592656298&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/8800750215592656298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/8800750215592656298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/03/ucapan-terima-kasih.html' title='UCAPAN  TERIMA  KASIH'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-2961646704239263204</id><published>2009-02-21T18:50:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T19:04:42.843-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Batu Ajaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ponari Jombang'/><title type='text'>Hebat Loe Pon!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Fenomena pengobatan ala Ponari dengan batu ajaib yang ditemukannya, ternyata mengundang banyak pro-kontra. Namun demikian, beberapa ulama juga membenarkan bahwa Allah SWT itu menciptakan penyakit, dan Allah juga telah memberikan obatnya. Salah satunya, bisa juga, melalui batu yang ditemukan oleh bocah cilik asal Desa Kedungsari, Megaluh, Jombang, Jawa Timur itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa masyarakat banyak dan rela antri di kediaman Ponari? Mereka menyadari bahwa selain mahalnya biaya pengobatan ke rumah sakit, mereka juga berikhtiar untuk mencari obat alternatif. Tapi sayangnya, kenapa si bocah Ponari harus disebut dukun? Jika disebut dukun, tentu orang Islam (muslim) dilarang pergi ke dukun. Nah....!!!! inilah salah kaprah antara dukun dan pengobatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi si Ponari kecil ini memang diciptakan Allah sebagai pelantara untuk menyembuhkan orang sakit, serta memberikan kesempatan bagi rakyat kecil yang sudah dihimpit oleh ekonomi yang tidak menentu. Setidaknya dari kacamata ekonomi, sosok Ponari telah memberikan rejeki pada sebagian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya lagi, ternyata masih ada saja orang yang ingin mengail ikan di air yang keruh. Beberapa waktu yang lalu, karcis antrian ada yang menjual Rp 40.000 per lembar. Padahal dari panitia hanya ditetapkan Rp 2.000 saja. Bandingkan dengan keuntungan para 'calo' atau biaya ke rumah sakit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-2961646704239263204?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/2961646704239263204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=2961646704239263204&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/2961646704239263204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/2961646704239263204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2009/02/hebat-loe-pon.html' title='Hebat Loe Pon!'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-5188012201913942177</id><published>2008-11-08T22:27:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T22:30:24.689-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amrozi CS Pahlawan Islam'/><title type='text'>Amrozi CS Pahlawan Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SRaDQFb5yEI/AAAAAAAAAKY/xsEpu72-BmY/s1600-h/background+ok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SRaDQFb5yEI/AAAAAAAAAKY/xsEpu72-BmY/s320/background+ok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266541126616729666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-5188012201913942177?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/5188012201913942177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=5188012201913942177&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/5188012201913942177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/5188012201913942177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/11/amrozi-cs-pahlawan-islam.html' title='Amrozi CS Pahlawan Islam'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SRaDQFb5yEI/AAAAAAAAAKY/xsEpu72-BmY/s72-c/background+ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-7304620151363191243</id><published>2008-11-08T22:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T22:22:44.067-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amrozy CS Tidak Pernah Mati'/><title type='text'>Amrozy CS Tidak Pernah Mati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Meski eksekusi mati telah dilaksanakan di depan regu tembak terhadap Amrozy, Abdul Aziz alias Imam Samudra, dan Ali Ghufron. Dalam pandangan Islam, seorang Syuhada tidak akan pernah mati. Yang mati hanyalah jasadnya saja, sementara jiwanya tetap hidup. Allahu Akbar... Allahu Akbar.... Allahu Akbar....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;INNALILLAHI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; wa innailaihi roji’un&lt;/span&gt;. Minggu, 09 November 2008 jam 00.15 WIB, bertempat di Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah, ketiganya meninggal dunia di hadapan regu tembak dari Brimob. Mereka dieksekusi dengan tuduhan telah melakukan aksi terorisme, yang sengaja dihembuskan negara asing (anti Islam) untuk menghina dan menjelek-jelekkan ummat Islam sebagai teroris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Padahal, mereka sendiri melakukan aksi terorisme di beberapa negara seperti Afghanistan, Irak, dan lainnya. Lalu kenapa mereka masih bebas berkeliaran hingga saat ini? Mereka yang seharusnya diseret ke pengadilan internasional, karena telah menciptakan kerusakan, menciptakan perang, dan mengadu domba ummat di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Eksekusi yang dilakukan terhadap kakak-beradik Ali Ghufron – Amrozy dan juga Abdul Aziz atau yang lebih dikenal dengan Imam Samudra, menunjukkan betapa lemahnya ukhuwah di antara ummat Islam. Mengapa demikian? Bagaimana tidak, di Indonesia yang diklaim memiliki ummat Islam terbesar di dunia, ternyata hanya beberapa ’gelintir’ saja jumlahnya. Yang terbanyak justru –mohon ma’af– Islam ’karbitan’. Sehingga nasib ketiganya harus berakhir di depan regu tembak. Karena tidak banyak yang membelanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Namun demikian, yakinlah bahwa mereka termasuk pejuang dan pahlawan Islam, karena mereka telah mengorbankan jiwa, raga, dan pikirannya untuk berjuang menegakkan Islam. Mereka berjuang untuk menghapus kemungkaran dan kemaksiatan di muka bumi. Mereka memiliki power (kekuatan) untuk melawan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebagaimana diketahui, motto dalam Islam adalah hidup mulia atau mati syahid. Kemudian juga, rubahlah sesuatu kemungkaran dengan kekuatan jika kita memiliki, jika tidak maka berdo’alah agar mereka kembali ke jalan yang benar. Dan ini merupakan selemah-lemahnya iman. Lain halnya yang dilakukan Amrozy CS, mereka memiliki power dan keberanian, dan mereka pun telah siap menanggung resiko sebagai akibat dari apa yang telah mereka lakukan. Termasuk menghadapi bukan lagi eksekutor –tidak lebih dari Algojo- yang siap dengan moncong senapannya. Mereka tidak gentar sama sekali menghadapinya, karena itulah jalan menuju kehidupan yang abadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Keyakinan sosok Amrozy, Imam Samodra, dan Ali Ghufron patut dijadikan tauladan dalam menapaki hidup di dunia. Mereka tidak gentar dengan sesama manusia, selama berada di jalan yang diyakininya akan kebenarannya. Suatu sikap yang harus ditanamkan pada diri kita sejak dini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebagaimana juga pahlawan-pahlawan pejuang kemerdekaan yang tidak gentar dan bahkan rela mati untuk kemerdekaan negara. Ketiganya juga demikian. Mereka rela mati demi untuk memperbaiki kondisi moral bangsa yang sedang mengalami kemrosotan moral. Hal itu terbukti, bagaimana remaja yang tanpa malu lagi sedang melakukan adegan pornografi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti yang penulis temui di salah satu warnet yang ada di Jombang, Jatim Kamis (06 November 2008) jam 18.15 WIB hingga malam. Sepasang remaja berlainan jenis sedang –maaf– bercumbu di salah satu ruang warnet tersebut. Bahkan lebih gila lagi, yang perempuan mengenakan jilbab. Na’udzubillahimindzalik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ini membuktikan bahwa kita semua belum masuk ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan -red). Jika demikian, tepatlah kiranya kalau tidak salah sebuah hadits yang menyatakan ”Islam datang dalam keadaan asing, dan suatu saat akan dianggap asing pula. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang dianggap asing”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hal itu dapat diartikan, apa yang dilakukan Amrozi CS yang mengenakan sorban, berjenggot panjang, mungkin saat ini dianggap asing. Padahal, dalam Islam telah disebutkan peliharalah jenggotmu, dan perpendeklah kumismu. Karena itu membedakan antara orang muslim dengan yang tidak. Bagi orang diluar Islam, mereka lebih suka memanjangkan kumis. Sementara bagi ummat Islam diajurkan memanjangkan jenggot. Namun sekarang, banyak diantara kita ummat Islam yang turut memanjangkan kumis dan memangkas jenggot. Ini sudah menunjukkan hal itu. Sementara orang yang memanjangkan jenggot dianggap aneh ataupun asing. Ironis bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bagaimana menurut Saudara?***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-7304620151363191243?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/7304620151363191243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=7304620151363191243&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7304620151363191243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/7304620151363191243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/11/amrozy-cs-tidak-pernah-mati.html' title='Amrozy CS Tidak Pernah Mati'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-1756562121874107239</id><published>2008-11-08T22:18:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T22:19:48.885-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Empat Kejanggalan Bom Bali II'/><title type='text'>Empat Kejanggalan Bom Bali II</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Rekayasa Untuk ‘Bunuh’ Karakteristik Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bom Bali II menyisahkan beberapa keanehan, misalnya, ada peringatan dini pada warga Australia jauh hari. Juga mengapa video rekaman yang diedarkan di media justru datang dari Australia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Meski pemerintah Australia mengaku tak begitu menanggapi laporan bahwa ada warga Bali memperingatkan para turis untuk menghindari lokasi-lokasi menarik yang sering dikunjungi oleh warga asing menjelang ledakan bom di Bali Sabtu (1/10) malam. Namun tak urung pihak otoritas Australia, Senin (3/10) kemarin nampaknya agak terganggu dengan munculnya isu-isu di tengah masyarakat menyangkut analisa bom Bali II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebagaimana diberitakan, dua warga Australia yang tengah berlibur di Bali mengatakan mereka diberitahukan untuk menjauhi dari pusat kawasan Kuta, yang menjadi lokasi peledakan bom Bali I di tahun 2002 lalu dan satu dari dua lokasi yang menjadi sasaran serangn bom Sabtu malam lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kepada radio nasional, seorang pria asal Perth bernama Darren Humble mengatakan seorang penjaga keamanan bar memberitahukan seorang tamu hotel dimana dia tinggal mengenai kemungkinan serangan teror.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sementara itu, seorang eksekutif pengiklanan, Mick Colliss, mengatakan kepada stasiun radio di Sydney bahwa seorang temannya yang memiliki jaringan dengan organisasi kriminal di Bali memperingatkan dia untuk segera keluar dari Kuta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Komisioner Polisi Federal Australia, Mick Keelty, mengatakan pengakuan-pengakuan tersebut akan diselidiki, namun begitu dia mengatakan sangat sulit untuk bereaksi terhadap rumor-rumor tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Rumor dan fakta cukup berbeda dan ini adalah situasi yang sulit yang kita hadapi sekarang ini," jelasnya kepada televisi Channel Nine.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer mengatakan dia tidak tahu jika rumor-rumor tersebut dapat ditanggapi secara serius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Saya hanya dapat mengatakan kepada kamu apa yang orang ketahui dan yang pasti ada rumor setiap hari setiap minggu. Satu hal adalah kamu tidak tahu bagaimana menanggapinya secara serius," ujar Downer kepada radio ABC.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Empat kejanggalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sementara itu, hari-hari ini, meski sebagaian masyarakat Indonesia mengecam peledakan itu, sebagaian juga masih diliputi dengan tanda tanya besar menyangkut empat kejanggalan dalam bom Bali di Jimbaran dan Kuta, 1 Oktober kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam sebuah acara ‘To days dialogue’ Metro TV pukul 11.30 yang dipandu reporter Najwa Shihab yang menampilkan pakar intelejen Juanda, Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Soenarko D Ardanto dan warga masyarakat, menggariskan ada beberapa kejanggalan yang patut dipertanyakan dalam peledakan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam dialog itu, dipertanyakan empat kejanggalan kejadian Bom Bali II yang oleh Australia sudah buru-buru dituduhkan diotaki Jamaah Islamiyah (JI) itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Beberapa kejanggalan yang sempat didialogkan dalam diskusi itu adalah;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pertama, hasil rekaman video amatir yang menunjukkan pelaku bom Bali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebagaimana diketahui, di masyarakat dan media massa, kini beredar video amatir koleksi keluarga yang menunjukan dengan sangat detil pelaku pengebom.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam diskusi itu, sempat dipertanyakan, keanehan dalam shooting video yang tadinya diakui adalah video koleksi keluarga. Pasalnya, jika itu video keluarga, sangat nampak detil si pelaku yang saat ini diakui Polri sebagai tersangka. Di mana dalam shootingan video itu nampak tindakan si pelaku dari duduk, berjalan hingga bom diledakkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kejanggalan kedua, peserta dialog juga mempertanyakan mengapa hasil video itu yang telah diberikan pada pihak keamanan Indonesia itu justru datang dari Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kejanggalan ketiga, beberapa hari sebelum terjadi ledakan, para pecalang (keamanan adat Bali) telah mengingatkan para turis akan ada ledakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kejanggalan keempat, beberapa hari sebelum kejadian beberapa masyarakat juga memperingatkan turis untuk tak memasuki daerah itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pengamat intelejen Juanda sempat mempertanyakan dan bahkan mengaku kecewa mengapa aparat keamanan buru-buru menyebut pelakukan adalah Dr. Azhari dan Moh Nurdin M Top.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Tidak benar polisi terburu-buru menuduh Dr. Azhari dan Mohammad Nurdin M Top,” ujar Juanda. Sebab menurutnya, tidak bisa ditarik kesimpulan bahwa ada kesamaan antara bom Bali I dengan bom Bali II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Apalagi, menurutnya, ada kepentingan tinggi pihak Australia kepada Indonesia dalam hal ini. Kabarnya, beberapa menit setelah peristiwa pengeboman beberapa aparat intelijen Australia sudah langsung sampai di lokasi. Benarkah? [dari berbagai sumber]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-1756562121874107239?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/1756562121874107239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=1756562121874107239&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1756562121874107239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1756562121874107239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/11/empat-kejanggalan-bom-bali-ii.html' title='Empat Kejanggalan Bom Bali II'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-2038480285668215933</id><published>2008-11-08T22:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T22:18:24.794-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jangan Ada Sayang Diantara Kita'/><title type='text'>Jangan Ada Sayang Diantara Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Indahnya pacaran tak seindah persaudaraan. Indahnya kencan tak seindah persahabatan. Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Hanya slogan semu di kalangan remaja, istilah kerenya ‘cinta monyet’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERNYATAAN &lt;/span&gt;di atas dalam kaca mata Islam, seharusnya bukan untuk ditujukan pada remaja yang lagi kasmaran. Jika hal itu terjadi, maka ‘kiamat’ bagi kaum Hawa. Tidak hanya sekedar menyesal, bisa jadi lebih dari, ia ditinggal pacarnya setelah ‘madu’-nya habis diambilnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Itulah gaya pacaran remaja saat ini. Motto-motto yang tidak tepat pun dipakai ’senjata’ untuk menaklukkan wanita. Sejuta ’jurus’ rayuan gombal pun diucapkan dengan manisnya. Siapa yang rugi? Tentu lebih banyak di pihak wanitanya. Kenapa demikian? Karena mereka akan kehilangan ’kehormatan’ yang selama ini dijaganya, yang selama ini dibentengi hanya akan ’dipersembahkan’ pada lelaki yang nantinya menikahinya. Jika kemudian hal itu terjadi, lalu hamil, siapa yang rugi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Motto di atas, lebih tepatnya ditunjukan pada peningkatan rasa nasionalis atau untuk meningkatkan silaturrahmi. Bagaimana seseorang itu lebih mengenal Islam, kemudian mendalami dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika tak kenal maka ia tak akan sayang pada Indonesia, jika tak sayang pada Indonesia, tentu tak cinta. Demikian juga dengan soal agama. Orang Islam sendiri aja nggak peduli sama Islam, bagaimana orang lain yang diluar Islam akan peduli dan simpati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Untuk itu, bagi remaja, mari kita bersama-sama membuat gerakan ’Jangan Ada Sayang Diantara Kita!’ kalau itu hanya dilambari kepentingan dunia dan hanya nafsu belaka. Karena jika hal itu dilakukan, Insya Allah tidak akan bertahan lama. Karena cinta karena gincu akan segera layu, cinta karena harta akan segera musnah. Gincu dan harta tidak ada yang kekal. Semua akan berganti, seiring dengan perputaran sang waktu. Dari detik ke menit, lalu jam. Dari hari ke minggu, bulan, dan tahun. Semuanya ada masanya sendiri-sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika hanya cinta dan nafsu yang bergelora, maka keindahan masa pacaran, akan musnah saat saudara telah memasuki jenjang pernikahan. Sebagaimana hilanganya masa-masa pacaran yang telah dilaluinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebenarnya, ada satu hal yang akan melekatkan kelanggengan dalam urusan cinta. Niatkan segalanya karena untuk ibadah pada sang Kholiq, Allah SWT. Tidak hanya dalam urusan cinta, tapi dalam segala tindakan, seperti belajar, bekerja, menolong orang, atau sekedar membantu orang kesusahan. Bahkan yang terkecil, saat tangan Saudara sedang menari-nari di atas keyboard. Niatkan untuk ibadah, sehingga hati dan pikiran kita dapat terjaga dari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Semua perlu usaha, semua perlu do’a, semua perlu semangat. Yang terpenting, kita tingkatkan tali silaturahmi, mari kita saling bahu membahu, tolong menolong kepada sesama. Kita tidak harus mengenal seseorang terlebih dahulu dalam menolong, jika kita menyadari ’Semua Muslim adalah Saudara’. Untuk itu jangan ada ’sayang’ diantara kita, kalau hanya membawa mala petaka, tapi yang ada adalah persaudaraan, ukhuwah Islamiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Karena sayang dan cinta, merupakan satu paket yang akan membawa mala petaka jika tidak pandai-pandai dalam menjalankannya. Sebagaimana kita tahu, sudah berapa ribu bayi yang lahir menjadi ’yatim-piatu’ tanpa ayah dan ibu, karena mereka lari dari tanggung jawab. Bagaimanapun, cinta dan sayang tak dapat dikendalikan jika nafsu sudah ikut ambil bagian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagaimana menurut Saudara?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-2038480285668215933?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/2038480285668215933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=2038480285668215933&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/2038480285668215933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/2038480285668215933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/11/jangan-ada-sayang-diantara-kita.html' title='Jangan Ada Sayang Diantara Kita'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-925594462787142891</id><published>2008-10-31T20:05:00.002-07:00</published><updated>2008-10-31T20:06:22.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aku Malu ‘Mengaku’ Islam'/><title type='text'>Aku Malu ‘Mengaku’ Islam</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Menyaksikan acara Debat yang digagas salah satu televisi swasta nasional, TVOne, Kamis (11/09/2008), saya jadi ingin tertawa, geli, dan lucu. Bagaimana tidak? Sudah jelas undang-undang itu dibuat untuk kebaikan dan melindungi kaum wanita kok ya yang menolak itu pihak yang dilindungi. Kalau tidak diatur, mau jadi apa generasi kita? Wong diatur saja masih banyak yang melanggar, apalagi kalau tidak diatur? Mau jadi apa generasi selanjutnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;KATANYA&lt;/b&gt; aktivis perempuan, katanya sebelum adanya RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi sudah menyuarakan penolakannya terhadap pornografi. Tapi ternyata kok ya menolak adanya RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang rencananya mau di-dok pada Selasa (23/09/2008). Heran dech jadinya pemirsa. Acaranya sich bagus, tapi isinya cocok kalau dikatakan tidak lebih hanya ‘Debat Kusir’. Alias debat yang hanya buang-buang energi, tanpa ada hasil yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Apalagi saat itu menghadirkan salah satu aktivis perempuan –katanya sich dalam &lt;i&gt;textline&lt;/i&gt; dibawah namanya– &lt;i&gt;plus &lt;/i&gt;berjilbab lagi. Jika dilihat dan didengarkan, aku sendiri rasanya malu. Pasalnya jika ia Islam dan muslimah, tentunya akan setuju dengan busana yang santun dan menutup aurat. Apalagi hal itu tidak mengundang syahwat laki-laki hidung belang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Apakah ia rela jika anaknya mengikuti trend –yang katanya modern– dengan memakai baju super ketat &lt;i&gt;plus&lt;/i&gt; menampakkan &lt;i&gt;udel &lt;/i&gt;(pusar -&lt;i&gt;red&lt;/i&gt;)-nya. Jika jawabnya setuju, tentu perlu dipertanyakan ‘jilbab’ yang dikenakannya. Masak anak sendiri dibiarkan dengan pakaian seperti itu? &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Jadi jangan heran jaman yang katanya era globalisasi –tapi menurutku kok jadi &lt;i&gt;ngombalisasi&lt;/i&gt;–ini akan ada yang namanya jaman purba jilid ke-II. &lt;span lang="fi-FI"&gt;Bagaimana saat ini dapat kita lihat di jalan-jalan, di mall, atau yang lainnya. Mereka datang dengan mobil mewah, &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt; keluaran terbaru, ditambah lagi cincin emas menghiasi tangan dan daun telinganya. Tapi sayangnya untuk membeli secuil kain untuk menutup paha, dada, dan lainnya tidak mampu (maaf jika tidak berkenan dengan penyebutan bagian-bagian tubuh tersebut). Dunia memang sudah aneh!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Dengan berpakaian (bukan berbusana lho!) di atas lutut, terus belahan pakaian atas menonjolkan putihnya kulit, ditambah lagi dengan ketatnya pakaian hingga membentuk lekuk tubuh. Mana ada lelaki yang tidak tertarik, kemudian melirik, dan akhirnya menarik untuk kemudian berbuat yang nggak-nggak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Intinya, sumber dari terjadinya berbagai tindak asusila itu juga akibat dari ulah wanita itu sendiri. Lalu ada yang protes, masak anak yang masih berumur empat tahun juga diperkosa? Apakah anak kecil itu juga gara-gara memperlihatkan auratnya? Nah yang ini pun jangan dipandang anak kecilnya! Tapi lihat dulu alurnya alias ceritanya sebelum ia ketemu anak kecil sebagai pelampiasan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Bisa jadi si lelaki bejat tersebut sebelumnya melihat orang dewasa yang berpakaian minim. Karena nafsu yang sudah mentok di ubun-ubun dan bingung mencari pelampiasan. Bisa jadi jika dilampiaskan pada wanita dewasa yang memakai pakaian minim, ia di penjara. Akibatnya mencari ’mangsa’ yang belum mengerti apa-apa. Atau bisa juga akibat ia menonton video porno, karena setan burik sudah menang perang yang berkecamuk dalam hati, akhirnya pelampiasannya anak ingusan, alias anak bau kencur, bin anak kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Wis toh nggak usah sulit-sulit. Agama itu mudah, tapi jangan dipermudah. Agama itu tidak sulit, tapi jangan dipersulit. Maksudnya yang mudah itu jangan lagi digampangno. Bisa jadi nanti kena batunya –bukan mendo’akan lho!– tapi setidaknya dalam setiap tindakan harus berhati-hati, apalagi menyangkut akhidah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Apalgi berdasarkan penelitian, Indonesia termasuk urutan pertama pengakses internet yang mengakses gambar-gambar porno alias &lt;i&gt;cybersex&lt;/i&gt;. Karena begitu gampangnya kita dapat mengaksesnya. Ini merupakan salah satu cara orang barat untuk merusak moral tidak hanya remaja, lebih dari itu dan lebih parah lagi adalah moral bangsa. Itulah berbagai cara orang barat untuk menghancurkan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Jika kita sebagai orang Islam tidak peduli dengan moralitas kita sendiri, bagaimana orang lain mau mengakui keberadaan kita. Sekarang saja sudah terbukti, dibeberapa negara ada yang melarang pemakaian jilbab. Jika hal ini dibiarkan, maka akan membawa dampak buruk bagi dunia Islam dan ummat muslim. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Kemudian juga bukti lain tentang semakin maraknya pornografi di Indonesia. Berapa banyak video dalam format 3GP dengan ‘artis’ remaja Indonesia beredar luas di masyarakat. Ini juga sebagai akibat dari tayangan-tayangan yang mempertontonkan pornografi secara bebas. Akibatnya, saat ini tontonan jadi tuntunan dan tuntunan jadi tontonan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Artinya, sinetron, musik dan sejenisnya saat ini jadi tuntunan dan panutan remaja. Mereka rela merubah penampilan sehingga mirip dengan idolanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Sedangkan tuntunan jadi tontonan. Banyak sekali saat ini tabligh akbar yang digelar, dan pengunjungnya berjubel. Tapi yang datang itu tidak mendengarkan isi ceramahnya. Mereka hanya nongkrong, bahkan tidak jarang yang pacaran. Setelah selesai, ya nggak tahu apa dech isinya ceramah tadi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ironis bukan? Sangat kontras sekali dengan ajaran yang ada dalam Islam. Dan akhirnya, kututup wajah ini dengan kedua telapak tanganku, karena aku malu ’mengaku’ Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Bagaimana menurut Anda? &lt;b&gt;***&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-925594462787142891?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/925594462787142891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=925594462787142891&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/925594462787142891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/925594462787142891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/10/aku-malu-mengaku-islam.html' title='Aku Malu ‘Mengaku’ Islam'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-1687726282607504656</id><published>2008-10-31T20:05:00.001-07:00</published><updated>2008-10-31T20:05:47.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amrozi Cs ‘Pahlawan’ Islam'/><title type='text'>Amrozi Cs ‘Pahlawan’ Islam</title><content type='html'>&lt;p face="arial" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Rencana eksekusi terhadap Amrozi Cs yang akan dilaksanakan awal November 2008, merupakan ‘pembunuhan’ karakter terhadap Islam. Sebagaimana kita tahu, dalam Islam dikenal, jika kita mempunyai kekuatan maka lawanlah segala bentuk kemungkaran. Dan jika kita tidak berani, berdo’a dan mengingkari kemungkaran itu jalan terakhir. Yang terakhir ini menunjukkan selemah-lemahnya iman seseorang. &lt;/i&gt; &lt;/p&gt; &lt;p face="arial" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;SEMENTARA&lt;/b&gt; Amrozi Cs, mereka memiliki kekuatan dan mereka gunakan kekuatan tersebut. Seperti halnya FPI (Front Pembela Islam), mereka memiliki kekuatan, maka mereka pun membubarkan setiap kegiatan yang melanggar syariat Islam, meskipun Indonesia bukan negara Islam. Tapi sudah jelas, bahwa yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan sebagian besar adalah andil dari pejuang Islam.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;Bahkan dalam pembukaan UUD 1945 juga disebutkan, &lt;i&gt;atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa&lt;/i&gt; dan dengan didorong oleh keinginan… Ini semakin komplit bagi ummat muslim di Indonesia untuk berjuang bersama-sama membela kebenaran dan melawan kemungkaran.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;Kita juga harus ingat, motto umat Islam adalah &lt;i&gt;Isy’ Karimah, aumut Syahidan&lt;/i&gt; (Hidup Mulia, atau Mati Syahid). Di sinilah kita sebagai ummat Islam dan muslim harus mamilih. Maksudnya, dapatkah kita hidup mulia. Jika tidak dan dikhawatirkan malah membuat keonaran di muka bumi, lebih baik jatuh pada pilihan yang kedua. Dan mungkin juga itulah yang dipilih Amrozi Cs. &lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt; mereka jika jadi dieksekusi termasuk syuhada’.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;Jika sampai Amrozi Cs jadi dieksekusi pada awal November 2008, maka ini menunjukkan tidak mampunya ummat Islam yang ada di Indonesia untuk melindungi ummatnya. Sebagaimana kita tahu, bagaimana Amerika yang melindungi warganya, meskipun dalam posisi yang salah. Seperti saat meng-‘eksekusi’ negara Afganistan dan Irak.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;Indonesia –yang katanya negara besar– ternyata hanya mampu ‘membantai’ warga negaranya sendiri. Tidak hanya itu, bisanya hanya mengeruk harta warga negaranya. Salah satu buktinya adalah keberadaan TKI (tenaga kerja Indonesia), mereka berjuang di negeri orang hanya agar dapat hidup layak. Pasalnya di negeri sendiri sudah tidak ada lagi kenyamanan dan kesempatan kerja. Tapi apa yang didapat setelah samapi di tanah air?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;Mereka harus merogoh saku dalam-dalam untuk memberi ’peminta-minta’ di bandara atau sejenisnya. Padahal, mereka telah banyak menyumbangkan devisa pada negara.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;Kembali lagi pada kasus rencana eksekusi mati di hadapan regu tembak terhadap Amrozi Cs. Jika memang mereka akan dieksekusi pada awal November, maka tidak hanya ummat muslim yang kehilangan, Indonesia pun ‘seharusnya’ juga kehilangan. Kenapa demikian? Amrozi Cs merupakan warga negara terbaik yang dimiliki Indonesia. Mereka yang tanpa bekal ilmu kemiliteran mampu menciptakan bom dasyat, seharusnya dididik dan dibina untuk angkatan perang. Mereka pejuang sejati tanpa pamrih.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;Sementara angkatan perang kita? Tidak sedikit untuk masuk hanya untuk ‘gagah-gagahan’, dapat pekerjaan tetap dengan gaji ekstra. Sementara jika ada kemungkaran dibiarkan, tanpa ada upaya menghentikan atau menghapusnya. Contoh konkritnya, prostitusi yang nyata-nyata dilarang ternyata masih bebas berkembang. Kemudian judi juga masih merajalela di mana-mana.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;Jadi jangan heran jika Indonesia saat ini semakin suram, banyak bencana dan musibah. Itu semua bukan kecelakaan biasa, atau hanya bencana yang tanpa sebab akibat. Banjir itu tidak hanya karena hutan gundul akibat ditebangi secara liar. Lebih dari itu, itu semua adalah peringatan bagi kita manusia yang telah banyak berbuat dosa, telah menyia-yiakan sebagai &lt;i&gt;khalifah fil ardi&lt;/i&gt; (pemimpin di muka bumi).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;Kita saat ini tidak ubahnya seperti jaman jahiliyah terdahulu, sayangnya saat ini dikemas menjadi jahiliyah ‘modern’. Lihat saja gaya pacaran remaja saat ini, sudah berani main peluk dan cium di muka umum. Nggak percaya? Lihat saat hari Sabtu malam (malam Mingguan –istilah anak muda), di sekitar alun-alun, dan bahkan di sepanjang jalan depan Perpustakaan Mastrip, SMAN 3 hingga tugu Pancasila. Anak muda cowok-cewek berjajar berpasang-pasangan. Kemudian ke utara depan makam. Pokoknya tambah seru aja melihat pemandangan di sana.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;Tidak hanya di situ, jalan dari alun-alun Jombang ke utara. Sepanjang jalan ini, terutama malam Minggu, pasti ada motor yang mangkal di sana dan berduaan di atas motornya. Tidak sedikit diantara mereka yang berpelukan (seperti teletubis kali ye!).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Ini membuktikan moral dan akhlak remaja kita sudah mulai luntur. Ini juga tergantung dari ke dua orang tuanya dalam mendidik soal agama. Inilah yang saat ini diperjuangkan oleh pejuang-pejuang Islam yang kini akan dieksekusi oleh negaranya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="fi-FI"&gt;Seharusnya kita turut prihatin, bukan ikut mengecamnya. Karena, bagaimanapun juga mereka adalah saudara-saudara kita. Sebagaimana dalam Al-Qur’an, sesungguhnya sesama muslim adalah Saudara.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Bagaimana menurut Saudara? &lt;b&gt;***&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-1687726282607504656?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/1687726282607504656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=1687726282607504656&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1687726282607504656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1687726282607504656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/10/amrozi-cs-pahlawan-islam.html' title='Amrozi Cs ‘Pahlawan’ Islam'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-1001432074495176664</id><published>2008-10-31T20:03:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T20:04:51.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penjajahan Moral Mengintai'/><title type='text'>Penjajahan Moral Mengintai</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;font-size:180%;" &gt;Awas! Penjajahan Moral Mengintai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Seharusnya kita harus lebih hati-hati terhadap pergaulan dan kegiatan anak-anak, atau adik kita. Pasalnya, penjajahan terhadap moralitas bangsa saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh bangsa barat. Salah satunya dengan menyediakan content, baik gambar maupun clip video porno.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;JIKA&lt;/b&gt; kita teliti dan waspada, tidak ada salahnya orang tua itu berkunjung ke warnet. Di sanalah kita akan tahu, bagaimana remaja kita mampu berjam-jam duduk di depan komputer untuk mengakses internet. Jika yang diakses untuk mencari bahan tugas belajar sich nggak apa-apa. Tapi tahukah kita, apa yang mereka akses?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Cybersex&lt;/i&gt;. Ya itulah nama kerennya pornografi di internet. Mungkin tidak banyak yang dengar istilah itu. Tapi bagi yang doyan ngenet, istilah itu sudah tidak asing lagi. Mereka seperti kena narkoba, jika tidak mengakses situs porno kepalanya jadi pusing atau uring-uringan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ya... mereka sudah seperti kecanduan untuk mengaksesnya. Bahkan beberapa diantaranya sudah menghukumi ’wajib’ ngakses situs tersebut. Apalagi ada guyonan ’tombo ngantuk-tombo ngantuk’ yang dipopulerkan Host Empat Mata Tukul Arwana, saat melihat wanita cantik. Inilah trend remaja yang semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya itu, beberapa diantaranya, bahkan anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) sungguh sangat mengkhawatirkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ternyata, &lt;i&gt;software&lt;/i&gt; pemblokiran situs porno tidak sepenuhnya dipatuhi oleh pengusaha warnet. Salah satu contohnya saja, warnet di pusat kota Jombang, ternyata tidak dilengkapi dengan &lt;i&gt;software&lt;/i&gt; anti situs porno. Padahal, &lt;i&gt;software &lt;/i&gt;tersebut diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Meskipun &lt;i&gt;software&lt;/i&gt; tersebut tidak efektif, setidaknya dapat mengurangi pengakses pornografi. Karena bagi yang doyan ngenet, tidak ada yang tidak bisa dibobol meski sudah diblokir. Mereka pun punya motto tersendiri ’Selama itu buatan manusia, harus bisa dibobol. Soal kita juga manusia’. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ada hal yang mengejutkan, dalam sebuah hasil penelitian yang meneliti pengguna internet disebutkan bahwa sebagian besar yang pernah mengakses internet pernah membuka situs porno meski sekali. Mereka juga mengungkapkan, Indonesia termasuk dalam urutan teratas yang doyan ngakses situs porno tersebut. Sungguh sudah sangat mengkhawatirkan kondisi remaja kita. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Untuk itu, sudah saatnya para orang tua untuk menyempatkan mendampingi putra-putrinya saat mengakses internet untuk mencari bahan keperluan sekolahnya. Dengan cara ini, setidaknya dapat meminimalisir pengakses situs porno –ini bukan menuduh putra-putri Bapak/Ibu sebagai pengakses. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tapi apa salahnya jika kita hati-hati dan waspada, serta njagani agar mereka tidak mengakses situs tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tidak ada salahnya kita waspada, karena dengan waspada kita bisa selamat. Ada pepatah Jawa yang sangat baik bagi kita semua ’&lt;i&gt;Sak bejo-bejone wong kang lali, isih bejo wong kang eling lan waspodo&lt;/i&gt;’. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Kita hanya bisa saling mengingatkan untuk hati-hati dan waspada. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Karena dengan saling mengingatkan kita semua dapat selamat. Mengingatkan bukan berarti kita menyalahkan. Karena banyak sekali yang menyalahartikan mengingatkan. Akibatnya saling salah kaprah dan menyadi fatal akibatnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Untuk itu, ingatkan kita semua, dan sadari bahwa mengingatkan itu untuk keselamatan dan kebaikan kita juga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="fi-FI"&gt;Ok! Mari kita budayakan hidup saling mengingatkan untuk menuju kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: arial;" lang="fi-FI"&gt;Bagaimana menurut Saudara? &lt;b&gt;***&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-1001432074495176664?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/1001432074495176664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=1001432074495176664&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1001432074495176664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/1001432074495176664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/10/penjajahan-moral-mengintai.html' title='Penjajahan Moral Mengintai'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-6394872350503401337</id><published>2008-10-31T20:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T20:03:35.563-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilih - Koruptor atau Teroris'/><title type='text'>Pilih - Koruptor atau Teroris</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="es-ES"&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on down" style="display: block;" id="formatbar_JustifyLeft" title="Rata Kiri" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 10);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Kiri" class="gl_align_left" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="es-ES"&gt;Saat ini, sepertinya perburuan terhadap koruptor oleh aparat nyaris tidak dapat menyentuhnya. Salah satu contohnya kasus Edi Tanzil, yang hingga kini belum ada kabarnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sedangkan ‘atas nama’ teroris, sebagian besar ummat Islam ‘dicap’ sebagai teroris. Padahal, mereka juga menyadari ia sendiri juga ummat Islam. Akibatnya, semua ummat Islam diidentikkan dengan teroris. Sebenarnya jika diruntut, hal itu hanya menguntungkan negara barat yang tidak ingin Islam memiliki ‘tentara’ yang berani mati. Karena bagi mereka, ‘tentara’ berani mati (baca: Mujahiddin) merupakan ancaman bagi AS. Tapi sayangnya, kini ummat Islam yang diadu domba. Padahal, sejarah juga telah membuktikan bahwa Islam pada jaman penjajahan yang berada digaris terdepan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;b&gt;SORE&lt;/b&gt; itu, hujan baru saja reda. Jalan-jalan masih terlihat basah. Di tengah desa yang nyaman dan terntram itu, tiba-tiba terusik dengan adanya kabar desa itu menjadi sarang teroris. Isu yang berkembang, teroris telah masuk ke desa tersebut, dan saat ini bersembunyi di salah satu tempat rumah warga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Teroris kok sembunyi….,” celetuk Cak Hasan yang saat itu mampir ngopi di warungnya Mbok Darmi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Teroris khan juga manusia. Mereka diburu karena dianggap sebagai biangnya kerusuhan di berbagai daerah,” saut Mbok Darmi sambil mengaduk kopi pesanan Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tapi Kang… bagaimana dengan Amerika yang membombardir Irak, Afghanistan, dan kini mau menyerang Iran. Mereka khan lebih kejam, membunuh ribuan bahkan jutaan nyawa manusia. Apa itu bukan namanya mbahe teroris,” cerocos Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Cak Hasan menghisap rokok kreteknya dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Mbok Darmi. “Uuuppsh,” asap rokok dihembuskan kuat-kuat oleh Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Iya… tapi siapa yang berani dengan Amerika. Mungkin setelah Irak, Afghanistan, kemudian Indonesia,” kata Cak Hasan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Ha…. Masak Kang,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Ya… iya lah… wong sekarang saja sudah tampak. Sesama warganya saja dibantai, bagaimana bisa mengamankan warganya dari negara lain. Yang dipemerintahan suka korupsi, yang diberi senjata dibuat nembak warga. Iyo toh Mbok?,” saut Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Nich Kang kopinya…,” &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Lalu gimana ya Kang?,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Gimana apanya?,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Ya negara Indonesia ini,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Walah-walah… sampean kok yo ono-ono wae melu mikir negoro. Negoro iku wis ono sing mikir,” kata Cak Hasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Tapi yo bener pean Mbok, piye nasibe awak dewe, yen tenan ada kejadian seperti di Irak,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Kalau pean jadi presiden, apa yang akan kamu lakukan Kang,” tanya Mbok Darmi terus-menerus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Ha…ha…ha… Pean kok yo ono wae sing ditakokne! Tapi yen aku jadi presiden, sing jarene diarani teroris iku tak rekrut jadi tentara. Dengan demikian akan memilki tentara yang siap tempur dan siap mati. Jadi kita juga akan disegani negara lainnya,” papar Cak Hasan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Bagus….bagus…..bagus…. Jadi warga sudah tidak lagi pusing dan khawatir. Semua dadi aman yo Kang,” ujar Mbok Darmi menimpali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Lha piye, yen nggunu khan kita juga disegani negara lain, dan juga dapat dibuat untuk menjaga wilayah Indonesia yang beberapa wilayah sudah ‘dicaplok’ negara tetangga,” paparnya sambil minum secangkir kopi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Yang perlu dibasmi dan diberantas itu korupsi. Kalau teroris bisa dibina untuk angkatan bersenjata. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="sv-SE"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Tapi kalau koruptor?,” balik Cak Hasan bertanya. Belum sempat hal itu dikomentari oleh Mbok Darmi, terlihat Kang Semprul bergabung di warung kopi itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="sv-SE"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Piya kabare Cak? Suwe ra ketemu peno,” sapa Kang Semprul pada Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Apik wae Kang. Kok baru nongol? &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Dari mana saja Kang,” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Ya tadi baru lihat televisi. Nonton berita, ben ra dicap nggak tau informasi,” timpal Kang Semprul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Keduanya asyik ngobrol. Karena memang jika dua sahabat karib ini sudah ketemu, sampai malem pun mereka betah ngobrol. “Mbok kopi! Dan ini diisi lagi pisang gorengnya, sudah mau habis lho!,” pesan Kang Semprul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Iya… tunggu sebentar ya Kang,” jawab Mbok Darmi sambil mengambil cangkir dan mempersiapkan membuat kopi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Ini tadi ngobrol apa sama Mbok, Cak?,” tanya Kang Semprul pada Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Uupppsss…. &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Ini lho Cak, negara ini semakin tidak aman saja bagi warga negaranya sendiri. Lihat saja, di Pasuruan, warga ditembak. Padahal untuk membeli senjata itu khan uang rakyat juga. Kemudian ummat Islam dicap sebagai teroris. Sementara yang membawa uang rakyat miliaran rupiah dibiarkan tanpa kabar,” terang Cak Hasan seraya menghisap rokok dan menghembuskannya kuat-kuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Nah… iya tadi juga petinggi TNI AL atau apa itu, saat di gedung DPR juga menolak untuk membawa tersangka penembakan diadili di pengadilan sipil,” tambah Kang Semprul yang juga tidak kalah heran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Wah… kalau begitu, ini namanya jeruk minum jeruk!,” seru Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Jeruk minum jeruk apanya?,” saut Markuat yang tiba-tiba datang tak diundang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Eh… Markuat! Tumben kok nggak ada suaranya sudah nongol kayak hantu,” seru mereka berdua nyaris bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Yo wis…. Assalamu’alaikum semuanya!,” ucap Markuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;????!!!!!!###$$$$$$,” dalam hati Cak Hasan dan Kang Semprul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Wa’alaikum salam!,” jawab Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Lho kalian kok nggak jawab salamnya Markuat?,” tanya Mbok Darmi heran. “Dosa lho ngak jawab. Apalagi salam itu tadi khan juga do’a bagi kita,” sambungnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Iya… tapi Mbok….?,” kata Cak Hasan tidak dilanjutkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Tapi apa….? Apa takut dicap teroris gara-gara ngucap salam,” saut Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Oh… itu… sudah-sudah nggak perlu dipanjanglebarkan. Kita nggak usah takut mengucapkan salam, memelihara jenggot atau apa yang mengidentikan Islam. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Persoalannya, yang terpenting kita harus bisa menjelaskan bahwa Islam itu agama perdamaian, &lt;i&gt;rahmatan lil alamin&lt;/i&gt;,” terang Markuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kita harus fanatik terhadap Islam. Kalau kita saja tidak fanatik terhadap agama Islam, lalu siapa yang akan fanatik? Apa orang yang akan fanatik, sementara orang Islam sendiri tidak fanatik,” ujar Markuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Lihat akibatnya, negara Indonesia ini khan negara berlandaskan Pancasila. Menjunjung tinggi kebebasan beragama. Malah yang ini lain lagi, di Manokwari, Papua ada Raperda yang menjadikan Manokwari sebagai Kota “Injil”. Tapi apa action dari pemerintah pusat?,” tanya Markuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Na’udzubillahimindzalik…. Masak Mar?,” tanya Cak Hasan nggak percaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Wah kamu… memang media tidak banyak yang nulis. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Itu aja aku tahu dari internet, dan ternyata memang ada,” terang Markuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Memang ndunyo wis tuwo…. Itu khan salah satu tanda-tanda kiamat. Mari kita melakukan tobat nasional dengan tobat yang sebenarnya,” ajak Mbok Darmi yang diamini pengunjung warungnya. &lt;/span&gt;****&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-6394872350503401337?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/6394872350503401337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=6394872350503401337&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/6394872350503401337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/6394872350503401337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/10/pilih-koruptor-atau-teroris.html' title='Pilih - Koruptor atau Teroris'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-376544187283233451</id><published>2008-10-31T20:01:00.001-07:00</published><updated>2008-10-31T20:01:53.288-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membela Yang Bayar'/><title type='text'>Membela Yang Bayar</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Dengan membawa bendera demokrasi, kandidat calon bupati, gubernur, dan presiden mengumbar janji. &lt;span lang="fi-FI"&gt;Bahkan calon kepala desa pun ikut-ikutan untuk mendapatkan suara. Padahal, akibat yang ditimbulkan sangat dasyat. Sesama tetangga tidak akur, bahkan saling cemoohan, gara-gara beda dukungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;HAL&lt;/b&gt; inilah yang membuat bingung Mbok Darmi. Ia khawatir jika orang-orang yang selama ini ngopi di warungnya beda pilihan, bisa-bisa mereka tidak lagi nongkrong di warungnya. Kekhawatiran Mbok Darmi cukup beralasan, karena warung itu satu-satunya mata pencahariannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Gimana ya ini kalo Cak Hasan, Kang Brodin, Cak Semprul, dan Markuat beda pilihan? Bisa-bisa mereka sudah nggak ke warung ini lagi, nggak mau kumpul lagi,” guman Mbok Darmi dalam hati. Belum hilang lamunannya, ia dikejutkan oleh suara yang tidak asing lagi di telinganya yang memesan secangkir kopi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;i&gt;Assalamu’alaikum&lt;/i&gt;.... Kopi Mbok, seperti biasanya,” pinta Cak Hasan yang langsung duduk di kursi panjang di warung itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;O... Cak Hasan, &lt;i&gt;Wa ’alaikumsalam&lt;/i&gt;. Iya Cak, tunggu sebentar ya,” kata Mbok Darmi agak terkejut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Ada apa Mbok, kok ngelamun?,” tanya Cak Hasan penasaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Ach! ndak kok Cak,” jawab Mbok singkat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Jangan bohong lho Mbok! Bohong itu dosa, apalagi membohongi diri sendiri,” pancing Cak Hasan agar Mbok Darmi mau cerita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Cak Hasan ini bisa aja...,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Lho bener lho Mbok, membohongi diri sendiri itu dosa,” sambil cengar-cengir melihat si mbok yang salah tingkah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Anu Cak, aku khawatir,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Khawatir apa Mbok?,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Khawatir jika dalam pemilihan bupati nanti kalian ada perbedaan,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Ha...ha...ha...emang kenapa? Khan beda pendapat itu lumrah. Terus apa hubungannya kekhawatiran si Mbok dengan perbedaan itu,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Aku khawatir nanti kalian jadi nggak akur lagi, kemudian tidak mau lagi mampir ke warung ini,” jawab Mbok Darmi polos.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Aduh Mbok cuman itu toh persoalannya. Ya nggak lah Mbok, masak gara-gara pemilihan bupati terus kita nggak akur. Itu salah Mbok,” jelas Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Ini Cak kopi pesanannya. Tapi itu sudah banyak kejadiannya lho Cak!,” tambah Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Assalamu’alaikum&lt;/i&gt;....,” Markuat dan Kang Brodin datang secara bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Wa ’alaikumsalam&lt;/i&gt;....,” saut Mbok Darmi dan Cak Hasan hampir bersamaan seperti dikomando.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Eh...kalian berdua, mau pesen kopi juga?,” tanya Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Iya Mbok. Kali ini kopi manis aja ya Mbok,” pesan Kang Brodin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Saya juga Mbok,” Markuat juga ikut-ikutan Kang Brodin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kadengaren kompak nich!,” seru Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ya iya lha Mbok, kita kan sehati he....he....he....,” jawab Kang Brodin sekenanya sambil tertawa cekiki’an.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Kang, ini lho si Mbok khawatir jika kita beda pilihan, katanya kita tidak akan ke seni lagi,” kata Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Bener itu Mbok yang dibilang sama Cak Hasan?,” tanya Kang Brodin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="it-IT"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Iya nanti siapa yang beli kopi di sini. Kalau nanti beda pilihan, kalian tidak akur, gimana ayo?,” jawab Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;“&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Aduh Mbok.... kita ini sudah susah, jangan mau diadu sama yang memanfaatkan hanya untuk cari dukungan. Lihat yang ikut kampanye itu, kasihan mereka! Mereka hanya dijadikan alat untuk mendukung dan membela yang bayar. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Akibatnya dengan tetangga sebelah tidak saling kenal,” kata Kang Brodin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Makanya itu si mbok khawatir seperti itu,” seru si Mbok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Nggak Mbok, kita akan tetap tidak lupa sama kopinya si Mbok. Iya khan Kang Brodin dan Markuat,” tutur Cak Hasan menenangkan Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Iya dong,” jawab mereka berdua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Seharusnya, kalau dibilang demokrasi kenapa pakai kampanye segala. Siapa yang mencalonkan silakan, kemudian setelah diseleksi, khan bisa langsung dilakukan pemilihan. Jadi tidak mengorbankan orang kecil. Kita sudah susah, eh.... diadu domba dengan sesama tetangga tidak akur gara-gara beda pilihan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Mereka harus sadar untuk datang ke TPS, itu namanya demokrasi. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” keluh Mbok Darmi soal pemilihan bupati secara langsung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Bukan dari rakyat, oleh rakyat, tapi untuk pejabat,” sambung Mbok Darmi menyindir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Ya itulah Mbok mencari massa, biar banyak dukungannya. Bahkan mereka rela mengeluarkan uang untuk membayar siapa saja yang mau datang. Biar kelihatan pendukungnya banyak,” celetuk Markuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Nah yang ini tidak pair,” saut Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Fair Mbok, bukan pair,” kata Cak Hasan membenarkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ya itu maksudku. Maklum lidahnya orang tua sering &lt;i&gt;keseleo&lt;/i&gt;,” lanjut si Mbok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Aku juga setuju usulan Mbok tadi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="nb-NO"&gt;Tidak perlu ada kampanye, rakyat langsung memilih. Atau kalau ada kampanye khan ada banyak cara, bisa lewat spanduk dan baliho, koran, atau radio,” sambung Kang Brodin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sehingga tidak mengorbankan rakyat kecil. Masak rakyat kecil hanya dipermainkan, jika butuh seperti perhatian. Saat sudah jadi, giliran rakyat kecil ditendang. &lt;i&gt;Apes-apes dadi wong cilik&lt;/i&gt;!,” seru Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ya itulah nasib &lt;i&gt;wong cilik&lt;/i&gt; seperti kita-kita ini. Sudah susah, trus harga kebutuhan nggak pernah turun. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Kalo ada pemilihan kita hanya dijadikan obyek penderita,” keluh Markuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Kalo gitu khan kita nggak usah ribut-ribut lagi soal pemilihan bupati. Biar kita nggak jadi korban, bagaimana kalau kita usulkan ke KPUD untuk menghilangkan kampanye, yang ada debat terbuka antar kandidat. Itu pasti lebih seru dan tidak mengorbankan rakyat kecil,” usul Cak Hasan pada yang ada di warung Mbok Darmi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;”&lt;span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"&gt;Setuju......................!!!,” saut semua yang ada di warung itu hampir bersamaan. ***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-376544187283233451?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/376544187283233451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=376544187283233451&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/376544187283233451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/376544187283233451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/10/membela-yang-bayar.html' title='Membela Yang Bayar'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-2739861820782694612</id><published>2008-10-31T19:57:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T20:00:59.034-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JOMBANG BICARA KETIKA CINTA BERTASBIH'/><title type='text'>JOMBANG BICARA KETIKA CINTA BERTASBIH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SQvGOLWVPlI/AAAAAAAAAJ4/1-guspF7CZ8/s1600-h/ketika-cinta-bertasbih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SQvGOLWVPlI/AAAAAAAAAJ4/1-guspF7CZ8/s320/ketika-cinta-bertasbih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263518536379481682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh:Bejo Daroini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bicara boomingnya novel ketika cinta bertasbih (KCB),rupanya Jombang tidak mau ketinggalan.Minggu,26 Oktober 2008,hari yang bertetanggaan dengan hari peringatan sumpah pemuda,tanggal 28 Oktober, novel dwilogi karya Habiburrohman Elsyirazy yang menguntit sukses novel dan film Ayat-Ayat Cinta (AAC) ini di dedah dua nara sumber Adam Muhammad, wakil ketua Forum Lingkar Pena Jawa Timur yang berasal dari Jombang dan Muhammad Fadil Hikam yang menggantikan Marendra Darwis,penulis buku "Apakah Bibirmu Masih Perawan" yang urung hadir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Acara yang di usung bendera Iqro' Club dan FLP Jombang ini berhasil menggerakkan 100-an pasang kaki untuk tandang ke acara yang di helat mulai jam 09:00-13:00 di gedung PSBR Jombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Peserta yang didominasi perempuan ini begitu antusias menembakkan pandangan dan perhatian pada uraian-uraian Adam Muhammad yang membedah novel yang sedang di garap filmnya ini dari sisi sastra dan Hikam dari pesan moralnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Setelah orang membaca novel atau menonton AAC,banyak lelaki yang membayangkan menjadi sosok Fahri yang dicintai empat gadis cantik,dengan segala keilmuan dan keberuntungannya mendapat istri sholehah,cantik dan sekaya Aisyah.Tak sedikit pula perempuan ingin seberuntung Aisyah. Begitu juga fenomena yang muncul setelah boomingnya novel KCB ini",tutur Adam Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Peserta tergelak begitu mendengar guyonan Hikam,"Saya sih mau seperti Azzam,tapi jangan jualan tempe dan pentolnya lah".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ya, jangan berharap menemukan sosok Azzam,sang tokoh utama dalam novel KCB seperti 'sempurnanya' Fahri dalam AAC.Novel yang berkisah tentang lperjuangan seorang manusia untuk mencapai tujuan hidup. Abdulloh Khoirul Azzam,pemuda tampan, pandai,ulet,pekerja keras,bertanggung jawab,olahragawan alam berumur 28 tahun dari Jawa bertekad menempuh S1 di Mesir, namun baru selesai sembilan tahun karena nyambi kerja jualan tempe,bakso dan catering untuk membiayai kuliahnya dan keluarganya di tanah air setelah ayahnya meninggal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti AAC, novel ini tidak kalah dengan muatan cintanya,namannya saja ketika cinta bertasbih.Menanggapi kisah Azzam yang ingin meminang Anna,perempuan cerdas yang juga seorang penulis,namun ternyata urung karena sudah dilamar orang,Didik  Ferdianto,peserta dari Sumobito, melontarkan pertanyaan apakah cinta memang harus diperjuangkan,bagaimana jika orang yang dicintai sudah menjadi milik orang lain.Pertanyaan ini jawab Hikam cinta diperjuangkan saat dalam konteks syar'i.Bertujuan mulia untuk menikah, bukan untuk pacaran.Jika belum sanggup untuk itu,hendaknya pandai-pandai menjaga diri agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan dengan dalih atas nama cinta. Disinilah pentingnya jati diri yang benar agar mampu mengontrol cinta itu sendiri.Agar menjadi cinta yang bertanggung jawab,tidak hanya diliputi syahwat. Juga menanamkan sifat legowo jika ternyata bukan jodoh. Seperti Azzam yang legowo begitu tahu perempuan yang dikehendakinya untuk menjadi istri  sudah dilamar  orang, walaupun  akhirnya, dengan kisah yang berliku-liku  Annalah jodohnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Acara tidak terasa membosankan dengan guyonan yang sering dilontarkan para nara  sumber. Acara ini di tutup dengan perekrutan anggota Iqro' Club dan FLP Jombang,dengan tujuan akan terjalin simpul-simpul yang bisa menjadi jaring, jika simpul-simpul itu sudah terangkai dengan kuat tinggal mencari ikan yang banyak dengan harapan organisasi ini menjadi  jaring yang baik  yang menghasilkan generasi yang  baik-baik pula, untuk mengokohkan predikat Jombang sebagai kota santri,begitu tutur ketua Iqro' Club Jombang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-2739861820782694612?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/2739861820782694612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=2739861820782694612&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/2739861820782694612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/2739861820782694612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/10/jombang-bicara-ketika-cinta-bertasbih.html' title='JOMBANG BICARA KETIKA CINTA BERTASBIH'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D3nJF99Rj7s/SQvGOLWVPlI/AAAAAAAAAJ4/1-guspF7CZ8/s72-c/ketika-cinta-bertasbih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-9112644480843503715</id><published>2008-10-05T04:29:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T06:31:54.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tradisi Yang (mulai) Hilang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kupatan'/><title type='text'>Kupatan, Tradisi Yang (mulai) Hilang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat ini, tradisi kupatan, yang telah dilaksanakan secara turun-temurun, secara perlahan mulai tergeser di tengah tradisi ‘modern’. Tradisi yang merupakan salah satu cara untuk mempertemukan sanak-saudara untuk bersama-sama menikmati lezatnya hidangan ketupat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUPATAN &lt;/span&gt;biasanya dilaksanakan pada hari ke tujuh setelah hari raya Idul Fitri. Hal itu dilakukan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT setelah menjalankan puasa Ramadhan, yang kemudian diakhiri dengan membayar zakat dan perayaan hari raya Idul Fitri untuk membersihkan diri dari segala dosa selama setahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketupat merupakan hasil kreasi anyaman yang dibuat dari daun kelapa muda (baca: janur), yang dibentuk sedemikian rupa, sehingga berbentuk persegi empat (nyaris berbentuk kubus). Setelah terbentuk, sebelum diisi dengan beras, direndam dahulu ke dalam air. Kemudian barulah dapat diisi dengan beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengisi beras pun harus hati-hati. Soalnya jika dipenuhi, maka ketupat akan hancur, dan tidak akan jadi ketupat karena kelebihan isi. Jadi mengisi beras pun harus setengah atau lebih sedikit. Hal itu agar saat digodok dalam air tidak melebihi tempatnya. Untuk mendapatkan ketupat yang lezat dan rasanya enak, maka untuk tempat menggodong bukan sembarangan. Usahakan memakai kwaron (tempat memasak yang terbuat dari tanah liat –red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, untuk mendapatkan kwaron memang agak sulit. Hal ini dikarenakan, untuk memasak, sebagian besar sudah beralih pada alat seperti panci yang terbuat dari alumunium. Padahal, jika dilihat saat memasak, memang dalam menggunakan kwaron agak lama waktu yang dipergunakan daripada dengan panci. Namun demikian, dari lamanya memasak itu, sebenarnya ada manfaatnya, yakni air semakin matang, jika itu memasak air. Jika memasak nasi, juga benar-benar masak nasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya jika menggunakan panci. Dipanggang di atas bara api sebentar saja sudah panas. Akibatnya, bisa jadi air atau masakan yang dimasak belum matang benar. Seperti saat kita membuat kopi, bagaimana rasanya saat setelah meminum kopi yang airnya dimasak dengan menggunakan panci? Kadang ada yang kembung, atau perut terasa sebah. Hal itu dimungkinkan air yang dimasak kurang matang, meski sudah mendidih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi pada ketupatan. Demikian juga halnya saat menanak ketupat, agar enak dan lezat, usahakan untuk menggunakan kwaron. Pasalnya dengan bahan dari tanah liat juga memberikan aroma tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, tradisi kupatan saat ini nyaris hilang. Entah itu disebabkan karena sulitnya mendapatkan daun janur, atau memang masyarakat sudah mulai ’bosan’ membuat kupat. Karena saat memasak ketupat, dibutuhkan waktu yang sangat lama daripada memasak nasi biasa. Bisa jadi memasak ketupat membutuhkan waktu berjam-jam agar bisa matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari dua faktor yang saya sebutan di atas, tradisi ini perlahan tapi pasti mulai ditinggalkan. Tidak hanya di kota, di desa pun hanya beberapa saja yang masih melestarikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda saat masa kecilku, saat itu hampir semua warga satu desa membuat ketuapat, untuk kemudian saling bertukar (ater-ater –Jawa) antar tetangga. Kini tradisi itu sudah mulai terkikis. Generasi muda sudah tidak mau peduli dengan tradisi warisan nenek moyangnya. Mereka sebagian besar sudah lebih dulu mementingkan berwisata, kumpul sama teman-temannya, atau keluyuran tidak tentu yang dikerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu juga disebabkan karena tidak adanya upaya untuk melestarikan budaya tersebut. Ini terlihat dari para orang tua yang sudah mulai ’bosan’ membuat ketupat. Saat ditanya apakah tidak membuat ketupat? Jawaban mereka sebagian besar karena sulit mencari janur atau harus membelinya. Kemudian juga karena tidak cocok waktu memasaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis sekali, tradisi warisan nenek moyang yang mungkin hanya ada di Indonesia ini, akan terkikis dengan sendirinya secara berlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kita bertanya pada generasi penerus untuk melestarikan warisan yang memiliki kekhasan tersendiri itu. Jangan sampai baru ramai diperbincangkan, jika sudah diklaim menjadi tradisi atau budaya oleh negara lain. Pasalnya, bagaimanapun juga, menciptakan kebudayaan itu lebih sulit daripada melestarikannya. Jika tidak, tentu kebudayaan kita yang beraneka raga itu tidak diklaim negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut Anda? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-9112644480843503715?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/9112644480843503715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=9112644480843503715&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/9112644480843503715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/9112644480843503715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/10/kupatan-tradisi-yang-mulai-hilang.html' title='Kupatan, Tradisi Yang (mulai) Hilang'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-6605516613815183258</id><published>2008-10-04T00:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T00:32:35.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pinggir Idul Fitri 1429 H'/><title type='text'>Catatan Pinggir Idul Fitri 1429 H</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kembali ke Jahiliyah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku heran saat melihat lalu lalang kendaraan yang memadati jalan raya, saat malam Takbir Idul Fitri tiba. Anak-anak muda sedang meluapkan kegembiraannya, dengan naik motor bergerombol, ada juga yang duduk di atas trotoar sambil berpelukan mesra. Kemudian ada pula truk atau mobil pick up yang penuh dengan suara bedug. Tapi sayang, tanpa ada suara Takbir yang keluar dari bibir mereka.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ini seperti yang terjadi pada jaman Jahiliyah, yang diceritakan oleh guru agama di SMA dulu. Itulah jerit hati Cak Hasan melihat kondisi remaja saat ini. Cak Hasan juga melihat orang tua dan remaja yang berdesak-desakan hanya untuk meluapkan kegembiraan, karena esoknya mereka udah tidak puasa lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;”Padahal, seharusnya mereka bersedih ditinggalkan bulan penuh barokah, maghfirah, dan ampunan yakni bulan Ramadhan,” kata hatinya seraya berputar mengendarai motor buntutnya keliling kota sambil mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil bersama Kang Brodin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;”Kang, seandainya semua umat Islam ini mengumandangkan takbir, baik yang mengendarai motor maupun mobil, tanpa ada kebut-kebutan. Alangkah indahnya ya Kang?,” katanya pada Kang Brodin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;”Iya Cak! Tapi sayangnya mereka hanya hura-hura tanpa tujuan yang jelas. Bahkan diantara mereka ada yang wuuuiiiich! Berpelukan seperti Teletubis,” saut Kang Brodin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;”Seharusnya saat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan mereka bergembira, menghias rumah dengan aneka hiasan Islami. Alangkah senangnya hati ini. Trus saat Idul Fitri tiba, mereka bisa senang bisa juga sedih,” kata Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;”Lho kok bisa gitu Cak?,” tanya Kang Brodin yang diboncengnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;”Ya.....iya lah! Sedih karena ditinggal bulan Ramadhan. Sementara senang karena hari kemenangan untuk kembali suci laksana bayi yang baru lahir telah ada di depan kita,” jelas Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;”Iya...ya Cak. Tapi sayangnya semua belum menyadari itu semua. Seandainya semua mengumandangkan takbir sepanjang jalan, mereka tidak membuang bendin percuma. Sudah berapa liter yang terbuang saat takbiran malam ini?,” keluh Kang Brodin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;”Itu juga bagaimana orang tuanya mengarahkan putera-puterinya untuk dapat menjadi anak yang sholeh-sholihah. Sehingga peran orang tua juga perlu dipertanyakan, seandainya orang tua mengarahkan, mengajak, membimbing, dan memberi contoh untuk ikut mengumandangkan takbir. Tentunya sangat bahagia keluarga itu,” papar Cak Hasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kemudian keduanya melanjutkan mengumandangkan takbir kelilingnya dengan mengendarai motor, setelah sebelumnya ia bertakbir keliling kampung bersama anak-anak TPQ di kampungnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;”Allahu Akbar.... Allahu Akbar.... Allahu Akbar walillahilham,” suara takbir keluar dari bibir kedua orang ini diantara deru mesin dan klakson kendaraan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam kesempatan itu, Cak Hasan dan Kang Brodin dkk juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H Minal Aidin wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Bathin. ”Semoga tahun depan semua ummat Islam saat Idul Fitri dan Idul Adha bersama-sama untuk bersatu mengumandangkan takbir. Serta meningkatkan ukhuwah, saling membantu bagi orang yang tidak mampu, sehingga mereka juga ikut bergembira. ***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-6605516613815183258?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/6605516613815183258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=6605516613815183258&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/6605516613815183258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/6605516613815183258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/10/catatan-pinggir-idul-fitri-1429-h.html' title='Catatan Pinggir Idul Fitri 1429 H'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-3961615407950770744</id><published>2008-09-29T23:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-29T23:24:29.773-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ShOrT MaSsAGe SerViCE (SMS) cOlleCtiOn'/><title type='text'>ShOrT MaSsAGe SerViCE (SMS) cOlleCtiOn</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Spesial Ucapan Idul Fitri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamat hari raya idul fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;mohon maaf lahir dan batin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Lihatlah matahari dan rembulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;menari-nari melihat dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;memaafkanku sebelum kuminta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kala air hujan jatuh membasahi bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;larutkan debu-debu di dedaunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kala maafmu terucap untukku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;larutkan debu-debu dosa dari diriku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti meja kerja yang tertata rapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti piring di rak yang kering dan bersih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti meja makan yang dipenuhi hidangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Begitulah aku mempersiapkan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;untuk jamuan kata maaf darimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Indahnya mawar boleh dihiasi duri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Indahnya perdu boleh dihiasi benalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Indahnya langit boleh dihiasi mendung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Namun indahnya persahabatan kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;hanya boleh dihiasi ketulusanmu memaafkanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bila aku diberi anugrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;hujan uang dari langit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;atau hujan maaf darimu sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dengan senang hati aku memilih maafmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jangan biarkan tidurku tidak nyenyak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jangan biarkan makanku tidak enak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jangan biarkan hari-hariku sesak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;menanti kata maaf darimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti kancil mencuri timun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti kancil terperangkap orang-orangan sawah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti kancil mengiba maaf Pak Tani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bagitulah aku memohon maaf darimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seandainya aku harus memilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;duka derita untuk raih maafmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;atau sukaria tanpa kata maaf darimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Aku pasti memilih sukaria dalam maafmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;kerena yakin kau takkan rela diriku menderita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti tangan rela terluka duri-duri mawar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;demi sekuntum bunga yang menawan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kuharap luka dosaku kaurelakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;demi indahnya persahabatan kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan aku karena mengabaikanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan aku karena menyakitimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan aku atas segala kekasaranku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan aku atas segala kesalahanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti permata yang kembali bersinar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti daun yang kembali menghijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti air yang kembali jernih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti maafmu membawaku kembali fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hari-hari yang kita lalui,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;tidak hanya saling berbagi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;namun juga saling menyakiti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di hari idul fitri ini,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;tak hanya maafmu yang kuingini,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;namun juga tekad saling menasehati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;untuk terus memperbaiki diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bergelas-gelas madu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;boleh rusak oleh seteguk nila&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Berhari-hari kebersamaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;jangan biarkan rusak oleh sepatah kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan segala salah kata-kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan segala tindakan tercela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Masih ingatkah kasarku padamu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Masih ingatkah saat kusakiti hatimu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di hari fitri ini kuhadiahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Penghapus untuk hapuskan kesalahanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kacamata hitam untuk melupakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;semua sakit hatimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-3961615407950770744?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/3961615407950770744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=3961615407950770744&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/3961615407950770744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/3961615407950770744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/09/short-massage-service-sms-collection.html' title='ShOrT MaSsAGe SerViCE (SMS) cOlleCtiOn'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-8029423633615508221</id><published>2008-09-29T23:22:00.002-07:00</published><updated>2008-09-29T23:23:53.785-07:00</updated><title type='text'>SMS BAHASA JAWA Spesial Ucapan Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mlaku-mlaku ning Malioboro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menawi sayah numpak becak luwih sekeca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sugeng riyadi kagem panjenengan sedaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sagung kalepatan nyuwun diparingi pangapura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gunung Merapi rupane biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dicedaki dadi ijo wit-witan cemara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menawi kula gadhah keliru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;nyuwun agenging samudra pangapura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Numpak andhong ning Kotagedhe,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;tuku ali-ali kagem eyang putri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bilih aku nduwe luput gedhe,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;nyuwun kawelasan sampean ampuni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gunung Merapi, Gunung Merbabu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;tansah jejer kaya sedulur kembar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aku sing wis tau nglaraake atimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;njaluk samudra pangapuramu kang jembar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nagara tentrem amarga para satria pinandhita,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;bengi shalat tahajud, awan sregep makarya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sugeng riyadi, sedaya kalepatan kula nyuwun pangapura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Latihan pasa sewulan mugi kita dados manungsa takwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Srengenge Idul Fitri anggawa pangarep-arep,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;silaturahim kanggo lantaran rumakete ati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kita sedaya caos pangapura kanthi mantep&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;nglaleake kalepatan liyan gawe tentreme ati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ning gunung ketur tuku bolah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kanggo ndodomi sajadahe simbah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dudu salahmu sing gawe susah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;nafsu amarahku sing gawe bubrah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menek wit pelem ora kudu ahli,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;jalaran duwure ranganti rong meter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sugeng riyadi Idul Fitri,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;donga-dinonga kita satya ning dalan bener&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Udan-udan ngeyup ngisor wit gedhang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;wegah sangu payung amarga ngrepoti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pangapura sampeyan kulo gadang-gadang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kita raketke pasederekan ing dina riyadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bayi lahir mestine nangis,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;gawe gila nek ngguyu mringis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lebaran sungkem wongtuwo ojo lali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kang ngrumat awakmu wiwit bayi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gulu banyak dowi banget,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dianggo nyosor sikile cah nakal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Salahku marang awakmu akeh banget&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dina riyadi nyuwun salahku diparingi halal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gudheg Wijilan kondang ning Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gudheg areh rasane enak tenan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kula caos sugeng hari raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pitik kate rupane putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pitik alas rupane coklat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Idul Fitri ati manungsa bali putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;hawa-nafsu dikendali kanthi tobat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pinggir ratan Imogiri dodol kupat lebaran,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;mbiyen Pakdhe sing ngajari gawe nam-naman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lebaran kesempatan golek tambahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ora kudu ngentekke duwit celengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kulak klambi ning Beringharjo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kanggo di sade meneh ning ndesa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lebaran kula tambah pametu artha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;amarga warung akeh sing blanja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gunung Imogiri papan rekreasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sade selendang mbok menawa payu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lebaran sedaya lepat nyuwun diampuni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;mugi-mugi kita sedaya tansah rahayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dudu sanak dudu kadang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;nek kepentung prayoga dicaosi pitulung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lebaran kula sowan eyang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dosa kalangkung nyuwun diparingi ampun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mbok Setro bakul tempe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;gawe sehat wong sak erte&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;marga tempe akeh proteine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lebaran ora kudu ganti hape&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sing penting kendali diri ora nggape&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;hawa-nafsu sing nggugu karepe dewe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gundul-gundul pacul maculi kalen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ngresiki sampah ben ora mbunteti ilen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gawe bludrek menawi luputku di simpen,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;langkung sekeca menawi kersa maringi pangapunten&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ing dina fitri punika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sampun lepas mantol kula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sampun mengkup payung kula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sampun ndaplang tangan kula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;siap klebus diudani pangapura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;saking ati andika ingkang sajembar samudra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sudi haparing hapunten sedaya kaluputan kula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tan kena udan pangapura andika reda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sakdurunge nglunturake sakabehe dosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tan kena srengenge ngetokke sinarira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sakdurunge luput kula klentir ing banjir pangapura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Macan tutul ngoyak menjangan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;pratanda hukum keseimbangan alam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;cacah menjangan disuda ben ora rebutan pangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dina lebaran kula nyuwun kawelasan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;panjenengan ingkang kagungan ati jembar kaya lapangan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sudi maringi kula pangapura tumrap sadaya kalepatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Naliko burung hantu pada dipulut,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;tikus-tikus merajalela marga ora ana sing nyaut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dina lebaran kawula nyuwun hapus sedaya luput,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sakwise pasa mugi-mugi amalan kita mboten surut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-8029423633615508221?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/8029423633615508221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=8029423633615508221&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/8029423633615508221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/8029423633615508221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/09/sms-bahasa-jawa-spesial-ucapan-idul.html' title='SMS BAHASA JAWA Spesial Ucapan Idul Fitri'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-4142057368567729654</id><published>2008-09-29T23:22:00.001-07:00</published><updated>2008-09-29T23:22:37.789-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SmS Pantun Spesial Ucapan Idul Fitri'/><title type='text'>Sms PANTUN Spesial Ucapan Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sains membawa kemajuan materi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agama membawa pencerahan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamat hari raya idul fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon maaf bila pernah menyakiti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bila akal berkata mudik merepotkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Cinta berkata mudik mencerahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bila akal berkata maafmu pasti kau berikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Cinta berkata mohon maafku harus kukatakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kebenaran sejati tak pernah berubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Walau telah lama dimakan sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon maafkan segala salah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga di hari raya hidup kita makin terarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ada suka ada duka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ada siang ada malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kuucapkan selamat hari raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Segala salah mohon dimaafkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pengetahuan memudahkan kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agama memberi arah peradaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon maafkan segala laku kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga di hari raya kita tambah beriman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Perilaku sesat selamanya sesat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tidak jadi benar karena perubahan jaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di hari idul fitri kuucapkan selamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon hapuskan segala kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kuda perang berpacu kencang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kuda beban berjalan pelan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan bila aku berteriak lantang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon maafkan segala kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kesenangan tidak sama dengan kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agamalah pembawa kebahagiaan sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon maafkan segala kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga berbahagia di hari raya fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Akal menunjukkan jalan di bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hati menunjukkan jalan nurani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Segala salah mohon diampuni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Idul fitri kita rayakan lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Lemon mentah lemon masam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agar manis diberi gula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon maaf segala kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agar kita kembali fitri di hari raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamanya api adalah api&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamanya salah adalah salah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamat hari raya idul fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon maafkan segala salah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Siang hari kulit berminyak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Biar cerah diberi bedak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ikhlaskan segala salah tindak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Biar lebaran hatiku enak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tafsir sesat membawa bencana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Penyebarnya harus diadili&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamat bergembira di hari raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Segala salah mohon diampuni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Menjelang lebaran rumah dicat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Biar keluarga jauh betah bertandang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan aku bila pernah berlaku cacat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Biar hari raya hati kita lapang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Buah pisang tidak akan jadi sapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Meskipun mereka sepakat dia sapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamat hari raya idul fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Segala kesalahanku mohon dieliminasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hati lapang hati yang tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hati sempit hati tak tentram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan aku dengan hatimu yang lapang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga lebaran hati kita tentram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Durian montong enak sekali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jangan lupakan saudara, dimakan sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan aku bila pernah menyakiti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jangan lupa berdoa agar kembali fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-4142057368567729654?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/4142057368567729654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=4142057368567729654&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/4142057368567729654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/4142057368567729654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/09/sms-pantun-spesial-ucapan-idul-fitri_29.html' title='Sms PANTUN Spesial Ucapan Idul Fitri'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-3227420361028592231</id><published>2008-09-29T23:21:00.001-07:00</published><updated>2008-09-29T23:21:56.258-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sMs PUISI Spesial Ucapan Idul Fitri'/><title type='text'>sMs PUISI Spesial Ucapan Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di Bawah Payung Maaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Terik matahari marahmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;seolah sirna tanpa bekas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;setelah kau sodorkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;payung maafmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dada Berkulit Kaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Andai mulutmu berludah api&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semburlah dadaku agar berkulit kaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semua akan terlihat nyata,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;hatiku tak bisa lagi simpan rahasia,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;lalu kamu sepenuhnya percaya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;akan tulusnya hatiku meratap ibamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;tuk hapuskan segala salahku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Walau kau menghindariku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Walau kau menghindariku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Walau kau tak ingin melihatku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Masih ingin kubisikkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Adakah hatimu masih terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;buat tim sapu-sapu untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;bersihkan debu-debu kesalahanku ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kabut Asap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Seperti api yang membakar rerumputan kering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dan ciptakan kabut asap di rumah tetangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Begitu juga harapku akan maafmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;akan bakar seluruh dosaku padamu dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;ciptakan kabut asap atas ingatan masa lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hingga kau hanya bisa lihat diriku hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;tanpa dihantui sejarah kesalahanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Andai Kau Tolak Kartuku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Andai kau tolak mohon maafku lewat kartu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;sama artinya kau undang aku ke rumahmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;karena ingin dengar langsung dari mulutku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kala Musim Maaf Tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kemarau setahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;terhapus hujan sehari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kesalahan yang berjibun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;sudi kiranya kau hapus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;setelah kau dengar pintaku :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Pisahkan aku dari kesalahanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Buanglah kesalahanku namun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;mohon biarkan aku tetap bersamamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pertanda telah kau maafkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;segala laku burukku padamu“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sister&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Apa sih yang lebih indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;daripada maaf yang kau beri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;sebelum aku memintanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Diatas gundukan pasir di depan rumahmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kakiku setengah tenggelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dalam gemerisik pasir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mataku setengah terpejam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;menahan terpaan debu campur pasir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kepalaku terbakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;terik mentari tanpa naungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Disini kunihilkan semua jengkelku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Disini kubelajar kekang semua egoku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Disini kutersenyum sebenar-benarnya senyum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kala menunggu terbukanya pintu rumahmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;pertanda kau ulurkan maafmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Gubuk Berdinding Kaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kupenuhi tantanganmu tuk menemuimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dan teriakkan permohonan maafku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;di sebuah gubuk berdinding kaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agar semua orang tahu sesalku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agar semua orang jadi saksi janjiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agar aku malu ulangi kesalahanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Delapan Gelas Air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Delapan gelas air sehari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;untuk larutkan kotoran tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Delapan SMS mohon maaf sehari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;untuk larutkan karat-karat dosaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;di engsel-engsel pintu hatimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;agar gerbang maaf terbuka untukku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Disini Maafmu Untukku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Segelas softdrink&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sepiring daging panggang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sekotak coklat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;menemaniku di Idul Fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;di saat dirimu dianiaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan aku yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;tak bisa banyak membantu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;hari rayamu yang masih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;diwarnai kenangan secangkir darah adikmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dan serpihan-serpihan daging ibumu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;diatas puing-puing rumahmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;yang hancur di bombardir penjajah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Genocide&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maafkan aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;hanya pilu hatiku bersamamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;kala hari raya idul fitri-mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dihantui genocida dan pengusiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;brutal oleh penjajah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Salutku Untukmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Angkat topi tinggi-tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;atas kerelaanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;korbankan perayaan idul fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;untuk angkat bedil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;jaga harga diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;kawal pertahanan negerimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dari bengisnya penjajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1029196106261947570-3227420361028592231?l=chatonmochammad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/feeds/3227420361028592231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1029196106261947570&amp;postID=3227420361028592231&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/3227420361028592231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1029196106261947570/posts/default/3227420361028592231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chatonmochammad.blogspot.com/2008/09/sms-puisi-spesial-ucapan-idul-fitri.html' title='sMs PUISI Spesial Ucapan Idul Fitri'/><author><name>chaton mochammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16188176162082594742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_D3nJF99Rj7s/R5rCzF3asgI/AAAAAAAAAAw/zEXav1o8XjQ/S220/moch.+chabib+sulton.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1029196106261947570.post-8421413402687527783</id><published>2008-09-29T23:20:00.002-07:00</published><updated>2008-09-29T23:21:24.525-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SmS Pantun Spesial Ucapan Idul Fitri'/><title type='text'>SmS Pantun Spesial Ucapan Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dengan segala kerendahan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;mohon ceriakan Hari Raya Fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan kesediaan mengampuni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;segala kesalahanku selama ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jangan akhiri bulan suci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan mengecewakan hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;diriku yang banyak salah ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;tanpa kesediaan memaafkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;kesalahan yang telah kulakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Gunung Rinjani menjulang tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;selalu menantang untuk didaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Gunung Merapi bikin ngeri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan gumpalan awan sepanas api&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Gunung kebaikanmu ingin kudaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;agar puncak maafmu kudapati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamat Hari Raya Fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga kita lahir kembali suci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pasar baru pasar pakaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sangat ramai menjelang lebaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bila saya ada kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sangat senang bila dimaafkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Beli batik di Beringharjo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jangan lupa membawa tas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Akulah orang paling bejo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;bila salahku kau anggap lunas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bila hutang jangan lupa mengembalikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jangan bikin kapok si pemberi pinjaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mari kita indahkan hari lebaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan saling memaafkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon maaf atas buku pinjaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;yang lama baru kukembalikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamat hari lebaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon maaf atas segala kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sungguh aku mohon untuk dimaafkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;atas flashdisk yang bawa virus ke laptopmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dan mengganggu program-program andalanmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setelah sebulan kita berpuasa ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;di hari kemenangan kumohon keridhoanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;melupakan segala salah perbuatanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Andai saya bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;pasti kukembalikan data-data&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;yang hilang karena ulah saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hari Idul fitri telah datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;maafku pasti telah kuberikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;kini maafmu kunantikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tinta printermu yang kuhabiskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;akan segera kubelikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mohon maafkan segala kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;agar lebaran enak kurayakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Monitormu yang kupinjam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;mohon maaf belum kukembalikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;karena banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Namun jangan khawatir kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;nanti pasti kukembalikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;karenanya di hari kemenangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;jangan ragu ikhlaskan saya punya kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;………………………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-fami
